Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 21

Polisi Tangkap Seorang Pria di Garut Diduga Cabuli Anak Tetangga Berusia 13 Tahun

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut mengamankan seorang pria yang diduga kuat telah melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Penahanan tersangka dilakukan oleh Unit IV PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Garut pada hari Kamis, 17 September 2025.

Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengatakan peristiwa miris ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Garut pada 9 September 2025. Menurut laporan polisi, dugaan tindak pidana ini terjadi pada bulan Mei 2025 di sebuah rumah di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban sedang beristirahat di kamarnya setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah. Saat tertidur, korban merasa dalamnya di buka oleh seseorang.

Ketika terbangun, korban mendapati pelaku, yang merupakan tetangganya sendiri, sudah berada di hadapannya dengan posisi duduk di paha korban. Dalam kondisi yang mengancam, pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Pelaku yang diketahui bernama H (37), berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di alamat yang sama dengan korban di Kecamatan Limbangan. Kami telah mengamankan pelaku dan barang bukti berupa pakaian korban untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 76D juncto Pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) dan atau Pasal 76E juncto Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

( R Agus Sopian )

Polres Garut Lakukan Penyelidikan Dugaan Keracunan Massal Ratusan Siswa di Kadungora

0

GARUTTERKININEWS.COM –  Ratusan siswa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu malam (17/09/2025) pukul 21.30 WIB, tercatat sebanyak 194 siswa terdampak, dengan rincian 177 siswa mengalami gejala ringan dan 19 siswa harus menjalani perawatan intensif di UPT Puskesmas Kadungora.

Peristiwa ini berawal setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang disalurkan melalui dapur SPPG Yayasan Al Bayyinah 2 Garut, di Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora. Menu yang di sajikan di antaranya nasi putih, ayam woku, tempe orek, lalapan sayur, dan buah stroberi.

Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa mulai merasakan gejala mual, muntah, hingga pusing sejak Selasa (16/09/2025) sore. Kondisi tersebut berlanjut hingga keesokan harinya, sehingga puluhan siswa harus mendapatkan perawatan medis.

Dari total korban yang dirawat, terdiri atas siswa MA Maarif Cilageni sebanyak 12 orang, SMP Siti Aisyah 3 orang, SMA Siti Aisyah 1 orang, dan SDN 2 Mandalasari 3 orang dengan jumlah keseluruhan 19 siswa harus menjalani perawatan di Puskesmas Kadungora.

Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P., melalui Kasi Humas Ipda Adi, S.H., membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah cepat, di antaranya menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, mendata korban, meminta keterangan saksi, mengirimkan sampel bekas makanan dan muntah ke laboratorium serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kadungora.

“Kami juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk memastikan ada atau tidaknya penambahan korban dan kami melanjutkan penyelidikan lebih mendalam untuk mengetahui faktor penyebab, termasuk kemungkinan uji sampel makanan oleh pihak berwenang. serta langkah investigasi akan berlanjut,” ujar Kapolres.

Saat ini, para korban masih dalam penanganan tenaga medis, sementara polisi bersama dinas terkait tengah menyelidiki penyebab pasti keracunan massal tersebut.

( R Agus Sopian )

Kapolres Garut Tinjau Pembangunan Gedung Satpas SIM Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Satlantas

0

GARUTTERKININEWS.COM – Kapolres Garut, bersama jajaran, melaksanakan giat peninjauan pembangunan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) baru milik Satlantas Polres Garut, Rabu ( 17/9//2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Polres Garut dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto meninjau langsung progres pembangunan gedung yang direncanakan menjadi pusat pelayanan administrasi SIM yang lebih representatif, nyaman, dan modern. Kehadiran Satpas baru ini diharapkan mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat Garut dalam mengurus pembuatan maupun perpanjangan SIM.

“Pembangunan Satpas SIM baru ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan sarana dan prasarana yang lebih memadai, diharapkan pelayanan SIM dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Kapolres Garut.

Selain melakukan peninjauan, Kapolres juga memberikan arahan kepada jajaran Satlantas Polres Garut agar terus menjaga profesionalitas dan meningkatkan pelayanan prima, seiring dengan peningkatan fasilitas yang sedang dibangun.

( R Agus Sopian )

Bupati Garut Ajak Camat dan Kades Percepat Reaktivasi BPJS PBI, Utamakan Warga Sakit Keras

0
Bupati Garut memimpin rakor reaktivasi kepesertaan BPJS PBI secara daring melalui Zoom, bertempat di Command Centre Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (11/9/2025).
Bupati Garut memimpin rakor reaktivasi kepesertaan BPJS PBI secara daring melalui Zoom, bertempat di Command Centre Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (11/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin rapat koordinasi (rakor) secara daring untuk membahas percepatan reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Rakor ini melibatkan camat, kepala desa, kepala puskesmas, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh wilayah Garut.

‎Rakor digelar di Command Centre Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (11/9/2025). Menurut Bupati Abdusy Syakur, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang memberikan kesempatan bagi daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS PBI warga yang sebelumnya dinonaktifkan.

‎Ia menuturkan, sebelumnya pemerintah pusat melakukan _ground checking_ terhadap data PBI dengan menggunakan 39 indikator. Dari hasil verifikasi itu, sekitar 201.000 warga Garut dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan. Namun, proses tersebut dinilai kurang tepat, sebab banyak warga yang seharusnya masih berhak justru tercoret dari daftar penerima.

‎”Ketika mereka masuk ke puskesmas, tidak mendapatkan layanan seperti ketika mereka menjadi peserta BPJS,” kata Bupati.

‎Setelah pemerintah daerah menyampaikan keberatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memberi peluang untuk melakukan reaktivasi. Saat ini, terdapat 4.900 peserta BPJS PBI yang diprioritaskan untuk segera diaktifkan kembali.

‎”Diberi kesempatan untuk orang yang membutuhkan dalam konteks pelayanan sangat urgent, contohnya sedang mengalami perawatan dan sedang mengalami penyakit kronis,” ujarnya.

‎Bupati menegaskan, seluruh peserta prioritas harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam program ini.

( R Agus Sopian )

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid As-sakinah Haurpanggung, Warga Hadir dengan Antusias

0

GARUTTERKININEWS.COM – Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Masjid As-sakinah menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah diisi dengan acara Tabligh Akbar oleh penceramah Drs. KH Ade Saepudin.

Peringatan maulid ini digelar di Masjid As-sakinah Kampung Sudika Indah RT 02 RW 13 Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten, Garut, Ba’da Maghrib Senin (08/9/2025).

Kegiatan Peringatan maulid nabi Muhammad Saw dihadiri Ketua DKM Masjid As-sakianah, Danpos Koramil 1111/Tarogong, Da’i Kamtibmas Polres Garut, Babinsa, Kepala Desa Haurpanggung, Ketua RW/RT dan Tokoh Masyarakat.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Da’i Kamtibmas Polres Garut Aiptu Hilman S.E dan Sholawat oleh KH Dadan Awaludin.

Ketua DKM Masjid As-sakinah Agus Sopian dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya atas kehadiran jamaah dalam perayaan Maulid Nabi ini sangat antusias.

“Kami ucapkan beribu ribu terima kasih kepada segenap para donatur donatur yang telah bekerja sama menyukseskan Maulid nabi muhammad SAW tahun ini,” kata Agus.

Selanjutnya, acara inti yaitu tausiah oleh penceramah Drs. KH Ade Saepudin. Beliau menyampaikan tentang makna dan perjalanan Maulid Nabi Muhammad SAW serta bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan meneladani Akhlakul Karimah Baginda Rasulullah SAW

“Sebagai ummat Rasulullah SAW, kita wajib meneladani akhlakul karimah beliau untuk dipedomani dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai bentuk kecintaan dan kasih sayang kita kepada baginda Rasulullah,” ujarnya.

( R A S )

 

 

Perkuat Keimanan dan Ketakwaan, Polres Garut Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H sebagai bagian dari program pembinaan terpadu di lingkungan jajaran Polres Garut. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Hakim Mapolres Garut ini dihadiri oleh Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto beserta Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Garut Ny. Intan Yugi, serta para pejabat utama, perwira, bintara, dan ASN. Jumat (5/9/2025).

Kapolres Garut dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah momen penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Beliau menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan integritas yang dicontohkan Nabi dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai sarana introspeksi diri bagi seluruh personel. Dengan meneladani akhlak Rasulullah, kita diharapkan dapat menjadi insan Bhayangkara yang lebih profesional, berempati, dan dicintai masyarakat,” ujar Kapolres.

Acara ini juga diikuti secara virtual oleh para Kapolsek, Kapolsubsektor, dan seluruh personel Polsek di wilayah hukum Polres Garut, menunjukkan komitmen seluruh jajaran dalam mengikuti kegiatan pembinaan spiritual. Turut hadir juga pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Garut, menambah kekhidmatan acara.

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Garut tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pembinaan rohani dan mental anggotanya. Diharapkan, dengan keimanan yang kuat, setiap personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadi teladan bagi masyarakat.

( R Agus Sopian )

Bupati Garut Ajak IWAPA Ciawitali untuk Jadikan Pasar Guntur Proyek Percontohan Penataan Pasar Tradisional

0
‎Bupati Garut menerima audiensi dari Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Ciawitali, bertempat di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (3/9/2025).
‎Bupati Garut menerima audiensi dari Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Ciawitali, bertempat di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (3/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hari ini menerima audiensi dari Ikatan Warga Pasar (IWAPA) Ciawitali, bertempat di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (3/9/2025).

‎Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin kolaborasi dalam menata pasar tradisional, khususnya Pasar Ciawitali atau yang dikenal sebagai Pasar Guntur.

‎Hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta Kepala SKPD terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR Kabupaten Garut.

‎Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa dalam diskusi, semua pihak berkomitmen untuk menjadikan Pasar Ciawitali sebagai proyek percontohan penataan pasar. Tujuannya adalah untuk menciptakan pasar yang lebih aman, nyaman, rapi, dan tenang, sehingga menarik minat masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.

‎”Forum hasil diskusi tersebut semuanya dinyatakan berkolaborasi, seiring, dan bersama untuk mencapai harapan kita yang diinginkan,” ujar Bupati.

‎Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan IWAPA, penataan Pasar Ciawitali dapat segera terwujud, memberikan manfaat nyata bagi pedagang dan masyarakat luas.

( R Agus Sopian )

Viral Video Pengeroyokan di Pasar Ciawitali, Tim Sancang Polres Garut Beregerak Cepat Tangkap Empat Pelaku dalam Waktu Singkat

0

GARUTTERKININEWS.COM  – Satreskrim Polres Garut berhasil mengamankan empat terduga pelaku tindak pidana pengeroyokan yang videonya sempat viral di media sosial. Para pelaku diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang remaja perempuan yang terjadi di Pasar Ciawitali, Tarogong Kidul.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan adalah SA (19), YA (22) yang keduanya merupakan warga Kecamatan Tarogong Kidul sedangkan N (54) dan SP (19) merupakan warga Kecamatan karangpawitan, Mereka diamankan di dua lokasi berbeda setelah Tim Sancang Satreskrim Polres Garut melakukan penyelidikan intensif.

Menurut laporan yang diterima Polres Garut, korban berinisial S (20) dikeroyok oleh para pelaku pada Kamis, 28 Agustus 2025. Video pengeroyokan ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban melalui media sosial. Dalam video tersebut, korban dianiaya, rambutnya dicukur hingga botak, dan dipaksa telanjang.

Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma mendalam serta luka memar dan lebam di beberapa bagian tubuh. Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, pihak kepolisian segera bergerak cepat.

“Motif dari para pelaku adalah dendam dan sakit hati karena merasa difitnah oleh korban sehingga para pelaku melakukan kekerasan secara bersama-sama. Kami berhasil mengamankan keempat pelaku. Dua orang pelaku, SA dan YA diamankan di sekitar Pantai Santolo Kecamatan Cikelet, pada hari Senin (1/9/2025). Sementara dua pelaku lainnya, N dan SP diamankan di sekitar Terminal Guntur, Tarogong Kidul,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin saat ditanya awak media, Rabu (3/9/2025).

Keempat terduga pelaku kini telah diamankan di Mako Polres Garut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat.

( R Agus Sopian )

Bupati, DPRD, dan Forkopimda Garut Temui Mahasiswa, Sepakati Transparansi dan Perbaikan Kinerja

0
Bupati Garut, DPRD, dan Forkopimda temui massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut Menggugat, bertempat di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (2/9/2025).
Bupati Garut, DPRD, dan Forkopimda temui massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut Menggugat, bertempat di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (2/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menemui massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut Menggugat, bertempat di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (2/9/2025).

‎Pertemuan ini menjadi wadah dialog antara pemerintah dan mahasiswa untuk menanggapi sejumlah tuntutan yang disampaikan. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diterima oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Wakil Bupati, Putri Karlina, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut, Yudi Bayu Hendarto, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0611/ Garut, Andrik Fachrizal, dan Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Helena Octavianne.

‎Bupati beserta Forkfimda Amin menyambut baik aksi ini dan mengapresiasi cara mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan tertib.

‎”Kami dari Forkopimda menerima ungkapan dan harapan aksi dari aliansi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

‎Ia menyebutkan, ada beberapa poin tuntutan yang bersifat nasional dan lokal, dan pihaknya telah mencapai kesepakatan bersama. Beberapa poin kesepakatan yang dibahas meliputi:

‎1. Transparansi Anggaran DPRD: Bupati sepakat bahwa penggunaan anggaran DPRD perlu dijabarkan secara nyata, akuntabel, dan bertanggung jawab.
‎2. Reses Anggota Dewan: Anggota dewan akan mempertanggungjawabkan secara moral dan politis hasil reses mereka.
‎3. Peningkatan IPM: Pemerintah berkomitmen untuk fokus pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satunya dengan program beasiswa 1.000 mahasiswa.
‎4. Perbaikan Infrastruktur: Bupati menjanjikan perbaikan 139 jalan dan irigasi yang didedikasikan untuk kemajuan masyarakat.

‎Ia juga mengapresiasi cara aksi mahasiswa yang santun dan kondusif.

‎”Saya ucapkan terima kasih kepada aliansi mahasiswa sudah tertib dalam aksi ini,” tambahnya.

‎Sementara itu, Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Garut, Adrian Hidayat, menjelaskan bahwa dari 6 tuntutan, poin-poin yang berkaitan dengan Kabupaten Garut telah diakomodir oleh DPRD. Tuntutan utama mereka adalah transparansi kinerja dan anggaran DPRD, perbaikan kode etik dewan, dan fokus pemerintah pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

‎Adrian menegaskan bahwa aksi yang melibatkan sekitar 600-700 massa ini berjalan kondusif.

‎”Garut ingin menjadikan sebagai contoh panggung demonstrasi yang lebih mendekatkan kepada aksi damai, tidak ada provokasi dan tidak ada anarkis atau kekerasan,” katanya.

‎Ia juga meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) di Garut tidak melakukan tindakan represif terhadap aksi mahasiswa ke depannya. Adrian berharap, legislatif, eksekutif, dan yudikatif dapat selalu terbuka untuk berdialog langsung dengan mahasiswa.

‎Berikut adalah poin-poin kesepakatan dari hasil pertemuan:
‎1. DPRD Kabupaten Garut siap melaksanakan transparansi kinerja dan pertanggungjawaban anggaran melalui publikasi media.
‎2. DPRD akan melaporkan secara tertulis hasil reses.
‎3. DPRD segera merevisi peraturan tata tertib serta menyelesaikan peraturan tentang kode etik dan tata beracara.
‎4. Pemerintah Kabupaten Garut akan memprioritaskan peningkatan IPM.
‎5. Mendesak Bupati Kabupaten Garut untuk segera menyelesaikan kekosongan jabatan di setiap SKPD.
‎6. Menuntut (Aparat Penegak Hukum) APH Kabupaten Garut untuk menjamin keamanan dan kebebasan berpendapat tanpa adanya refresifitas dan pembungkaman di ruang publik.

( R Agus Sopian )

75 Siswa Kurang Mampu Siap Ikuti Sekolah Rakyat Rintisan di Garut

0
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, di wawancara di kantornya Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (1/9/2025).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, di wawancara di kantornya Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (1/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Sebanyak 75 siswa kurang mampu di Kabupaten Garut siap mengikuti Sekolah Rakyat Rintisan di Kabupaten Garut. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, saat ditemui di kantornya, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (1/9/2025).

‎Ia mengungkapkan ke-75 siswa ini merupakan hasil penjaringan dan telah melalui dua kali rapat pleno, hingga akhirnya ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Garut.

‎Adapun Sekolah Rakyat Rintisan ini, imbuh Aji, bertempat di Balai Latikan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, tepatnya di Jalan Raya Samarang Kabupaten Garut.

‎”Peserta didik sekolah rakyat ini terdiri dari masyarakat yang betul-betul berstatus sebagai desil 1 dan desil 2 yang kebanyakan yang putus sekolah, baik itu di SD maupun di SMP, dan yang selanjutnya mereka nanti kami sedang menunggu pelaksanaan sekolah rakyat ini, karena untuk BLK ini sekarang sedang direnovasi untuk persiapan nanti pelaksanaan sekolah rakyat dilakukan mungkin di bulan September tahun 2025,” ujar Aji.

‎Aji pun mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sangat serius untuk menghadirkan Sekolah Rakyat ini, bahkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025, Pemkab Garut menyiapkan anggaran sebesar Rp12 Miliar untuk pengadaan lahan yang nantinya akan dijadikan Sekolah Rakyat permanen.

‎”Nanti sekolah rakyat ini akan dibangun dari pemerintah pusat baik dari kementerian PU dan kementerian sosial yah, nanti rombongan belajarnya mungkin berbeda (dibanding Sekolah Rakyat Rintisan), lebih banyak rombongan belajarnya dan untuk ini Kabupaten Garut menangkap sekolah rakyat rintisan ini (sebagai) salah satu keseriusan (dan) keinginan dari pimpinan daerah Pak Bupati, Bu Wakil Bupati, Pak Sekda menginginkan ada sekolah rakyat rintisan di Kabupaten Garut, karena tidak semuanya kabupaten kota di Jawa Barat ini memiliki sekolah rakyat rintisan,” ucapnya.

‎Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lanjimsos) sekaligus Plt. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Garut, Linda Hastuti, menuturkan, di Sekolah Rakyat Rintisan ini tidak akan ada pembagian kelas seperti kelas 1, kelas 2 dan lain sebagainya, melainkan akan dibentuk rombongan belajar (Rombel), yakni Rombel SD dan SMP.

‎Adapun rincian siswa Sekolah Rakyat Rintisan di Kabupaten Garut yakni 25 siswa SD (18 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan) serta 50 siswa SMP (30 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan).

‎Berbeda dengan sekolah biasa, Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem _boarding_ atau asrama, di mana setiap harinya selain menerima pengajaran dari Guru atau tenaga pendidik, para siswa juga akan diberi makan bergizi sebanyak 3 kali, makanan ringan atau _snack_ 2 kali, kegiatan keagamaan, hingga beberapa sesi pemeriksaan kesehatan gratis.

‎”Jadi tidak hanya meningkatkan pendidikan tapi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan juga untuk anak anak yang di desil 1 dan 2,” tandasnya.

( R Agus Sopian )