Rabu, Juni 17, 2026
spot_img
Beranda blog

Tahan Imbang Persepam, Persigar Garut Lolos Babak 16 Besar Liga 4 Nasional, Bupati Sampaikan Apresiasi Langsung

0

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyaksikan langsung pertandingan antara Persigar Garut melawan Persepam Pamekasan dalam Babak 32 Besar Nasional Liga 4 Piala Presiden Tahun 2026, yang digelar di Stadion Cakrawala Universitas Negeri Malang, Kota Malang, Selasa (16/6/2026).

Meski pertandingan berakhir dengan skor 0 – 0, hasil imbang ini sudah cukup untuk memastikan langkah Persigar Garut mengamankan tiket lolos ke Putaran Babak 16 Besar.

Bupati Garut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran tim Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Garut (Persigar) yang telah menunjukkan daya juang luar biasa di lapangan.

“Saya mengapresiasi kepada Tim Persigar yang telah berjuang dengan sangat gigih. Meskipun hasilnya seri, tapi ini sudah cukup baik dan membuktikan bahwa kita mampu lolos ke putaran ke-16 besar. Terus semangat, karena perjuangan belum selesai,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Secara khusus, Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi jajaran manajemen, terutama Ketua Umum Persigar.

“Pada Kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Persigar, Bapak Rudy Gunawan. Saya yakin pengorbanan beliau sangat banyak sekali, baik moril maupun materil. Semoga menjadi amal kebaikan untuk Bapak, begitu pula untuk coach, manager, serta para atlet dan official yang telah berjuang selama ini,” Tambahnya.

Ketua Umum Persigar, Rudy Gunawan, menyambut positif kehadiran dan dukungan langsung dari pimpinan daerah. Menurutnya, kebersamaan antara Persigar, Pemerintah Kabupaten Garut, KONI, dan Dispora menjadi kunci kekompakan yang membakar semangat para atlet di medan laga.

“Jadi kita InsyaAllah di 16 besar, kita menuju ke 8 besar, karena hari ini kita melawan yang paling tangguh yaitu Persipam ini adalah juara Jawa Timur dan kita mampu menahan imbang. Ini jadi modal seperti di atakan oleh Pak Bupati,” tegas Rudy.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas nama keluarga besar Persigar atas perhatian tanpa henti dari Bupati Garut dan jajaran dinas terkait.

Pelatih Persigar, Asep Angga, langsung bergerak cepat menyusun strategi, dengan fokus utama tim kepelatihan adalah pemulihan _(recovery)_ kebugaran fisik pemain pasca laga ketat dibabak 32 besar dan memperbaiki taktik _(tactical)_ skema dalam pertandingan, sehingga bisa lebih memantapkan untuk berlaga di 16 besar nanti.

Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan putaran 16 besar ini, terhitung singkat dalam kurung waktu 3 hari sebelum melakoni laga berikutnya. Kick off digelar dihari Sabtu/Minggu (20-21 Juni 2026), bertempat di Solo, Jawa Tengah.

“Kita ada waktu 3 hari, kita akan kick off di 16 besar di hari Sabtu atau Minggu. Kalo informasi terakhir rencananya di Solo, terpusat di Solo 16 besar itu. Kami berharap dengan dukungan yang luar biasa penuh dari seluruh stakeholder, kami merasa percaya diri dan akan berjuang semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Garut,” pungkas Asep Angga.

( Asopian )

Bupati Garut Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ingatkan Masyarakat Isi Data Secara Jujur dan Akurat

0

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas Petugas Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Garut. Prosesi pelepasan ini dilaksanakan bersamaan dengan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026).

Sebanyak 2.599 petugas akan melaksanakan Sensus ekonomi mulai tanggal 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Bupati Garut menekankan pentingnya sinergi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan seluruh jajaran aparatur pemerintah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), camat, hingga kepala desa. Langkah kolaboratif ini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai esensi dari Sensus Ekonomi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Barangkali gak ada salahnya kita undang semua sambil berjalan memberikan penjelasan apa yang menjadi esensi penyelenggaraan sensus ekonomi ini jangan sampai salah kaprah,” ucapnya.

Secara khusus, Abdusy Syakur menyoroti adanya kecenderungan di masyarakat yang sengaja menurunkan status kondisi ekonominya demi mendapatkan bantuan sosial. Menurutnya, pemalsuan data demi masuk ke dalam kriteria penerima bantuan (seperti desil 1-5) sangat berbahaya karena mengaburkan kondisi riil daerah.

“Ini juga secara komprehensif ini tidak baik. Karena akan mengaburkan kondisi yang ada di sekitar kita, dan juga saya khawatir kadang-kadang penduduk miskin kita bukan semakin berkurang bahkan semakin banyak. Bukan karena benar-benar miskin tapi ingin diakui sebagai orang yang miskin,” katanya.

Ia menambahkan bahwa manipulasi data mandiri semacam ini pada akhirnya akan menyulitkan pemerintah dalam menjaga efektivitas dan ketepatan sasaran pembangunan. Oleh karena itu, penggalian kondisi ekonomi yang riil dan faktual mutlak dilakukan.

Mengingat Sensus Ekonomi merupakan agenda besar yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, Bupati Garut berharap momentum ini dapat menghasilkan potret berskala makro dan mikro yang akurat mengenai kondisi ekonomi Kabupaten Garut dan Indonesia.

Kepada para petugas yang diterjunkan ke lapangan, Bupati Garut berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika di masyarakat.

“Oleh sebab itu saya berharap para petugas ya bapak ibu bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

( Bagus Sopian )

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Garut Gelar Bakti Kebersihan di Situ Bagendit

0

GARUTTERKININEWS.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Garut menggelar kegiatan Apel Pagi yang dilanjutkan dengan Bakti Kebersihan di kawasan Objek Wisata Situ Bagendit, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Garut, Kompol Deny Rahmanto, S.S., S.I.K., M.M., serta diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasie, Perwira, anggota Polri, ASN Polres Garut serta Polsek jajaran terdekat seperti Polsek Banyuresmi, Polsek Cibiuk, Polsek Tarogong Kaler, Polsek Leles dan Polsek Leuwigoong.

Dalam arahannya, Wakapolres Garut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk melaksanakan tugas dan pengabdian dalam keadaan sehat. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan bakti kebersihan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Usai apel pagi, seluruh peserta melaksanakan aksi bersih-bersih di sekitar kawasan wisata Situ Bagendit. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan sampah dan menata lingkungan agar tetap nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan Polres Garut dalam menyambut Hari Bhayangkara Ke-80.

Dengan semangat Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Garut terus berkomitmen untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan berdampak positif bagi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat.

( Agus Sopian )

KA Cikuray Kini Layani Petani dan Pedagang, Permudah Distribusi Hasil Pertanian Garut

0

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Peresmian Perjalanan Kereta Api (KA) Cikuray yang kini menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan serta Kereta Petani dan Pedagang. Peresmian ini dilaksanakan secara resmi di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2026).

Kehadiran rangkaian kereta khusus ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah bersama BUMN untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, terjangkau, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat, petani, serta pedagang di wilayah Garut.

Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI, Aditya Karsa, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mempermudah mobilisasi komoditas lokal.

“Layanan ini memfasilitasi para petani dan pedagang untuk membawa hasil pertanian dan dagangan dengan biaya transportasi yang terjangkau. Program ini juga sejalan dengan kebijakan transportasi inklusif yang mendorong pemerataan akses transportasi,” ujar Aditya.

Langkah ini diharapkan dapat memperlancar rantai pasok pangan dan memperkuat distribusi hasil pertanian asal Garut.

Apresiasi ini juga datang dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang menyampaikan apresiasi tinggi dan menyambut baik inovasi transportasi tersebut. Ia mencermati adanya penambahan kapasitas gerbong pada rangkaian kereta yang meningkat sekitar 10% lebih, yang diyakini dapat mendorong optimalisasi minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi massal ini.

Bupati kemudian merefleksikan kembali sejarah perkeretaapian di Garut yang telah diperkenalkan sejak tahun 1889 dengan rute Garut-Cibatu-Cikajang. Sejak dahulu, tujuan utama jalur tersebut adalah sebagai sarana akomodasi komoditas andalan Garut, seperti produk perkebunan.

“Hari ini menegaskan kembali makna atau fungsi awal dari kereta api sebagai salah satu mode transportasi pembawa produk-produk pertanian kita. Saya berharap ke depan di Garut akan semakin banyak lagi jadwal perjalanan kereta api,” harap Bupati.

Di akhir amanatnya, Bupati meminta dinas terkait untuk segera menyosialisasikan dan mengenalkan kapasitas baru Kereta Petani dan Pedagang ini kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rafly Yandra, menerangkan bahwa hari ini merupakan perjalanan pertama (launching) untuk rangkaian KA Cikuray dengan formasi baru ini.

KA Cikuray membawa total 6 gerbong, dengan rincian:

* 5 gerbong untuk Kereta Ekonomi Kerakyatan (kapasitas 93 tempat duduk per gerbong).
* 1 gerbong khusus untuk Kereta Petani dan Pedagang (kapasitas 73 tempat duduk).

Rafly menegaskan bahwa KA Cikuray dengan rangkaian ekonomi kerakyatan serta petani dan pedagang ini akan dioperasikan setiap hari dengan jadwal sebagai berikut:

* Keberangkatan Pagi: Berangkat dari Stasiun Garut pukul 06.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Pasar Senen Jakarta pukul 11.00 WIB.
* Perjalanan Kembali: Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 17.00 WIB dan tiba kembali di Stasiun Garut pada pukul 23.00 WIB.

“Mudah-mudahan, kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan khusus Petani-Pedagang di KA Cikuray ini dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten Garut terutama petani, pedagang, UMKM,” pungkas Rafly.

( Agus S)

Warga Garut Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki dalam Tas di Gang Permukiman, Polisi Telusuri Identitas Orang Tua

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut bersama Polsek Tarogong Kidul melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan seorang bayi laki-laki di wilayah Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (10/6/2026).

Kapolsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto, S.H., mengatakan bahwa bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 09.14 WIB di Gang Masjid Nurul Hidayah II, Kampung Haurkuning, RT 05 RW 04, Kelurahan Sukagalih.

Penemuan bayi berawal saat seorang warga bernama Dedi Muhamad Nasihin hendak mengambil barang konveksi ke rumah rekannya. Dalam perjalanan, ia melihat sebuah tas atau body bag berwarna cokelat yang tergeletak di gang. Karena merasa curiga, ia kemudian memeriksa isi bungkusan tersebut dan mendapati seorang bayi laki-laki di dalamnya.

Mengetahui hal tersebut, Dedi segera memberitahukan kepada warga sekitar, termasuk Ai Mulyati, kemudian bersama-sama melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT setempat, Sopi Syahrul.

Selanjutnya, Ketua RT bersama warga membawa bayi tersebut ke Puskesmas Pembangunan Tarogong Kidul untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis yang dipimpin dr. Mepi bersama Bidan Rina, bayi laki-laki tersebut dalam kondisi sehat. Petugas medis juga melakukan penanganan terhadap sisa ari-ari yang masih menempel namun tidak utuh sebelum dilakukan perawatan lebih lanjut.

” Saat ini bayi tersebut berada di Ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Pembangunan dan terus mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan.” Ujar AKP Agus Kustanto Kapolsek Tarogong Kidul.

Pihak puskesmas juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Tarogong Kidul bersama Unit Identifikasi (INAFIS) Satreskrim Polres Garut langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian, di antaranya mendatangi dan mengamankan TKP, meminta keterangan para saksi, mengumpulkan barang bukti, berkoordinasi dengan pihak puskesmas serta melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak yang diduga telah menelantarkan bayi tersebut.

Polres Garut mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait asal-usul maupun orang tua bayi tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

( Agus Sopian )

SAGARUT Permudah Akses Layanan Publik Masyarakat dalam Satu Aplikasi

0

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendorong transformasi digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan aplikasi layanan publik SAGARUT. Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Aplikasi Layanan Publik SAGARUT yang dilaksanakan di Kampus 4 Universitas Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (9/6/2026).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa kehadiran aplikasi SAGARUT bertujuan untuk memangkas birokrasi dan mempermudah urusan masyarakat, bukan menambah beban kerja baru bagi aparatur pemerintahan.

“Intinya, aplikasi ini harus membantu pelayanan hubungan masyarakat dan mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), bukan menambah pekerjaan baru. Sehingga, kita fokus terlebih dahulu pada aspek pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Bupati juga menyoroti sistem pengaduan masyarakat yang nantinya akan diintegrasikan dengan sistem yang sudah berjalan, yaitu SP4N Lapor. Untuk memastikan aplikasi berjalan secara interaktif dan solutif, ia menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut untuk menyiapkan sumber daya manusia yang andal.

“Saya mohon kepada Pak Agus (Kadiskominfo), tolong siapkan nanti pelatihan bagi para operator di setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), untuk bisa memberikan respons cepat terhadap laporan-laporan yang masuk dari masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menerangkan bahwa pengembangan aplikasi harus berbasis data yang terukur. Setiap fitur yang dirancang wajib memiliki target capaian, progres yang jelas, serta evaluasi berkala sebagai bagian dari indikator kinerja pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, memaparkan fungsi strategis aplikasi SAGARUT sebagai super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dan informasi penting Kabupaten Garut ke dalam satu platform digital.

Beberapa fitur unggulan yang tersedia di dalam aplikasi tersebut antara lain pelayanan administrasi kependudukan dan pemerintahan, informasi pariwisata terpadu, pemberdayaan UMKM lokal, berita dan informasi terkini seputar Kabupaten Garut, hingga layanan pembayaran digital.

“Secara fungsi, Super apps SAGARUT dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat Garut yang sifatnya serba digital,” jelas Agus Kurniawan.

Diskominfo Kabupaten Garut menetapkan target jangka panjang, yakni pada tahun 2029 hingga 2030 aplikasi SAGARUT dapat diunduh dan digunakan oleh sedikitnya 1,5 juta pengguna. Saat ini, sekitar 30 jenis layanan telah tersedia dalam aplikasi tersebut.

Agus menjelaskan bahwa SAGARUT menggunakan sistem hybrid, yakni menggabungkan layanan yang dibangun langsung dalam aplikasi dengan layanan yang telah dimiliki masing-masing perangkat daerah.

“Tolong dipastikan kembali agar sistem yang sekarang berdiri sendiri itu tetap berjalan lancar saat diintegrasikan. Aplikasi ini tidak akan berhenti sampai disini, jadi akan terus berkembang seiring dengan berbagai dinamika kebutuhan masyarakat Garut,” tambahnya.

Di akhir pemaparannya, Agus mengajak masyarakat yang telah mengunduh aplikasi SAGARUT untuk aktif memberikan rating, ulasan, serta mengisi survei kepuasan yang tersedia di dalam sistem. Kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk terus menyempurnakan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Garut.

( Agus Sopian )

Arena Sabung Ayam di Kebun Bambu Digerebek Polisi, Sejumlah Barang Bukti Diamankan

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut beserta Polsek Cibatu melakukan penggerebekan terhadap arena sabung ayam yang berlokasi di kawasan kebun bambu Kampung Cigentur, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif, S.H., bersama personel Polsek Cibatu. Penggerebekan dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas sabung ayam yang meresahkan warga sekitar.

Petugas melakukan penertiban terhadap arena sabung ayam. Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa delapan ekor ayam aduan, dua unit arena atau kalangan sabung ayam, beberapa tas ayam, serta empat unit kendaraan roda dua.

Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif, S.H. menjelaskan bahwa lokasi kegiatan berada cukup jauh dan berada di area terbuka, sehingga saat penggerebekan berlangsung para pelaku telah lebih dahulu meninggalkan lokasi.

Meski demikian, langkah penertiban tetap dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres Garut dalam menjaga situasi kamtibmas dan menindak berbagai bentuk penyakit masyarakat.
Terhadap pihak-pihak yang berhasil diamankan, petugas memberikan pembinaan serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

“Sebelum pelaksanaan penggerebekan, petugas terlebih dahulu melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang diterima. Setelah itu, personel bergerak ke lokasi, melakukan penertiban, mengamankan barang bukti, membawa barang bukti ke Mapolsek Cibatu.” Ujar Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif, S.H. Saat ditemui awak media.

Polres Garut mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

( Agus Sopian )

Garut Jadi Kabupaten Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Jawa-Bali

0

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berhasil meraih Penghargaan Kategori Pengendalian Inflasi Terbaik I tingkat Kabupaten untuk Wilayah Regional Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi, yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis malam (4/6/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau dikenal sebagai Titiek Soeharto dan diterima langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Bupati Garut menyampaikan jika penghargaan ini diberikan oleh Kemendagri atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Garut dalam melaksanakan pengendalian inflasi di Kabupaten Garut.

“Upaya ini kita lakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan fluktuasi harga-harga,” ujar Syakur yang didampingi oleh Sekretaris Daerah, Nurdin Yana.

Ia menilai penghargaan ini diraih berkat kerja bersama seluruh elemen yang ada di Pemkab Garut serta masyarakat yang telah mendukung upaya pemerintah dalam menjaga inflasi dan meningkatkan kesejahteraan.

Atas hal tersebut, Syakur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan ikut serta dalam pengendalian inflasi, sehingga Kabupaten Garut berhasil meraih penghargaan dari Kemendagri RI.

“Semoga ini menjadi inspirasi dan motivasi kami (untuk) bekerja lebih giat (dan) lebih keras lagi untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

( Agus Sopian )

Kapolres Garut Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Perkuat Kinerja Penegakan Hukum dan Pelayanan Masyarakat

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) yang berlangsung di Aula Mumun Surachman Polres Garut, Kamis (04/06/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., selaku Inspektur Upacara dan dihadiri oleh Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto, S.S., S.I.K., M.M., para Kabag, Kasat, Kasie, perwira, anggota Polri, serta ASN Polres Garut.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan serah terima jabatan Kasat Reskrim Polres Garut dari AKP Joko Prihatin, S.H., kepada AKP Herman Saputra, S.H., M.H., C.H.R.A.

Kapolres Garut menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan untuk penyegaran, pengembangan karier, serta peningkatan kualitas kinerja personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Mutasi jabatan merupakan proses yang telah direncanakan dalam rangka menjaga dinamika organisasi, sekaligus memberikan pengalaman dan pengembangan karier bagi personel Polri agar semakin profesional dalam menjalankan tugas,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada AKP Joko Prihatin atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Garut. Berbagai capaian dan kontribusi dalam bidang penegakan hukum dinilai telah memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat.

Kepada pejabat baru, AKP Herman Saputra, Kapolres mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Polres Garut. Ia berharap Kasat Reskrim yang baru dapat segera beradaptasi dengan situasi dan karakteristik wilayah hukum Polres Garut serta terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat.

“Segera menyesuaikan diri dengan kondisi wilayah hukum Polres Garut dan terus membangun sinergi guna menjaga situasi kamtibmas yang aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tambahnya.

Pergantian kepemimpinan di jajaran Satreskrim Polres Garut ini diharapkan semakin memperkuat kinerja penegakan hukum, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Garut.

( Agus Sopian )

Mantan Kades Cipancar Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp653 Juta

0

GARUTTERKININEWS.COM –Satreskrim Polres Garut berhasil menuntaskan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023 di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Dalam kasus tersebut, mantan Kepala Desa Cipancar berinisial YS telah ditetapkan sebagai tersangka. Rabu (3/6/2026).

Kasus ini bermula dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/9/IX/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES GARUT/POLDA JAWA BARAT tanggal 1 September 2025. Dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi dalam pengelolaan dan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 (Tahap I, II dan III) serta Tahun Anggaran 2023 (Tahap I).

Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, tersangka YS yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Cipancar sekaligus penanggung jawab pengelolaan Dana Desa diduga tidak melaksanakan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam APBDes Desa Cipancar Tahun Anggaran 2022 dan 2023. Akibat perbuatannya, diduga terjadi penyalahgunaan kewenangan dan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian keuangan negara.

Dalam proses penyidikan, Satreskrim Polres Garut telah memeriksa sebanyak 54 orang saksi dari berbagai unsur, di antaranya perangkat Desa Cipancar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), pihak kecamatan, hingga pihak perbankan.

“Dari hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Garut menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp653.562.688 (enam ratus lima puluh tiga juta lima ratus enam puluh dua ribu enam ratus delapan delapan rupiah). Selain itu, kami juga meminta keterangan ahli dari Inspektorat Daerah Kabupaten Garut dan ahli hukum pidana guna memperkuat pembuktian perkara.” Ujar AKP Joko.

Dari hasil penyidikan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen APBDes, dokumen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa, mutasi rekening desa, laporan realisasi anggaran, hingga sejumlah kwitansi yang diduga berkaitan dengan penggunaan Dana Desa untuk kepentingan pribadi tersangka.

“Jadi dana tersebut yang seharusnya dipergunakan untuk perbaikan pos yandu dan infrastruktur desa digunakan secara pribadi untuk membayar hutang-hutang tersangka, saat ini pelaku sudah ditahan untuk ditindak lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambah AKP Joko.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukum penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

( Asopian )