Kamis, Juni 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 75

126 Panwascam se-Kabupaten Garut Resmi Dilantik

0
Pelaksanaan pelantikan 126 Panitia Panwascam se-Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Ballroom Banyu Alam Resort Hotel, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum'at (24/05/2024).
Pelaksanaan pelantikan 126 Panitia Panwascam se-Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Ballroom Banyu Alam Resort Hotel, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum'at (24/05/2024).

GTN.COM, Garut – Bertempat di Ballroom Banyu Alam Resort Hotel, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jum’at (24/05/2024), sebanyak 126 Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Garut resmi dilantik. Mereka dilantik langsung oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid.

Pelantikan ini merupakan tahap awal dari penyelenggaraan pengukuhan panitia pengawas Pemilu tingkat kecamatan, yang nantinya akan bertahap dilakukan pelantikan dan pengukuhan untuk panitia pengawas Pemilu di tingkat desa/kelurahan hingga di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan, penyelenggara Pemilu yakni Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan dua unsur yang sangat penting dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang nanti akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024.

Nurrodhin menilai, dinamika penyelenggaraan pilkada ini tentu akan lebih dinamis dibanding dengan penyelenggaraan Pemilu legislatif yang telah dilaksanakan bulan Februari lalu.

“Catatannya yang paling penting adalah bagaimana tim kerja di lapangan ini baik KPU maupun Bawaslu, dapat secara benar-benar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, dan mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku, baik untuk Bawaslu maupun untuk KPU,” ujar Nurrodhin ketika diwawancara seusai Pelantikan.

Menurutnya, kegiatan pengawasan pada Pemilu legislatif di Kabupaten Garut berjalan baik dan lancar, dibuktikan dengan kecilnya gugatan terkait dengan penyelenggaraan Pemilu, sehingga ia berharap kinerja panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) di berbagai tingkatan, bisa bekerja secara maksimal pada Pilkada nanti.

“Kami sangat berharap bahwa kinerja Panwaslu baik itu untuk Bawaslu kabupaten, Panwaslu Kecamatan, kemudian nanti PKD di tingkat desa, sampai PTPS di tingkat TPS, bekerja secara maksimal, sehingga meminimalisasi persoalan yang berkaitan dengan gugatan penyelenggaraan Pemilukada,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Garut, Ahmad Nurul Syahid, menuturkan, Panwascam yang dilantik dihasilkan melalui dua metode, yakni melalui hasil evaluasi Panwascam Pemilu 2024 dan melalui rekrutmen. Hasil evaluasi dimaksud adalah Panwascam Pemilu 2024 itu dievaluasi sehingga ada dua kategori, yakni memenuhi Syarat (MS) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Yang MS itu ada sekitar 71 orang, kemudian yang TMS 55 orang, kemudian untuk mengisi kekosongan yang TMS 55 orang, makanya kita membuka rekrutmen di beberapa kecamatan dengan jumlah 55 orang, akhirnya hasilnya yang hari ini dilantik,” jelas Ahmad.

Adapun tugas terdekat dari Panwascam ini, imbuh Ahmad, yaitu merekrut Panitia Pengawas Kelurahan atau Desa (PKD), kemudian mempersiapkan kesekretariatan, dan melakukan tahapan-tahapan pendataan pemilih.

“Pesannya untuk teman-teman Panwascam yang hari ini dilantik jaga integritas dan tingkatkan kualitas untuk memahami regulasi yang ada, sehingga dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya nanti tidak keluar dari regulasi,” pungkasnya. (Asopian)

23 Mahasiswa Unpam Laksanakan Penyuluhan Hukum kepada Aparat Desa di Garut

0
Pelaksanaan penyuluhan tentang hukum dari Mahasiswa Prodi Magister Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Pamulang, di Aula Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (24/05/2024).
Pelaksanaan penyuluhan tentang hukum dari Mahasiswa Prodi Magister Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Pamulang, di Aula Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (24/05/2024).

GTN.COM, Garut – Sebanyak 23 mahasiswa dari Program Studi Magister Hukum, Program Pascasarjana Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Garut. Kegiatan ini berupa penyuluhan hukum yang ditujukan bagi para kepala desa dan perangkat desa/kelurahan di Kecamatan Tarogong Kidul, dan berlangsung di Aula Desa Jayaraga, Jum’at (24/05/2024).

Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Garut bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Nia Gania Karyana; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Margiyanto; Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Ida Nurfarida; Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi; serta dosen dan mahasiswa Prodi Magister Hukum Unpam.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Garut bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Nia Gania Karyana, mengucapkan selamat datang kepada civitas akademika Unpam di Kabupaten Garut dan berterima kasih atas dipilihnya Garut sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

Gania berharap kehadiran mahasiswa Magister Hukum ini dapat memberikan pemahaman lebih mengenai masalah hukum, khususnya bagi para kepala desa dan kelurahan. Selain itu diharapkan kegiatan ini menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Garut dan berlanjut dengan kerjasama yang lebih mendalam.

“Mudah-mudahan bisa berlanjut kepada kerjasama yang lebih outputnya bermanfaat bagi kemajuan hukum di Kabupaten Garut,” ujar Gania.

Samuel Soewita, dosen Prodi Magister Hukum Unpam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat. Pihaknya berharap masyarakat menjadi lebih sadar hukum, memahami pentingnya hukum, dan menaati hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penyuluhan yang dilakukan meliputi berbagai topik hukum yang relevan dengan masyarakat, seperti masalah narkoba, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan lainnya. Samuel berharap _output_ yang ingin dihasilkan melalui pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat menjadi sadar akan hukum.

“Tindaklanjut setelah acara ini kita harapkan ada desa-desa yang dapat kita bina dalam hal pengetahuan tentang hukumnya, ada desa binaan,” tandasnya. (Asopian)

Lomba Seni Tradisi Pencak Silat Priangan Open 2024 Resmi Digelar di Garut

0
Pelaksanaan pembukaan Lomba Seni Tradisi Pencak Silat Priangan Open 2024 sdi Gedung Beladiri SOR Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (24/05/2024).
Pelaksanaan pembukaan Lomba Seni Tradisi Pencak Silat Priangan Open 2024 di Gedung Beladiri SOR Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (24/05/2024).

GTN.COM, Garut – Lomba Seni Tradisi Pencak Silat Priangan Open 2024 resmi digelar di Kabupaten Garut. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedy Mulyadi, di Gedung Beladiri SOR R.A.A Adiwidjaja, Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum’at (24/05/2024).

Menurut Ketua penyelenggara, Erwin Mohamad Dahlan, kegiatan Lomba Tradisi Pencak Silat Priangan Open 2024 ini akan dilaksanakan selama 3 hari hingga 26 Mei 2024 nanti, dengan 402 tampilan.

Beberapa kategori yang dilombakan, mulai dari kategori usia dini 1, usia dini, pra remaja, remaja, dan dewasa, di mana lomba seni tradisi ini menampilkan gerakan seni tradisi dari masing-masing paguron, debgan ciri khasnya.

“Tampilan untuk usia dini dan pra remaja itu tampilannya 2 menit, untuk remaja dan dewasa tampilannya 3 menit,” tuturnya.

Erwin, menjelaskan, lomba ini bertujuan untuk mengembangkan seni tradisi pencak silat sebagai warisan budaya leluhur, dengan harapan seni tradisi pencak silat ini bisa terus lestari.

“Harapannya bahwa seni tradisi tolong kepada instansi yang terkait ya, para birokrasi yang terkait, lestarikan seni budaya ini untuk sama-sama mendukung atas penyelenggaraan kegiatan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedy Mulyadi, menyampaikan, seni tradisi pencak silat ini adalah seni tradisi leluhur yang harus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat bersama pemerintah.

Ia menilai seni tradisi pencak silat harus menjadi salah satu ciri khas daerah Kabupaten Garut. Sehingga menurutnya, pencak silat ini harus dikembangkan, dipelihara, dan dilestarikan bersama.

“Di sini kami melihat antusiasme masyarakat, di mana anak-anak generasi muda yang masuk di dalam generasi yang akan menjadi generasi emas di masa yang akan datang, begitu semangat dan begitu aktif mereka untuk mengikuti lomba seni tradisi ini,” ujar Dedy.

Menyikapi hal tersebut, imbuh Dedy, tentunya pemerintah harus hadir dan memperhatikan tradisi pencak silat ini. Sehingga, pencak silat ini bisa terus berkembang dan lestari, sejalan dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni tradisi pencak silat.

“Tentu kami menyarankan apabila tadi ada keluhan tentang minimnya dukungan terhadap seni budaya atau seni tradisi pencak silat ini, tentu harus menjadi tugas kita bersama antara masyarakat dan pemerintah,” ucapnya.

Menurut Dedy, dukungan itu bisa dilakukan dan dikawal bersama terutama oleh para pelaku gerak seni budaya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa, kecamatan, sampai di tingkat kabupaten, tentu harus dikawal bersama,

Ia berharap ke depan generasi muda di Kabupaten Garut lebih banyak melakukan kegiatan bersifat positif dan mendorong untuk kemajuan budaya, sehingga ia mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan lomba seni tradisi pencak silat ini. (Asopian)

Polsek Cikajang Ringkus Pelaku Penipuan Dan Penggelapan Sepeda Motor Curian

0
Polisi Ringkus Pelaku Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor, Jumat (24/05/2024)
Polisi Ringkus Pelaku Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor, Jumat (24/05/2024)

GTN.COM, Garut – Bertempat di salah satu bengkel Jalan Raya Desa Mekarsari Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Polsek Cikajang Polres Garut berhasil amankan seorang pelaku diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan satu unit kendaraan sepeda motor, Jum’at (24/05/2024).

Pelaku tersebut adalah ”FM” (19) warga Kecamatan Banjarwangi, Aparat kepolisian melakukan penggerebekan berdasarkan informasi dari saksi bahwa pelaku datang bersama dengan “RA” (18) warga Kecamatan Banjarwangi, untuk melakukan transaksi jual beli kendaraan yang mencurigakan.

Namun, saat dilakukan penangkapan, pelaku berhasil melarikan diri. Berkat kerjasama antara Polsek Cikajang dan Polsek Banjarwangi, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di rumah orang tuanya di Kampung Libriya pada sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa pelaku telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan di wilayah Polsek Sukajadi Polrestabes Bandung. Kendaraan yang diamankan adalah satu unit kendaraan sepeda motor merk Yamaha R25, dengan nomor polisi Z 3636 MK.

Kapolres Garut AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono, S.H., menyebutkan karena kejadian tersebut tidak berada di wilayah hukum Polres Garut, barang bukti kendaraan bersama dengan pelaku “FM” (19) telah diserahkan kepada Unit Reskrim Polsek Sukajadi Polrestabes Bandung untuk di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Asopian)

Pelaku Pembunuhan Sadis terhadap IRT di Cikajang Garut Ditangkap di Kalimantan

0
Pelaku kasus pembunuhan IRT di Cikajang Garut saat dihadirkan dalam konferensi pers. Jumat (24/05/2024)
Pelaku kasus pembunuhan IRT di Cikajang Garut saat dihadirkan dalam konferensi pers. (Jumat 24/05/2024).

GTN.COM, Garut – Seorang pria bernama “OT” (31) warga Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis telah ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut atas dugaan pembunaan sadis, Jum’at pagi (24/05/2024).

Kapolres Garut AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo, S.H., M.M., mengatakan jika pelaku merupakan keponakan kandung dari korban yang juga adalah bibi nya sendiri.

Dalam kegiatan press release di depan awak media Kabupaten Garut, Kasat Reskrim Polres Garut mengungkapkan peristiwa tragis ini berawal dari kedatangan “OT” (31) di Terminal Guntur Garut pada sekitar pukul 16.00 WIB. Ia berusaha menghubungi adiknya untuk menjemputnya dengan sepeda motor.

“Namun jemputan tak kunjung datang, hingga akhirnya pelaku terpaksa naik minibus/elf sampai ke Cikajang. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju Kampung Badega dengan tujuan utama meminjam sepeda motor milik korban,” ungkap Ari.

Setibanya pelaku di rumah bibinya/korban Neneng (53) warga Kecamatan Cikajang, pelaku menceritakan niatnya untuk meminjam sepeda motor korban dengan durasi satu sampai dua hari dengan alasan untuk pulang ke Kota Banjar Jawa Barat.

Kemudian pelaku memaksa meminjam sepeda motor milik korban, namun Neneng menolak. Karena penolakan yang dilontarkan itu pelaku menjadi marah dan terjadilah pertengkaran yang tidak dapat dihindari.

‘Tak terima ditolak, pelaku mulai melakukan kekerasan fisik terhadap Neneng. Ia mendorong Neneng hingga jatuh, dan ketika Neneng mencoba membela diri dengan mengambil pisau dapur, pelaku merebutnya dan menyebabkan luka di tangan Neneng. Kemudian, dengan kejam, pelaku memukul Neneng menggunakan cobek batu berkali-kali ke arah muka korban hingga dipastikan korban tewas di lokasi,” kata Ari.

Frustasi tidak mendapatkan tujuannya, kemudian pelaku masuk ke kamar anak korban yang juga merupakan keponakannya sendiri yakni Olga (14) yang sedang tertidur, pelaku menanyakan dimana kunci motor dengan beralasan ada saudaranya yang kecelakaan.

Sempat merasa kebingungan Olga menanyakan keberadaan ibunya, dengan lantang dijawab oleh pelaku ibunya telah mendahului berangkat menuju lokasi sanak saudaranya yang kecelakaan. Tak kunjung diberikan keberadaan kunci motor pelaku pun dengan keji melakukan kekerasan fisik terhadap Olga.

“Pelaku menendang kaki Olga, lalu memukul kepala belakangnya agar terdiam karena sempat berteriak meminta tolong. Tidak lama kemudian pelaku melakban tangan dan kaki Olga dan mengancam akan memperkosanya jika tidak memberitahukan dimana keberadaan kunci motor tersebut,” ujar Ari.

Hingga akhirnya korban terpaksa memberitahukan keberadaan kunci motornya, namun diluar dugaan pelaku juga ingin membunuh keponakannya dengan cara membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak dua kali. Pelaku memastikan kematian korban dengan tidak adanya denyut nadi dan nafas, lalu jenazah korban ia seret ke ruang tengah bersama dengan jenazah Neneng, kemudian kedua jenazah tersebut ia tutupi dengan selimut serta mantel.

Meninggalkan kedua korbannya, pelaku pun berhasil membawa sepeda motor merk Honda Genio dan handphone milik korban lalu melarikan diri ke daerah Kabupaten Ciamis.

Diluar dugaan korban Olga (14) masih hidup dengan mengelabui pelaku pada saat itu hanya berpura-pura menahan nafas sehingga pelaku mengira dirinya sudah meninggal, atas kekejaman yang ia terima bersama ibunya korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Menurut dari hasil penyelidikan petugas pelaku menjual motor curiannya di Kabupaten Ciamis lalu melarikan diri ke wilayah Kabupaten Katapang Kalimantan Barat dengan bekerja sebagai penjual tahu. Bekerjasama dengan Polres Katapang Polda Kalbar, Tim Sat Reskrim Polres Garut akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku lalu memboyongnya ke Mapolres Garut.

“Dengan tindakan tegas dan terukur, petugas berhasil menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor korban, cobek batu, serta sejumlah pakaian berlumuran darah. Pelaku kini telah ditahan di Mapolres Garut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (Asopian)

Polsek Tarogong Kidul Grebek dan Amankan Lima Pemuda Pemudi Yang Mabuk Miras Di Muka Umum

0
Petugas kepolisian mengamankan lima anak muda di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, yang mabuk miras di muka umum, Rabu malam (22/05/2024).
Petugas kepolisian mengamankan lima anak muda di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, yang mabuk miras di muka umum, Rabu malam (22/05/2024).

GTN.COM, Garut – Menindaklanjuti keluhan atau aduan dari masyarakat melalui Whatsapp Taros Kapolres Garut, Polsek Tarogong Kidul berkolaborasi dengan Tim Sancang Polres Garut berhasil melakukan penggerebekan terhadap sekelompok pemuda dan pemudi yang tengah asyik mabuk miras di tempat umum. Rabu malam (22/05/2024).

Kapolres Garut AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarogong Kidul AKP Agus Kustanto, S.H., menyebutkan kegiatan penindakan tersebut terjadi di wilayah Kelurahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, sebanyak lima orang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dengan identitas “LD” (29) , “RG” (30) dan “AI” (22) yang merupakan warga Kecamatan Garut Kota, sedangkan 2 orang lainnya yakni “RA” (21) serta “FR” (23) merupakan warga Kecamatan Tarogong Kidul.

Agus mengatakan kelima orang yang diamankan tersebut dilaporkan oleh warga sekitar kerap kali melakukan aktifitas mabuk-mabukan dimuka umum sehingga menyebabkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar.

“Sekelompok pemuda dan pemudi yang terdiri dari empat orang laki-laki serta satu orang perempuan tersebut digiring ke Mapolsek Tarogong Kidul oleh petugas. Menurut pengakuan salah satu kelompok pemuda yang diamankan tersebut mereka mengakui telah mengkonsumsi miras beralkohol 70%.,” kata agus.

Pihak kepolisian melakukan pembinaan dan pendataan kepada kelompok pemuda dan pemudi tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga mereka untuk menjemput dan memberikan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa yang akan datang.

Aksi ini merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian dalam menegakkan aturan dan menjaga ketertiban masyarakat. Dengan demikian, upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran tersebut akan terus dilakukan guna menciptakan situasi yang aman, nyaman dan tentram bagi masyarakat Kabupaten Garut. (Asopian)

PAUD Kabupaten Garut Sabet Juara Umum di Jambore Merdeka Bermain Tingkat Jawa Barat

0
Bunda PAUD Kabupaten Garut, Sri Kartika, saat diwawancarai di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (22/5/2024).
Bunda PAUD Kabupaten Garut, Sri Kartika, saat diwawancarai di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (22/5/2024).

GTN.COM, Garut – PAUD Kabupaten Garut meraih Juara Umum tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Jambore Merdeka Bermain Pendidik PAUD. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia melalui Balai Besar Guru Penggerak Jawa Barat, di Kabupaten Kuningan pada 20-22 Mei 2024. Selain itu, Kabupaten Garut juga meraih juara I untuk kategori Bukti Karya Guru, dan juara II untuk ketegori Aksi Nyata.

Bunda PAUD Kabupaten Garut, Sri Kartika Adjidin, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian prestasi tersebut.

“Saya selaku Bunda PAUD Kabupaten Garut merasa bangga dan bahagia atas prestasi yang telah diraih oleh PAUD Kabupaten Garut dalam acara Jambore Merdeka Bermain Pendidik PAUD,” ujarnya saat diwawancarai seusai mengikuti acara Gebyar Donor Darah oleh TP PKK Kabupaten Garut, di Ruang Pamengkang, Pendopo Garut Kota, Rabu (22/5/2024).

Sri Kartika mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan bersama Pokja Bunda PAUD, IGTKI, HIMPAUDI dan seluruh stakeholder yang terlibat sehingga Kabupaten Garut berhasil meraih juara umum. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan kompetensi yang baik dari pendidik serta tenaga kependidikan PAUD di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

“Dengan PAUD Kabupaten Garut meraih prestasi ini tentu saja menjadi motivasi dan semangat bagi PAUD-PAUD Kabupaten Garut untuk terus menjadi lebih baik dan lebih berprestasi lagi,” lanjutnya.

Keberhasilan PAUD Kabupaten Garut meraih juara umum ini diharapkan menjadi motivasi serta inspirasi bagi PAUD di Kabupaten Garut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

(Asopian)

Pemkab Garut Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 9 Kali Berturut-turut

0
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menerima Dokumen LHP atas LKPD Kabupaten Garut TA 2023, dari Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Sudarmanto Eko Putra, di Aula Lt. 5 BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Jalan Moch. Toha Nomor 164, Kota Bandung, Rabu (22/05/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menerima Dokumen LHP atas LKPD Kabupaten Garut TA 2023, dari Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Sudarmanto Eko Putra, di Aula Lt. 5 BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Jalan Moch. Toha Nomor 164, Kota Bandung, Rabu (22/05/2024).

GTN.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Garut Tahun Anggaran (TA) 2023.

Dokumen LHP tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat, Sudarmanto Eko Putra, kepada Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, di Ruang Rapat Lantai 2 BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (22/05/2024). Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Garut, Hj. Euis Ida Warti’ah, Inspektur Daerah, Natsur Alwi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Erna Sugiarti, dan para pejabat administrator lainnya

Raihan ini menandai kesembilan kalinya secara berturut-turut memperoleh opini WTP sejak tahun 2015 untuk LHP atas LKPD Kabupaten Garut.

Barnas menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama para pegawai di lingkungan Pemkab Garut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran di Pemkab Garut yang telah bekerja keras dalam menyiapkan segala hal untuk LHP ini, sehingga Kabupaten Garut bisa meraih WTP yang kesembilan kalinya.

“Terima kasih kepada seluruh Pejabat Pengelola Keuangan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Kecamatan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Garut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-9 secara berturut-turut untuk Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD),” ujar Barnas.

Ia berharap, keberhasilan ini dapat menjadi pendorong semangat bagi seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Garut untuk terus menjaga konsistensi penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Semoga keberhasilan ini dapat menjadi spirit untuk menjaga konsistensi dalam penerapan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan penyelenggaraan pemerintahan,” tandasnya. (Asopian)

Pj. Bupati Garut Apresiasi Gebyar Donor Darah TP PKK

0
Pelaksanaan Gebyar Donor Darah dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (22/5/2024).
Pelaksanaan Gebyar Donor Darah dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (22/5/2024).

 

GTN.COM, Garut – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Garut menggelar acara Gebyar Donor Darah di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (22/5/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya darah bagi kehidupan manusia dan perlunya pengelolaan stok darah yang baik di Kabupaten Garut, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Garut dapat terpenuhi dengan baik.

“Darah adalah kombinasi plasma dan sel-sel yang bergerak di seluruh tubuh, artinya kalau tidak ada darah maka tidak ada kehidupan,” ujar Barnas.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan rutin yang melibatkan berbagai unsur, termasuk para donatur.

“Antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan darahnya cukup tinggi,” kata dr. Helmi.

Dr. Helmi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan misi kemanusiaan mengingat banyak masyarakat yang membutuhkan darah. Pihaknya menargetkan 800 labu dalam kegiatan ini.

“Kalau stok (darah saat ini) alhamdulilah. Jadi dalam hitungan PMI itu aman, walaupun misalkan ada yang kurang karena memang kan golongan darahnya ada 4, A B AB O, kadang-kadang bulan ini banyaknya A, nah ini kan yang sudah diprediksi sehingga sering kita minta donor pengganti,” ucapnya.

Ketua Penyelenggara, dr. Hani Firdiani, mengungkapkan bahwa TP PKK Kabupaten Garut telah rutin melaksanakan kegiatan donor darah selama 10 tahun untuk memenuhi kebutuhan stok darah di Garut yang mencapai 2.500 labu setiap bulannya. Pada tahun 2014, jelas Hanihanya sekitar 400 labu darah yang terpenuhi dari jumlah kebutuhan 2.500 labu, sehingga PMI Kabupaten Garut harus mencari pendonor hingga keluar daerah.

“Gerakan ini harus terus berlanjut demi mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak thalasemia, ibu melahirkan, ibu hamil, pasien pasca operasi, dan masyarakat lainnya,” kata dr. Hani.

Salah satu peserta donor darah, Jajang Surya Praja (65), yang juga Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Garut, mendapatkan penghargaan setelah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali sejak tahun 1992.

“Karena yang terpenting dalam hati kita itu berbuat yang terbaik untuk sesama manusia karena satu tetes darah itu adalah sangat berguna bagi yang lain,” ucap Jajang.

Pengalaman pertama Jajang mendonorkan darah adalah saat membantu seorang guru dari SMAN 1 Garut yang membutuhkan darah setelah operasi kanker rahim. Pengalaman inilah yang memicu dirinya untuk terus melaksanakan donor darah hingga saat ini.

“Jadi jangan takut darah tidak tergantikan, sama dengan infaq shodaqoh jangan takut merasa miskin, dan jangan merasa kehilangan darah, karena dengan donor darah itu jiwa akan tetap sehat insha Allah, insha Allah itu janji Allah,” tandasnya. (A Sopian)

Kabupaten Garut Siap Sukseskan Program GEBER SiJUMO dan JAMILAH

0
Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, memberikan sambutan dalam acara _Launching_ GEBER SiJUMO dan JAMILAH, di Aula Pondok Pesantren Persis Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (22/05/2024).
Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, memberikan sambutan dalam acara _Launching_ GEBER SiJUMO dan JAMILAH, di Aula Pondok Pesantren Persis Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (22/05/2024).

GTN.COM, Garut – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, meluncurkan program GEBER SiJUMO dan JAMILAH, yang merupakan akronim dari Gerakan Bersama Literasi Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD, Penggulangan TBC, dan Jaga Ibu Hamil serta Lingkungan Bersih dan Sehat dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman.

Peluncuran program ini dilakukan serentak di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, dengan pusat acara di Kota Majalengka. Di Kabupaten Garut, acara dilangsungkan di Aula Pondok Pesantren Persis Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Rabu (22/05/2024), dan dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin.

Dalam sambutannya, Barnas Adjidin mengapresiasi program SiJUMO dan JAMILAH yang diharapkan dapat menekan angka stunting, DBD, dan TBC di Kabupaten Garut. Ia berpesan kepada para siswa untuk menjaga kesehatan dengan makan yang cukup dan berolahraga.

“Jadi kalau sehat itu adik-adik bisa beraktivitas, bisa membantu orang lain, dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat,” ujar Barnas.

“Jadi kalau sehat itu ade-ade bisa beraktivitas, kalau sehat itu ade-ade bisa membantu orang lain, kalau sehat berarti nggak membuang biaya ya,” ujar Barnas di hadapan siswa-siswi yang hadir.

Barnas juga menyoroti pentingnya meminum tablet tambah darah bagi siswa perempuan untuk mencegah stunting pada anak.

“Saya minta nanti ada gerakan makan tablet tambah darah di sekolah-sekolah, supaya anak kita tidak stunting,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang stunting, DBD, TBC, dan imunisasi, sehingga mereka dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada teman dan keluarga. Ia berharap program ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Garut.Terlebih, ia mengungkapkan kasus stunting, DBD, hingga TBC di Kabupaten Garut masih cukup tinggi, serta capaian imunisasi pun menurutnya masih belum optimal.

“Kita mulai dari memang sekolah-sekolah, biar sekolah-sekolah itu juga nanti siswa-siswanya menjadi penggerak, baik untuk lingkungan sekolahnya sendiri  dirinya sendiri, kemudian juga di lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya,” tutur dr. Leli.

Ia berharap dengan di-_launching_-nya gerakan bersama SiJUMO dan JAMILAH ini bisa meningkatkan literasi anak sekolah terkait stunting, DBD, TBC, hingga imunisasi, dan nantinya para siwa bisa mengaplikasikan pengetahuannya baik bagi dirinya, di lingkungan sekolahnya, keluarganya, dan rumahnya.

Salah satu Superhero Jawa Barat (SOBAT) SiJUMO dari MTs Persis Tarogong, Daneira Kinaya Salsabila (14), memberikan edukasi tentang DBD di hadapan Pj Bupati Garut dan tamu undangan. Meskipun awalnya gugup, Daneira merasa senang bisa berbagi ilmu yang bermanfaat dengan banyak orang.

“Pastinya kan nervous ya gugup pastinya, tapi kalau udah ke depan, udah dijalanin makin ke sini makin enjoy sih Alhamdulillah,” katanya.

Ia berharap dengan adanya gerakan bersama SiJUMO dan JAMILAH ini, rekan-rekannya ataupun yang lainnya, bisa lebih _aware_ terhadap stunting, DBD, TBC, maupun imunisasi. (A Sopian)