Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 48

Polsek Pasirwangi Polres Garut Evakuasi Korban Laka Lantas

0

GTN.COM, Garut –Telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara dua sepeda motor di Jalan Raya Pasirwangi Kampung Datar Desa Pasirwangi Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut, Rabu (04/12/2024).

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kapolsek Pasirwangi Iptu Wahyono Aji, S.H., M.H., mengatakan kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy tanpa Nopol yang dikendarai Budi (45) dan sepeda motor Honda Beat Street dengan Nopol Z 6377 DAI yang dikendarai Rija (16).

Kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat Street datang dari arah Palnunjuk menuju Jalan Raya Pasirwangi.

Saat itu kendaraan tersebut berusaha mendahului kendaraan roda empat yang sedang terparkir di depannya.

Namun tiba tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Scoopy sehingga terjadi tabrakan di lokasi kejadian.

Akibat dari kecelakaan ini kedua sepeda motor yang terlibat mengalami kerusakan dan dua pengendara sepeda motor dan dua penumpang mengalami luka ringan dan luka berat.

“Korban langsung di bawa ke Puskesmas Godog Pasirwangi untuk mendapatkan pertolongan medis, dan 1 korban di rujuk ke RSU untuk perawatan lebih lanjut.” kata Aji. (R Agus Sopian)

Pj Bupati Garut Serahkan Bantuan Perbaikan Rutilahu

0
Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyerahkan secara simbolis bantuan Rutilahu untuk masyarakat Garut di Kantor Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (3/12/2024).
Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyerahkan secara simbolis bantuan Rutilahu untuk masyarakat Garut di Kantor Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (3/12/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun 2024, secara simbolis kepada 18 penerima manfaat. Acara berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (3/12/2024).

Bantuan ini diberikan kepada warga dari empat kecamatan, yakni Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, dan Leles. Dalam sambutannya, Barnas menegaskan perlu upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, salah satunya yaitu pengentasan kemiskinan.

Ia menyebutkan, kemiskinan dapat terlihat dari kondisi rumah yang tidak layak huni. Jika rumah bocor atau reyod, tentu akan mengganggu aktivitas penghuni, baik untuk istirahat maupun pekerjaan.

“Bagaimana bisa nyaman, lalu mau bekerja meninggalkan rumah karena pintu engselnya tidak berfungsi itu ada ketakutan, jadi sudah mah memang rumahnya tidak layak dia juga akan beraktivitas terganggu,” ungkap Barnas.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), dalam menyalurkan bantuan perbaikan Rutilahu. Barnas berharap masyarakat, pemerintah daerah, hingga tingkat desa maupun kelurahan untuk dapat bergotong royong menyelesaikan persoalan ini.

“Jadi bantuan ini betul-betul punya nilai yang tinggi walaupun bantuannya itu (nominalnya) kecil,” ucapnya.

Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Ahmad Mulyana, menjelaskan bahwa bantuan Rutilahu akan diberikan kepada 55 penerima manfaat di 44 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Setiap penerima akan memperoleh dana sebesar Rp15 juta untuk perbaikan rumah.

Ahmad berharap Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan pemerintah desa setempat dapat bekerja sama agar perbaikan rumah berjalan optimal.

“Jadi ini adalah bukan untuk pembangunan tapi perbaikan rumah yang tidak layak menjadi layak dan menjadi sehat, di mana yang tadinya tidak ada air bersih jadi mudah-mudahan dengan perbaikan ini rumah yang sehat itu bisa terpenuhi oleh semua penerima,” tandasnya. (R Agus Sopian)

Anggota DPRD Garut Bantu Ringankan Beban Wartawan yang Rumahnya Mengalami Musibah Kebakaran di Cibatu

0
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha Puja Turnawan mengunjungi Nendi Sajidin yang Mengalami Musibah kebakaran di Kampung Lembur Sawah, RT 02 RW 01, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Minggu (01/12/2024) siang.
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha Puja Turnawan mengunjungi Nendi Sajidin yang Mengalami Musibah kebakaran di Kampung Lembur Sawah, RT 02 RW 01, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Minggu (01/12/2024) siang.

GTN.COM, Garut – Meskipun hujan mengguyur, Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan, menyempatkan diri mengunjungi rumah wartawan Harian Garut News, Nandi Sajidin, yang mengalami kebakaran pada Sabtu, 30 November 2024, sekitar pukul 22.15 WIB. Insiden tersebut terjadi di Kampung Lembur Sawah, RT 02 RW 01, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Yudha menyampaikan bahwa rumah yang terbakar ini dihuni oleh Ibu Siti Muslihat dan keempat anak Nandi, yaitu Elzar Sham Khalifatul Ardi, Rendy Revyan Muslich, Randyca Fatwa Arrasy, dan Gyan Aditya Ardhanuy.

“Saya mengenal Kang Nandi sebagai sosok jurnalis yang selalu meliput berbagai kegiatan Pemerintah Kabupaten Garut, mulai dari kepala daerah hingga program kegiatan setiap SKPD. Begitu pula kiprah saya di legislatif sering masuk dalam pemberitaan Harian Garut News,” ujar Yudha.

Dalam kunjungannya, Yudha turut menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada keluarga Nandi. “Hari ini, saya datang untuk menguatkan hati Kang Nandi, Ibu Siti Muslihat, dan keempat anak mereka. Musibah ini sangat berat, karena mereka tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga seluruh harta benda yang hangus dilalap api,” ungkapnya.

Yudha berharap ada kolaborasi solidaritas dari berbagai pihak untuk membantu keluarga Nandi bangkit dari musibah ini. “Saya berharap ada dukungan dari rekan-rekan ASN di Pemkab Garut, KORPRI Garut, komunitas MARAG, serta CSR Bank BJB dan Baznas Garut, mari kita bahu membahu bergotong royong agar keluarga Kang Nandi bisa segera membangun kembali rumah mereka,” tutupnya. (Asopian)

Bey Machmudin Dilantik sebagai Deputi di Kementerian Sekretariat Negara

0

GTN.COM, Garut – Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin dilantik sebagai Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan, Kementerian Sekretariat Negara.

Bey dilantik bersama 24 pejabat lain oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kantor Kementerian Setneg, Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Dari keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara, pelantikan pejabat pimpinan tinggi madya sudah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 170/TPA tahun 2024 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

“Pelantikan (dilakukan) karena terdapat penyesuaian fungsi, peleburan fungsi Seskab di bawah Sekretariat Negara sehingga konsekuensinya terjadi rotasi, rotasi dan penugasan,” ujar Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi.

Selama menjabat sebagai Penjabat Gubernur Jabar sejak 5 September 2023, jabatan definitif Bey Machmudin adalah Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden sejak 2021, kemudian sejak 2024 menjadi Staf Ahli Komunikasi Politik dan Kehumasan Menteri Sekretaris Negara.

Bey Machmudin tetap akan menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur Jabar sampai ada keputusan baru, dan sambil menunggu Gubernur Jabar definitif hasil Pilgub 27 November lalu, ditetapkan KPU dan dilantik. (R Agus Sopian)

Tim Gabungan Mulai Tertibkan APK di Garut, Jelang Masa Tenang Pilkada 2024

0
Tim Gabungan mulai melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa wilayah di Kabupaten Garut, Minggu (24/11/2024).
Tim Gabungan mulai melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa wilayah di Kabupaten Garut, Minggu (24/11/2024).

GTN.COM, Garut – Tim Gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), unsur TNI/Polri, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) mulai melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di berbagai wilayah di Kabupaten Garut, Minggu (24/11/2024).

Penertiban APK ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif selama masa tenang Pilkada 2024, sehingga masyarakat dapat fokus mempersiapkan diri untuk memberikan hak suaranya pada hari pencoblosan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan untuk mendukung pelaksanaan masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yang berlangsung dari 24 hingga 26 November 2024.

“Penertiban dimulai tadi malam pukul 00.00 oleh tim Gabungan Satpol PP bersama Bawaslu didukung unsur TNI Polri di lokasi Jalan Ibrahim Adji Rancabango, diikuti secara serentak oleh tim tingkat kecamatan gabungan kecamatan dan panwascam didukung unsur Forkopim setempat,” ujar Kasatpol PP Garut, Minggu (24/11/2024).

Menurutnya, APK yang ditertibkan mencakup milik Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati serta Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur. Penurunan APK ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), yang mengharuskan Paslon atau pendukung menurunkannya secara mandiri paling lambat tiga hari sebelum hari pencoblosan.

“Setelah lewat waktu tersebut APK bukan milik Paslon atau partai pendukung , jadi bisa langsung dimusnahkan pada saat penertiban atau kalau ada masyarakat yg membutuhkan bisa diberikan secara cuma-cuma,” tandasnya. (R Agus Sopian)

Geger Warga Cibatu Garut Temukan Bayi Baru Lahir Nyangkut pada Semak-semak Pinggir Selokan

0

GTN.COM, Garut – Warga Kampung Sasak Beusi Desa Sindangsuka Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut di gemparkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup, Minggu (24/11/2024).

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kapolsek Cibatu AKP Wawan, S.H., mengatakan Bayi tersebut di temukan tersangkut di semak-semak pinggir selokan kecil di perbatasan Kampung Ciseupan dan Kampung Sasak Beusi sekitar pukul 07.30 Wib.

Awal mula kejadian ketika Wina Rizki (19), warga Kampung Sasak Beusi hendak membuang sampah. Saat berada di lokasi, ia mendengar suara tangisan bayi di dekat selokan kecil.

Karena merasa takut, ia memanggil ibunya, Neneng Sri Rahayu (41), untuk bersama-sama mencari sumber suara tersebut.

Setelah mencari, mereka menemukan seorang bayi laki-laki yang baru lahir, dalam keadaan tanpa pakaian, tersangkut di semak-semak di pinggir selokan kecil.

Polsek Cibatu yang menerima laporan langsung oleh TKP dan bersama warga mengevakuasi bayi tersebut ke Klinik Kusuma untuk mendapat perawatan medis.

Barang bukti yang di temukan di lokasi kejadian adalah kain selimut yang di gunakan untuk membungkus bayi tersebut.

“Identitas pelaku sudah di ketahui, saat ini anggota sedang melakukan pengejaran kepada pelaku.” Ujar Wawan. (R Agus Sopian)

KPU Garut: Masa Tenang Dimulai, Tidak Ada Lagi APK Terpasang

0
Pelaksanaan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) secara simbolis oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang berlangsung di area Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at malam (22/11/2024).
Pelaksanaan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) secara simbolis oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang berlangsung di area Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at malam (22/11/2024).

GTN.COM, Garut – Menjelang hari tenang dalam rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Garut melaksanakan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) secara simbolis di Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat malam (22/11/2024). Kegiatan ini disaksikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Pemerintah Kabupaten Garut.

Ketua KPU Kabupaten Garut, Dian Hasanudin, mengapresiasi langkah para paslon dalam membersihkan APK menjelang masa tenang. Tindakan ini sejalan dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kampanye, yang mengatur bahwa seluruh APK harus dibersihkan minimal tiga hari sebelum pencoblosan.

“Kalau hari ini paslon membersihkan sendiri alat peraga kampanyenya tentu ini adalah suatu yang baik dan mudah-mudahan ini bisa diiringi oleh semua tim di Kabupaten Garut ini, APK yang tersebar bisa dibersihkan sebelum masa tenang,” ucap Dian.

Dian menjelaskan, berdasarkan aturan, mulai tanggal 24 hingga hari pemungutan suara pada 27 November 2024, tidak boleh ada APK yang terpasang di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

Terkait kegiatan ini, Dian memaparkan bahwa
ini merupakan inisiatif para paslon, sementara KPU, Bawaslu, dan pemerintah daerah hanya hadir sebagai saksi dalam prosesi simbolis tersebut.

“Kami tidak mengarahkan, hanya memberitahu kaitan PKPU bahwa di dalam aturan siapa yang memasang alat peraga kampanye mereka lah yang harus membersihkan alat peraga kampanye tersebut,” lanjutnya.

Dian berharap semua pihak, termasuk partai politik dan relawan, segera menyelesaikan penertiban APK agar pelaksanaan masa tenang dan pemungutan suara berjalan lancar. Ia menambahkan, pihaknya akan fokus pada distribusi logistik pemilu ke tempat pemungutan suara (TPS), sementara Bawaslu memantau potensi pelanggaran, dan pemerintah daerah memastikan segala kebutuhan teknis berjalan sesuai rencana.

“Sehingga semua beriringan, taat, dan patuh terhadap regulasi yang ada,” tandasnya.

(R Agus Sopian)

Kapolres Garut Pimpin Langsung Pengamanan Pelaksanaan Kampanye Akbar

0

GTN.COM, Garut – Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Pimpin Pengamanan Pelaksanaan Kampanye Akbar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, Sabtu (23/11/2024).

Kampanye hari ini untuk Pasangan 01 melaksanakan kampanye dengan melakukan Istighosah di 17 Kecamatan seperti GOR KPGS Cikajang, pesantren Cikal Sukawening dan lokasi lainnya.

Sementara Pasangan 02 melaksanakan kampanye terpusat yang di laksanakan di SOR RAA Adiwijaya Ciateul kabupaten Garut.

Kegiatan ini rencananya di hadiri oleh ribuan peserta sehingga mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian untuk menjaga kelancaran jalannya kampanye.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Garut memimpin langsung seluruh personel pengamanan yang di siapkan untuk acara tersebut.

Kapolres Garut menyampaikan bahwa ratusan personel gabungan TNI Polri, Brimob, Dishub dan Sat Pol PP telah di terjunkan dalam tugas pengamanan kampanye akbar ini.

“Kami berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya acara ini. Pengamanan ini juga menjadi bagian dari dukungan kami terhadap pesta demokrasi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap detail acara sudah di persiapkan dengan baik, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pengaturan massa.

“Kami hadir untuk melayani masyarakat. Kami pastikan setiap langkah pengamanan di lakukan secara profesional, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif,” tambahnya.

Polres Garut tidak hanya fokus pada pengamanan di lokasi utama kampanye, namun juga menyiagakan personel di jalur yang di lalui peserta, Posko Kemenangan dan rumah para calon.

Hal ini di lakukan guna mengantisipasi terjadinya kemacetan serta potensi gangguan keamanan lainnya yang mungkin timbul selama berlangsungnya kegiatan.

Selain itu kami juga mengantisipasi hari libur yang arus lalu lintas di wilayah Garut selalu meningkat, sehingga semua masyarakat merasa nyaman.

“Dengan strategi pengamanan yang matang, kami optimis acara kampanye akbar ini dapat berjalan dengan kondusif hingga selesai.” Pungkas Fajar.

(R Agus Sopian)

Yudha Puja Turnawan Bantu Ringankan Beban Pak Ayi Ayatulloh yang Mengalami Musibah Kebakaran di Mekarjaya Bungbulang

0

GTN.COM, Garut – Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi Ayi Ayatulloh Korban kebakaran di Kampung Sukadana, RT 01 RW 08, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jumat (22/11/2024).

Yudha Puja Turnawan juga ditemani oleh
Benni Yandiana Camat bungbulang dan Ade Sahibul Ahsani kades Mekarjaya.

Yudha Puja Turnawan mengatakan, hari ini menengok pak ayi ayatulloh yang rumahnya kebakaran di hari rabu malam 20 november 2024 pukul 22.30 WIB di kampung sukadana RT 01 RW 08 desa mekarjaya kecamatan bungbulang.

“Namun berdasarkan dokumen kependudukan pak ayi dan keluarga tercatat warga dari kampung cikuya RT 03 RW 06 desa mekarjaya kecamatan bungbulang. Kedua kampung ini berdekatan dan pam ayi belum sempat mengganti dokumen kependudukannya,” kata Yudha dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Yudha, Rumah milik pak ayi ayatulloh terbakar tak tersisa dan ada tiga rumah yang terdampak yaitu milik pak hilman saleh, ibu rumaesih dan pak adang sulaeman. Untuk sementara pak ayi ayatulloh dan ketiga anaknya tinggal di rumah milik pak adang sulaeman.

“Kedatangan saya untuk menguatkan hati dan meringankan beban pak ayi dengan memberikan santunan uang dan bingkisan sembako. Saya juga memberikan tali asih sembako untuk tiga keluarga terdampak,” ujarnya.

Masih Kata Yudha, Berdasarkan penuturan pak ayi yang paling dibutuhkan oleh dirinya adalah seragam sekolah kedua anaknya yang bersekolah dan pakaian lainnya.

“Semoga pemkab garut bisa memberikan bantuan pembangunan rumah untuk pak ayi dan jetuga anaknya. Bantuan bisa dari APBD Garut atau kolaborasi pendanaan dari CSR atau BAZNAS. Semoga banyak pihak membantu pak ayi dan keluarga,” pungkasnya (***)

Diskominfo Garut Fasilitasi Simulasi CAT PPPK untuk 11 Pegawai Honorer

0
Pelaksanaan simulasi CAT PPPK di Ruang PIC Diskominfo Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (21/11/2024).
Pelaksanaan simulasi CAT PPPK di Ruang PIC Diskominfo Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (21/11/2024).

GTN.COM, Garut – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut memfasilitasi simulasi _Computer Assisted Test_ (CAT) bagi 11 pegawai honorer yang akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Gedung _Public Information Center_ (PIC) Diskominfo Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (21/11/2024). Simulasi tersebut dipantau langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Diskominfo, Egga Mahessa Suardi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Margiyanto, menjelaskan bahwa simulasi ini ditujukan untuk mempersiapkan khususnya tenaga honorer Diskominfo yang memenuhi kriteria agar lebih siap menghadapi tes PPPK yang dijadwalkan pada Desember mendatang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut dan didukung penuh oleh Diskominfo.

“Di dalam tes ini kita melakukan simulasi atau _try out_ untuk dijadikan sebagai sarana latihan bagi para tenaga honorer yang akan mengikuti tes CAT agar lebih siap dalam melaksanakan kegiatan tes,” ujar Margiyanto.

Margiyanto berpesan kepada para tenaga honorer di lingkup Diskominfo Garut yang saat ini sedang mengikuti seleksi PPPK, agar mengikuti segala tahapan seleksi dengan penuh tanggung jawab dan seoptimal mungkin.

“Belajar bersungguh-sungguh karena ini menjadi penentu masa depan terutama untuk penetapan status kepegawaian bagi teman-teman tenaga honorer di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut,” pesannya.

Margiyanto berharap simulasi ini dapat terus dilakukan secara bertahap hingga menjelang pelaksanaan tes. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan simulasi ini untuk mengasah kemampuan dan strategi menghadapi soal-soal tes.

“Kita berharap seluruh tenaga honorer yang memenuhi syarat dapat lulus dan mendapatkan nilai dengan baik,” tambah Margiyanto.

Salah satu peserta simulasi, Yogi Gunawan, mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti simulasi CAT PPPK. Ia mengakui bahwa soal-soal dalam simulasi cukup kompleks, sementara waktu yang diberikan tergolong singkat. Namun, ia merasa simulasi ini sangat membantu memberikan gambaran tentang ujian sebenarnya.q

“Kita perlu strategi dalam menyelesaikan soal-soal seperti yang disimulasikan. Simulasi ini menjadi langkah awal untuk belajar lebih intensif dan produktif, sehingga saat tes nanti kita bisa lebih siap, baik secara emosional maupun teknis,” ujar Yogi.

Yogi juga menerangkan, simulasi mencakup berbagai jenis soal, mulai dari hitungan, sejarah, hingga manajemen sosial kultural. Ia mengapresiasi pelaksanaan simulasi yang didukung dengan fasilitas dan jaringan yang memadai dari Diskominfo Garut.

“Secara teknis (pelaksanaan simulai) Kominfo itu udah lengkap ya, dari mulai jaringan, fasilitas sarana prasarana, udah lengkap, Alhamdulilah, cuman kendalanya kita belum ada persiapan saja, soalnya kan selain dari usia tuh yang sudah agak renta dan jarang belajar, sehingga itu jadi kendala utama, jadi perlunya belajar secara intensif lagi gitu,” katanya.

Yogi menyampaikan harapannya agar upaya ini dapat membantu para tenaga honorer mencapai impian mereka untuk menjadi PPPK. Untuk itu, dirinya bersama rekan-rekannya akan memaksimalkan waktu yang ada untuk terus belajar materi yang akan diujikan, termasuk terus mengikuti simulasi yang rencananya akan dilakukan secara berkala.

“Ini cita-cita yang sudah berpuluh-puluh tahun dicita-citakan oleh honorer, harapannya kita bisa melangkah mendapatkan SK atau status peningkatan kapasitas melalui honorer menjadi PPPK,” pungkasnya. (R Agus Sopian)