Kamis, Juni 25, 2026
spot_img
Beranda blog

Pemkab Garut Dorong Perbaikan Tata Kelola Klaim BPJS untuk Jaga Mutu Pelayanan Kesehatan

0

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mendorong perbaikan tata kelola klaim BPJS Kesehatan guna menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya tersebut dibahas dalam Forum Komunikasi BPJS Kesehatan dan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan (Faskes) dengan Pemangku Kepentingan yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/6/2026).

Forum tersebut menjadi sarana evaluasi dan sinkronisasi hak serta kewajiban antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Garut agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Sekda Garut, Nurdin Yana, menyoroti sejumlah persoalan yang kerap muncul dalam pelaksanaan kerja sama antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah adanya penundaan atau keterlambatan dalam proses pencairan klaim.

Nurdin menjelaskan bahwa kendala tersebut diduga terjadi akibat akumulasi data atau berkas administrasi dari pihak rumah sakit maupun puskesmas yang belum tersampaikan secara lengkap kepada BPJS Kesehatan. Forum tersebut, kata dia, telah berhasil mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi.

“Sehingga di titik itu semua sudah diketahui dan benang merahnya sudah disimpulkan, karena hal seperti tadi tidak boleh terjadi lagi,” tegas Nurdin Yana.

Pemenuhan kewajiban administratif oleh fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam kelancaran proses klaim. Ketidaklengkapan administrasi dapat menghambat pencairan klaim dan berpotensi berdampak pada keberlangsungan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Nurdin menegaskan bahwa Pemkab Garut dan BPJS Kesehatan memiliki tujuan yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemkab Garut berperan dalam penganggaran dan penyediaan pelayanan kesehatan, sedangkan BPJS Kesehatan menjalankan fungsi penjamin pembiayaan layanan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya juga mendengar bagaimana rumah sakit segera melakukan satu upaya agar tidak terjadi persoalan yang terulang,” tambah Sekda.

Komitmen perbaikan tata kelola administrasi menjadi harapan utama dalam forum tersebut. Rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Garut diharapkan dapat memenuhi seluruh ketentuan normatif dan prosedur yang ditetapkan agar proses klaim berjalan lancar.

Kelancaran sirkulasi klaim dinilai penting untuk menjaga kesehatan keuangan fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga rumah sakit dan puskesmas dapat terus memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Langkah perbaikan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal, berkelanjutan, dan tepat waktu.

( Bagus Sopian )

KDM: Daerah yang Tertib, Bersih, dan Indah Akan Lebih Diminati Wisatawan

0

GARUTTERKININEWS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya penataan wilayah yang tertib, bersih, dan indah sebagai modal utama dalam menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-107, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-76, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-65 tingkat Provinsi Jawa Barat di Alun-Alun Garut, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, serta gabungan personel Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Dalam amanatnya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti pentingnya penataan ruang publik yang estetik sebagai bagian dari identitas dan daya tarik suatu daerah. Ia menilai kawasan Alun-Alun Garut memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penataan yang lebih baik, termasuk keberadaan bangunan bersejarah di sekitarnya.

“Saya berdiri pada sebuah tempat yang menurut saya tempat ini sangat estetik, mana kala seluruh ruang dan wilayahnya ditata dan dirapikan. Lurus saya ke depan itu Balai Niskala peninggalan kolonial gedung yang masih tertata, yang saya menyebutnya kantor wilayah di sebelah sini bisa ditata dengan baik,” ucap Kang Dedi.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan merupakan bagian dari tugas Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda).

KDM juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang tegas dan berani dalam mendukung kinerja personel di lapangan. Ia menilai karakter pasukan sangat dipengaruhi oleh karakter pemimpinnya.

“Kenapa? Karena pasukan itu tergantung komandan, kalau komandannya punya nyali berani maka pasukan itu akan menjadi pasukan berani mati, tapi kalau komandannya tidak berani maka pasukannya semuanya akan cari aman,” lanjutnya.

Ia turut membagikan pengalamannya selama menjabat sebagai Wakil Bupati, Bupati, hingga Gubernur Jawa Barat. Dalam berbagai jenjang kepemimpinan tersebut, Satpol PP selalu menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang tertib, bersih, dan indah melalui koordinasi serta kolaborasi dengan TNI dan Polri.

Selain itu, KDM mengingatkan adanya tantangan ke depan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, sektor pariwisata, hotel, dan restoran memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pendapatan daerah di tengah perubahan regulasi dan tantangan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor tersebut harus didukung oleh ruang publik yang nyaman dan menarik sehingga mampu memberikan pengalaman positif bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Bayangin loh, kita bisa menciptakan ruang yang indah, ruang yang bersih, ruang yang tertata, ruang yang terkelola, ruang yang estetik dan kita mendapatkan uang dengan riang gembira kalau ngomong pendapatan. Sehingga syarat daerah dikunjungi, syarat daerah menjadi pusat pariwisata itu adalah syaratnya adalah daerah itu tertata, tertib, dan indah,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat juga mengapresiasi dedikasi Damkar dan Satlinmas yang selama ini senantiasa hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Apel gabungan berlangsung lancar dan menjadi momentum penguatan sinergi antara Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas dalam mendukung terciptanya ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat di Jawa Barat.

( Bagus Sopian )

Pemkab Garut Sampaikan Tali Asih Untuk Korban Kebakaran di Kadongdong Banjarwangi

0

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyerahkan bantuan tanggap darurat dan santunan bagi korban musibah kebakaran yang melanda salah satu warga Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi. Kebakaran yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut berdampak pada 5 Kartu Keluarga (KK) dengan total 18 jiwa, serta mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

Penyerahan bantuan logistik dan santunan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, dengan didampingi oleh Camat Banjarwangi, Asep Harsono, serta jajaran perangkat desa setempat pada Selasa (23/6/2026).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa warga, terlebih salah satu korban meninggal dunia merupakan anak dari anggota Satpol PP Kecamatan Banjarwangi. Diduga, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dini hari.

“Tadi kami sekitar Dzuhur mungkin sekitar jam 11-12an mendatangi keluarga korban didampingi oleh camat dan jajaran, kepala desanya, kami dari Dinas Sosial beserta TKSK, pendamping PKH wilayah tersebut berikut dengan Tagana Kecamatan Banjarwangi menyerahkan bantuan dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan, selain bantuan logistik, pemerintah daerah melalui instruksi langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Garut memberikan santunan duka sebesar dua juta rupiah.

Marlinda juga mengimbau agar aparatur setempat dan masyarakat luas segera memberikan laporan cepat jika terjadi bencana di wilayahnya, agar Dinas Sosial dapat langsung melakukan eksekusi bantuan sesuai arahan pimpinan daerah.

“Dan selanjutnya agar tetap seperti ini tetap memberikan laporan terhadap kejadian kebencanaan kepada Dinas Sosial agar kami cepat bisa memberikan eksekusi bantuan sesuai yang diarahkan oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil agar segera cepat tanggap terhadap laporan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Banjarwangi, Asep Harsono, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dan respons cepat dari jajaran jajaran Pemerintah Kabupaten Garut.

“Dalam hal ini kami atas nama pemerintah setempat saya camat Banjarwangi menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya khususnya kepada Bapak Bupati Garut melalui Ibu Kadinsos dan seluruh stakeholder dari Dinas Sosial Kabupaten Garut yang pada hari ini alhamdulilah bisa berkumpul menyampaikan duka cita dan bela sungkawa kepada almarhumah keluarga,” katanya.

Asep berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan membantu memulihkan duka mendalam yang dialami oleh warganya.

“Alhamdulillah sedikit banyak bantuan yang bapak berikan melalui Ibu Kadinsos sudah bisa diterima dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memulihkan duka yang melanda keluarga yang terdampak,” pungkasnya.

( Bagus Sopian )

Kabur Setelah Menusuk Ayah Tiri, Pelaku Berhasil Diringkus Tim Sancang Polres Garut

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia di wilayah Kecamatan Garut Kota.

Peristiwa tersebut berawal pada Jumat (19/06/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, sebelum kejadian terjadi perselisihan di lingkungan keluarga korban. Saat itu, anak bungsu korban meminta uang jajan kepada ibunya, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi. Korban kemudian memarahi anaknya, yang diduga didengar oleh terduga pelaku RH (32), yang merupakan anak tiri korban.

Diduga karena tersinggung dan tidak terima, terduga pelaku sempat terlibat adu mulut dengan korban. Setelah itu, pelaku meninggalkan lokasi.

Beberapa waktu kemudian, saat korban Wawan Setiawan (52) pulang bekerja dan turun dari angkutan umum di kawasan Jalan Cimanuk Maktal, terduga pelaku yang diduga telah menunggu di lokasi langsung menghampiri korban sambil membawa sebilah pisau dapur.

Pelaku kemudian diduga melakukan penusukan ke arah tubuh korban hingga korban terjatuh ke tanah. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Slamet Garut, namun akibat luka yang dideritanya, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Polres Garut langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tepatnya pada Sabtu (20/06/2026) pukul 23.50 WIB, Team Sancang Satreskrim Polres Garut yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra, S.H., M.H., C.H.R.A., berhasil mengamankan terduga pelaku di sebuah toko bangunan di Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau yang diduga digunakan dalam tindak pidana tersebut.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat anggota dalam merespons laporan masyarakat serta melakukan penyelidikan secara intensif.

“Alhamdulillah terduga pelaku berhasil kami amankan dalam waktu kurang dari satu hari setelah kejadian. Saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar AKP Herman saat ditemui awak media (21/06/2026)

Polres Garut menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

( Bagus Sopian )

Kebakaran Rumah di Desa Kadongdong Banjarwangi Dua Warga Meninggal Dunia Satu Selamat dengan Luka Bakar

0

GARUTTERKININEWS.COM – Kebakaran menghanguskan 1 unit rumah semi permanen di Kampung Kadongdong RT 004 RW 002, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Minggu 21/6/2026 dini hari. Peristiwa ini menewaskan 2 orang dan 1 korban luka bakar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab. Garut Usep Basuki Eko melaporkan, laporan kebakaran diterima pukul 04.55 WIB dari Kanit Melik Polsek Banjarwangi. Petugas Pos Sektor Singajaya langsung berangkat pukul 04.57 WIB dan tiba di lokasi pukul 05.30 WIB dengan jarak tempuh 12 km. Pemadaman selesai pukul 07.00 WIB.

“Korban jiwa 3 orang. 2 orang meninggal dunia inisial ZFA, 19 tahun dan R, 15 tahun. 1 orang luka bakar atas nama Rifaldi, 18 tahun, sudah dilarikan ke Puskesmas Banjarwangi,” ujar Eko.

Rumah milik Ahmad Zaki, 47 tahun, ukuran 42 m2, habis terbakar beserta isinya. Kerugian ditaksir Rp100 juta. Petugas berhasil menyelamatkan 1 rumah milik warga sebelah, Ramlan, 47 tahun, dan 1 unit motor dengan nilai Rp80 juta.

Berdasarkan keterangan saksi Rifaldi, api pertama kali terlihat dari atap rumah lantai atas sekitar pukul 04.30 WIB. Ia langsung menyelamatkan diri dan membangunkan dua rekannya, namun keduanya tidak sempat keluar.

“Dugaan sementara kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik dari kabel atap rumah,” kata Eko.

Proses pemadaman dibantu Polsek Banjarwangi, TNI, Kecamatan Banjarwangi, Satpol PP, aparat desa, TAGANA, dan warga sekitar. Damkar mengerahkan 1 unit kendaraan pancar Regu 2.

“Pemadaman dan BAP selesai. Situasi dinyatakan aman. Tim kembali ke Pos Singajaya untuk siaga,” pungkasnya.

( Bagus Sopian )

Pemkab Garut Gagal Hadir untuk Ibu Mina Janda Tua Duafa di Sukatani Cilawu

0

GARUTTERKININEWS.COM, – Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, kembali menengok kondisi rumah milik Ibu Mina, seorang janda duafa yang berlokasi di Kampung Cihalimun RT 02 RW 10, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Minggu (21/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya Yudha mendatangi rumah Ibu Mina pada tahun lalu.

Yudha menyampaikan keprihatinan mendalam karena hingga saat ini belum ada tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut terhadap kondisi rumah Ibu Mina yang sudah lama tidak layak huni. Bahkan, pada Minggu pagi (21/6/2026), sebagian atap rumah kembali ambruk.

“Saya memohon kepada Kepala Daerah, Pak Sekda, Wakil Kepala Daerah beserta seluruh jajaran Pemkab Garut agar segera membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Di tengah keterbatasan APBD Garut, forum ini sangat penting untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR perusahaan bagi masyarakat duafa,” ujar Yudha.

Menurut Yudha, dirinya bersama Camat Cilawu telah meninjau langsung kondisi rumah Ibu Mina sejak tahun lalu. Saat itu, atap kamar telah ambruk dan kondisi lantai rumah sudah lapuk. Namun hingga kini belum ada penanganan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) maupun melalui skema kolaborasi pendanaan lainnya.

“Ibu Mina merupakan salah satu Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Dalam Perda Kabupaten Garut Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, aspek perumahan menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah daerah. Disperkim harus hadir memberikan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Yudha menilai, apabila kemampuan APBD terbatas, maka Pemkab Garut harus segera mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui dana CSR perusahaan dengan membentuk Forum TJSLP. Ia menyayangkan hingga saat ini forum tersebut belum juga dibentuk.

“Kita memang memiliki keterbatasan anggaran, tetapi jangan sampai hal itu menjadi alasan untuk membiarkan warga miskin hidup di rumah yang nyaris roboh. Pemerintah daerah harus hadir dan mengoptimalkan seluruh sumber pendanaan yang tersedia,” katanya.

Selain kasus Ibu Mina, Yudha juga menyoroti masih adanya sejumlah warga lainnya yang belum mendapatkan bantuan, seperti seorang janda di Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, yang memiliki anak penyandang disabilitas dan rumahnya telah ambruk, namun hingga kini belum memperoleh bantuan. Ia juga menerima laporan adanya rumah janda di Kampung Ganeas, Desa Kersamenak, yang mengalami kondisi serupa.

Yudha menegaskan, kehadiran pemerintah daerah sangat dibutuhkan oleh masyarakat lemah dan tidak berdaya. Terlebih, Ibu Mina yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan tinggal seorang diri tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat karena masuk kategori desil 6-10.

“Masa warga seperti ini mau terus dibiarkan? Saya sudah menggugah pemerintah daerah sejak tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada bantuan sama sekali. Saya meminta dengan sangat kepada Kepala Daerah untuk memprioritaskan warga Garut yang lemah, miskin, dan membutuhkan kehadiran pemerintah. Jangan sampai negara abai terhadap rakyatnya sendiri,” pungkas Yudha.

( Bagus Sopian )

Tahan Imbang Persepam, Persigar Garut Lolos Babak 16 Besar Liga 4 Nasional, Bupati Sampaikan Apresiasi Langsung

0

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyaksikan langsung pertandingan antara Persigar Garut melawan Persepam Pamekasan dalam Babak 32 Besar Nasional Liga 4 Piala Presiden Tahun 2026, yang digelar di Stadion Cakrawala Universitas Negeri Malang, Kota Malang, Selasa (16/6/2026).

Meski pertandingan berakhir dengan skor 0 – 0, hasil imbang ini sudah cukup untuk memastikan langkah Persigar Garut mengamankan tiket lolos ke Putaran Babak 16 Besar.

Bupati Garut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran tim Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Garut (Persigar) yang telah menunjukkan daya juang luar biasa di lapangan.

“Saya mengapresiasi kepada Tim Persigar yang telah berjuang dengan sangat gigih. Meskipun hasilnya seri, tapi ini sudah cukup baik dan membuktikan bahwa kita mampu lolos ke putaran ke-16 besar. Terus semangat, karena perjuangan belum selesai,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Secara khusus, Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi jajaran manajemen, terutama Ketua Umum Persigar.

“Pada Kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Persigar, Bapak Rudy Gunawan. Saya yakin pengorbanan beliau sangat banyak sekali, baik moril maupun materil. Semoga menjadi amal kebaikan untuk Bapak, begitu pula untuk coach, manager, serta para atlet dan official yang telah berjuang selama ini,” Tambahnya.

Ketua Umum Persigar, Rudy Gunawan, menyambut positif kehadiran dan dukungan langsung dari pimpinan daerah. Menurutnya, kebersamaan antara Persigar, Pemerintah Kabupaten Garut, KONI, dan Dispora menjadi kunci kekompakan yang membakar semangat para atlet di medan laga.

“Jadi kita InsyaAllah di 16 besar, kita menuju ke 8 besar, karena hari ini kita melawan yang paling tangguh yaitu Persipam ini adalah juara Jawa Timur dan kita mampu menahan imbang. Ini jadi modal seperti di atakan oleh Pak Bupati,” tegas Rudy.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas nama keluarga besar Persigar atas perhatian tanpa henti dari Bupati Garut dan jajaran dinas terkait.

Pelatih Persigar, Asep Angga, langsung bergerak cepat menyusun strategi, dengan fokus utama tim kepelatihan adalah pemulihan _(recovery)_ kebugaran fisik pemain pasca laga ketat dibabak 32 besar dan memperbaiki taktik _(tactical)_ skema dalam pertandingan, sehingga bisa lebih memantapkan untuk berlaga di 16 besar nanti.

Ia juga menerangkan bahwa pelaksanaan putaran 16 besar ini, terhitung singkat dalam kurung waktu 3 hari sebelum melakoni laga berikutnya. Kick off digelar dihari Sabtu/Minggu (20-21 Juni 2026), bertempat di Solo, Jawa Tengah.

“Kita ada waktu 3 hari, kita akan kick off di 16 besar di hari Sabtu atau Minggu. Kalo informasi terakhir rencananya di Solo, terpusat di Solo 16 besar itu. Kami berharap dengan dukungan yang luar biasa penuh dari seluruh stakeholder, kami merasa percaya diri dan akan berjuang semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Garut,” pungkas Asep Angga.

( Asopian )

Bupati Garut Lepas Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ingatkan Masyarakat Isi Data Secara Jujur dan Akurat

0

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas Petugas Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Garut. Prosesi pelepasan ini dilaksanakan bersamaan dengan Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026).

Sebanyak 2.599 petugas akan melaksanakan Sensus ekonomi mulai tanggal 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Dalam arahannya, Bupati Garut menekankan pentingnya sinergi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dengan seluruh jajaran aparatur pemerintah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), camat, hingga kepala desa. Langkah kolaboratif ini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai esensi dari Sensus Ekonomi agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Barangkali gak ada salahnya kita undang semua sambil berjalan memberikan penjelasan apa yang menjadi esensi penyelenggaraan sensus ekonomi ini jangan sampai salah kaprah,” ucapnya.

Secara khusus, Abdusy Syakur menyoroti adanya kecenderungan di masyarakat yang sengaja menurunkan status kondisi ekonominya demi mendapatkan bantuan sosial. Menurutnya, pemalsuan data demi masuk ke dalam kriteria penerima bantuan (seperti desil 1-5) sangat berbahaya karena mengaburkan kondisi riil daerah.

“Ini juga secara komprehensif ini tidak baik. Karena akan mengaburkan kondisi yang ada di sekitar kita, dan juga saya khawatir kadang-kadang penduduk miskin kita bukan semakin berkurang bahkan semakin banyak. Bukan karena benar-benar miskin tapi ingin diakui sebagai orang yang miskin,” katanya.

Ia menambahkan bahwa manipulasi data mandiri semacam ini pada akhirnya akan menyulitkan pemerintah dalam menjaga efektivitas dan ketepatan sasaran pembangunan. Oleh karena itu, penggalian kondisi ekonomi yang riil dan faktual mutlak dilakukan.

Mengingat Sensus Ekonomi merupakan agenda besar yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, Bupati Garut berharap momentum ini dapat menghasilkan potret berskala makro dan mikro yang akurat mengenai kondisi ekonomi Kabupaten Garut dan Indonesia.

Kepada para petugas yang diterjunkan ke lapangan, Bupati Garut berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika di masyarakat.

“Oleh sebab itu saya berharap para petugas ya bapak ibu bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

( Bagus Sopian )

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Garut Gelar Bakti Kebersihan di Situ Bagendit

0

GARUTTERKININEWS.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026, Polres Garut menggelar kegiatan Apel Pagi yang dilanjutkan dengan Bakti Kebersihan di kawasan Objek Wisata Situ Bagendit, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Garut, Kompol Deny Rahmanto, S.S., S.I.K., M.M., serta diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasie, Perwira, anggota Polri, ASN Polres Garut serta Polsek jajaran terdekat seperti Polsek Banyuresmi, Polsek Cibiuk, Polsek Tarogong Kaler, Polsek Leles dan Polsek Leuwigoong.

Dalam arahannya, Wakapolres Garut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk melaksanakan tugas dan pengabdian dalam keadaan sehat. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan bakti kebersihan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Usai apel pagi, seluruh peserta melaksanakan aksi bersih-bersih di sekitar kawasan wisata Situ Bagendit. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan sampah dan menata lingkungan agar tetap nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan Polres Garut dalam menyambut Hari Bhayangkara Ke-80.

Dengan semangat Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Garut terus berkomitmen untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan berdampak positif bagi lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat.

( Agus Sopian )

KA Cikuray Kini Layani Petani dan Pedagang, Permudah Distribusi Hasil Pertanian Garut

0

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Peresmian Perjalanan Kereta Api (KA) Cikuray yang kini menggunakan rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan serta Kereta Petani dan Pedagang. Peresmian ini dilaksanakan secara resmi di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (11/6/2026).

Kehadiran rangkaian kereta khusus ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah bersama BUMN untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, terjangkau, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat, petani, serta pedagang di wilayah Garut.

Plt. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI, Aditya Karsa, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mempermudah mobilisasi komoditas lokal.

“Layanan ini memfasilitasi para petani dan pedagang untuk membawa hasil pertanian dan dagangan dengan biaya transportasi yang terjangkau. Program ini juga sejalan dengan kebijakan transportasi inklusif yang mendorong pemerataan akses transportasi,” ujar Aditya.

Langkah ini diharapkan dapat memperlancar rantai pasok pangan dan memperkuat distribusi hasil pertanian asal Garut.

Apresiasi ini juga datang dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang menyampaikan apresiasi tinggi dan menyambut baik inovasi transportasi tersebut. Ia mencermati adanya penambahan kapasitas gerbong pada rangkaian kereta yang meningkat sekitar 10% lebih, yang diyakini dapat mendorong optimalisasi minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi massal ini.

Bupati kemudian merefleksikan kembali sejarah perkeretaapian di Garut yang telah diperkenalkan sejak tahun 1889 dengan rute Garut-Cibatu-Cikajang. Sejak dahulu, tujuan utama jalur tersebut adalah sebagai sarana akomodasi komoditas andalan Garut, seperti produk perkebunan.

“Hari ini menegaskan kembali makna atau fungsi awal dari kereta api sebagai salah satu mode transportasi pembawa produk-produk pertanian kita. Saya berharap ke depan di Garut akan semakin banyak lagi jadwal perjalanan kereta api,” harap Bupati.

Di akhir amanatnya, Bupati meminta dinas terkait untuk segera menyosialisasikan dan mengenalkan kapasitas baru Kereta Petani dan Pedagang ini kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rafly Yandra, menerangkan bahwa hari ini merupakan perjalanan pertama (launching) untuk rangkaian KA Cikuray dengan formasi baru ini.

KA Cikuray membawa total 6 gerbong, dengan rincian:

* 5 gerbong untuk Kereta Ekonomi Kerakyatan (kapasitas 93 tempat duduk per gerbong).
* 1 gerbong khusus untuk Kereta Petani dan Pedagang (kapasitas 73 tempat duduk).

Rafly menegaskan bahwa KA Cikuray dengan rangkaian ekonomi kerakyatan serta petani dan pedagang ini akan dioperasikan setiap hari dengan jadwal sebagai berikut:

* Keberangkatan Pagi: Berangkat dari Stasiun Garut pukul 06.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Pasar Senen Jakarta pukul 11.00 WIB.
* Perjalanan Kembali: Berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 17.00 WIB dan tiba kembali di Stasiun Garut pada pukul 23.00 WIB.

“Mudah-mudahan, kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan khusus Petani-Pedagang di KA Cikuray ini dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten Garut terutama petani, pedagang, UMKM,” pungkas Rafly.

( Agus S)