Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 58

Kapolsek Banjarwangi Hadiri Rapat Lokasi Kampanye Dan APK Pemilihan Serentak Tahun 2024

0

GTN.COM, Garut – Kapolsek Banjarwangi menghadiri rapat terbuka yang membahas lokasi pelaksanaan kampanye dan pemasangan alat peraga kampanye (APK) untuk pemilihan serentak tahun 2024 di Kampung Cigerek, Desa Banjarwangi, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Rabu (11/09/2024).

Rapat ini di hadiri oleh Ketua PPK, Danposmil 1116, Kasi Trantib Kecamatan Banjarwangi, Ketua Panwascam, Bhabinkamtibmas, serta staf anggota PPK dan Panwascam.

Kapolres Garut AKBP Mochammad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif, S.H., mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama masa kampanye.

Selain itu juga serta membahas teknis pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam rapat tersebut Amirudin menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kampanye. Amirudin juga menghimbau para peserta rapat untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masing-masing.

Hasil rapat ini telah di tentukan lokasi lokasi untuk kampanye dan juga lokasi untuk pemasangan APK sehingga di harapkan terciptanya suasana yang kondusif di wilayah hukum Polsek Banjarwangi selama masa kampanye pemilihan serentak tahun 2024. (Asopian)

Hujan Deras Picu Longsor di Garut, Akses Jalan dan Pemukiman Warga Terancam

0

GTN.COM, Garut – Longsor kembali melanda wilayah Garut, kali ini menerjang tiga kecamatan sekaligus: Peundeuy, Pasirwangi, dan Malangbong. Di Kecamatan Peundeuy, akibat longsor sempat memutus arus lalu lintas dan mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di daerah terdampak.

Camat Peundeuy, Dani Ramdani, melaporkan, longsor di wilayahnya terjadi pada pukul 05.00 WIB, Rabu (11/9/2024), di jalur Peundeuy – Cibalong, tepatnya di Desa Toblong, merusak jalan sepanjang 30 meter dan mengganggu akses sepanjang 100 meter dari titik longsor.

“Saat ini terdapat pergerakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor susulan. Panjang jalan yang terdampak sekitar 70 meter,” kata Dani.

Untuk penanganan lebih lanjut, saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menuju lokasi dengan membawa alat berat. Sementara itu, upaya pembukaan jalur alternatif sedang dilakukan bersama masyarakat.

Sebagai langkah penanganan awal, Dani bersama masyarakat berupaya membuka jalur alternatif dengan memanfaatkan bekas jalan yang dulunya digunakan oleh sebuah perusahaan. “Harapannya, jalan ini bisa menjadi alternatif sementara,” tambahnya.

Dani juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski kerusakan material berupa jalan yang amblas menjadi kendala utama.

“Untuk penanganan longsor juga ini kami tidak bisa bergerak lebih jauh, dan hanya bisa memportal dari jalur jalan ke antara Peundeuy dan Cibalong,” tandasnya.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak dari pergerakan tanah yang masih berpotensi terjadi.

Selain jalur lalulintas Camat Peundeuy juga melaporkan, bencana tanah longsor melanda Kampung Pasir Irnem, RT 01 RW 01, Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, dimana hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi pemicu terjadinya longsor, yang mengakibatkan dua rumah warga tertimbun material tanah.

Dani Ramdani mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari RW setempat, longsor terjadi pada dini hari saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Dua rumah yang terdampak adalah milik Taufik Hidayat dan Tedi Firmansyah, masing-masing dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menyebabkan kerusakan materiil yang cukup signifikan. Dua rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat tertimbun tanah, sementara para penghuni berhasil menyelamatkan diri.

Dibantu masyarakat, pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi terhadap para penyintas tempat yang lebih aman, di samping melakukan pendataan terhadap kerugian yang dialami.

Dani menyebutkan, saat ini para penyintas longsor sangat membutuhkan bantuan logistik, perlengkapan tidur seperti tikar dan selimut, serta dukungan lainnya. Pihaknya dan relawan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan segera tersalurkan.

Pihaknya juga terus memantau kondisi di lapangan dan berupaya mencegah kejadian serupa di masa depan dengan melakukan langkah-langkah pencegahan bencana. Koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban longsor ini.

Di Kecamatan Pasirwangi, longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Cigadog, Desa Padamukti. Camat Pasirwangi, Bambang Rudijanto, melaporkan bahwa longsor disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam. Akibatnya, Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 20 meter dengan tinggi 2 meter ambruk, dan dua unit rumah terancam jika terjadi longsor susulan. Meskipun kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Langkah tanggap darurat termasuk pembersihan material longsor dan koordinasi dengan warga setempat sudah dilakukan.

“Selain kerusakan pada TPT, ada dua unit rumah yang terancam apabila terjadi longsor susulan,” ujar Bambang.

Pihak kecamatan telah melakukan beberapa langkah tanggap darurat, termasuk pembersihan material longsor yang mendekati rumah terancam, pemadatan material TPT yang ambruk, serta koordinasi dengan ketua RT, ketua RW, dan warga setempat untuk terus memantau pergerakan tanah. Warga juga diimbau untuk waspada, terutama saat memasuki musim hujan.

Bambang menegaskan pentingnya kewaspadaan dan edukasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana serupa di kemudian hari.

Di Kecamatan Malangbong, longsor terjadi di Kampung Karanganyar, Desa Mekarmulya sekitar pukul 05.00 WIB. Camat Malangbong, Undang Saripudin, melaporkan, longsor berukuran lebar 40 meter dan tinggi 10 meter memerlukan bantuan segera, termasuk bronjong dan semen, untuk mencegah gangguan aktivitas masyarakat setempat.

Ketiga kecamatan tersebut telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk meminimalisir dampak dan memastikan keselamatan warga. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama selama musim hujan.

Pihak Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, kini masih melakukan _assessment_ dibtuga wilayah terdampak. Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengungkapkan, tim assessment kini sedang bekerja guna memastikan daerah terdampak dapat segerah pulih. Meski demikian jalur Peundeuy – Cibalong masih dilakukan upaya pemulihan melalui Dinas PUPR, dengan mengalihkan jalur alternatif, yaitu melaluiJalur Singajaya ke Amlong Cihurip, dan menuju Jl. Propinsi yaitu Jalur Cikajang-Pameungpeuk, mengarah ke Cibalong.

(Asopian)

Sekda Garut Pantau Kesiapan Penilaian P2WKSS di Desa Cipancar

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, melaksanakan monitoring kesiapan Penilaian Program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Selasa (10/9/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, melaksanakan monitoring kesiapan Penilaian Program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Selasa (10/9/2024).

GTN.COM, Garut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, melakukan monitoring kesiapan Penilaian Program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, pada Selasa (10/9/2024). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan P2WKSS berjalan dengan baik.

Sekda Garut menyatakan, monitoring dilakukan untuk menilai kondisi yang akan menjadi tanggung jawab masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut. “Masih banyak yang harus kita siapkan. Semua SKPD harus terlibat, dan saya harap masuk ke lokasi yang sudah diprakondisi karena pelaksanaan penilaian dijadwalkan pada bulan November,” ujar Nurdin.

Nurdin juga mengungkapkan kemungkinan penilaian P2WKSS dimajukan ke bulan Oktober, mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan Pilkada. Ia menginstruksikan SKPD terkait untuk segera melakukan persiapan, termasuk penanganan arus lalu lintas dan pemetaan area parkir oleh Dinas Perhubungan guna mengantisipasi kondisi jalan yang sempit.

Dalam pengecekan tersebut, Nurdin juga meminta update dari berbagai SKPD, seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) terkait program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengenai kondisi sarana lingkungan dan jalan. Selain itu, ia menginginkan agar Dinas Kesehatan, khususnya UPT Puskesmas, turun langsung untuk mempersiapkan kebutuhan dalam penilaian P2WKSS.

“Sekarang saya cek SKPD berapa misalkan Perkim berapa yang sudah masuk ini usulan 30 ternyata berapa yang sudah selesai untuk Rutilahu, kemudian juga saya melihat bagaimana teman-teman PUPR untuk merekondisikan jalan atau sarana-sarana lingkungan yang ada,” ucapnya.

Ia menegaskan, bahwa seluruh SKPD termasuk _leading sector_ yaitu Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, akan melakukan beberapa upaya, salah satunya mengenai kesiapan keterampilan para kaum wanita di Desa Cipancar.

“Saya ingin lakukan prakondisi bagaimana itu dilakukan teman-teman DPPKBPPPA, jadi saya ingin apa yang sudah dilakukan ini kan bukan kali pertama, artinya kan sering melakukan itu, artinya prakondisinya harus lebih siap dong, ini tujuan datang ke sini,” tandasnya.

(Asopian)

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Pantai Cikolomberan Garut, 2 Orang Hilang dan 1 Selamat

0

GTN.COM, Garut – Perahu nelayan bernama “Jitu” mengalami kecelakaan laut setelah dihantam gelombang tinggi di Pantai Cikolomberan, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Minggu (8/9/2024).

Perahu tersebut ditumpangi oleh tiga orang nelayan: Soni (40) sebagai juru mudi, serta dua anak buah kapal (ABK), Agung (20) dan Mukti (60), yang semuanya merupakan warga Kecamatan Pameungpeuk. Pada Sabtu malam (7/9/2024) sekitar pukul 21.00 WIB, perahu mereka dihantam ombak besar hingga terbalik di perairan Pantai Cikolomberan.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Polairud Polres Garut, AKP Anang Sonjaya, mengungkapkan bahwa salah satu ABK, Agung, berhasil selamat.

“Sedangkan Soni dan Mukti hingga saat ini masih dalam proses pencarian. Kami melakukan pemantauan dari Mercusuar menggunakan teropong, pencarian jalur darat dengan menyisir pesisir pantai, dan menggunakan perahu milik Sat Polairud,” ujar Anang.

Lebih lanjut, Aang menerangkan bahwa pihaknya juga telah menginformasikan kepada seluruh nelayan di pelabuhan agar ikut membantu mencari kedua korban tersebut.

“Kami juga menginformasikan kepada seluruh nelayan yang berada di pelabuhan agar ikut membantu mencari kedua korban tersebut. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi malam hari dan akan dilanjutkan esok pagi,” tutur Anang.

(Asopian)

Jalan Sehat dan _Car Free Day_ Warnai Peringatan HUT ke-79 RI di Garut

0
Pelaksanaan Jalan Sehat dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 yang berlangsung di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (8/9/2024).
Pelaksanaan Jalan Sehat dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 yang berlangsung di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (8/9/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, secara resmi melepas ribuan peserta jalan sehat dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (8/9/2024). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen, termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Garut, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), unsur kecamatan, dan masyarakat.

Barnas menyampaikan bahwa selain kegiatan Jalan Sehat, pada hari ini juga dilaksanakan _Car Free Day (CFD)_. Ia menegaskan, CFD akan berlangsung dua kali dalam sebulan, yaitu pada minggu pertama dan ketiga, dengan tujuan menyediakan berbagai layanan publik dari Pemkab Garut.

Melalui CFD ini, masyarakat dapat mengakses layanan seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), KTP, Nomor Izin Berusaha (NIB), dan lainnya. Barnas menyebutkan, pihaknya menyediakan layanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi hewan ternak.

“Kalau punya ternak ingin disuntik gratis, lalu bapak dan ibu yang ingin mengecek kesehatannya gratis, banyak juga layanan-layanan lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu,” ucap Barnas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), pihaknya menyelenggarakan Lomba Belanja di area PKL yang direlokasi sementara ke Jalan Pasar Baru. “Agar supaya para PKL yang dialihkan itu bahagia, kita ada lomba belanja untuk ditukarkan di tempat PKL. Jadi semua bahagia, tidak ada yang sedih,” ungkapnya.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, menjelaskan dalam pelaksanaan Jalan Sehat ini pihaknya menyediakan beberapa hadiah menarik, di antaranya yaitu 2 unit sepeda motor, 1 unit sepeda listrik, 3 unit sepeda, 1 unit mesin cuci, dan juga beberapa hadiah menarik lainnya.

(Asopian)

Kebakaran Lahan Bambu di Tarogong Kaler, Garut: 340 m² Lahan Hangus Terbakar

0
Petugas Disdamkar Garut dibantu aparat setempat dan masyarakat memadamkan kebakaran di sebuah lahan kebun bambu yang berlokasi di Kampung Cisanca, Desa Mekarwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (4/9/2024).
Petugas Disdamkar Garut dibantu aparat setempat dan masyarakat memadamkan kebakaran di sebuah lahan kebun bambu yang berlokasi di Kampung Cisanca, Desa Mekarwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (4/9/2024).

GTN.COM, Gatut – Kebakaran lahan kebun bambu seluas 340 m² terjadi di Kampung Cisanca, Desa Mekarwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 18.15 WIB. Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, melaporkan bahwa kebun bambu tersebut merupakan milik tiga warga setempat, yaitu H. Empon, H. Abas, dan H. Ikoh.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan melakukan patroli gabungan bersama pihak-pihak terkait lainnya. Upaya pemadaman kebakaran dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut dengan bantuan dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tarogong Kaler, aparatur Desa Mekarwangi, serta warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

(Asopian)

CFD dan Jalan Sehat Garut Akan Digelar Minggu Depan, Ini Rutenya !

0
Pelaksanaan Rapat Persiapan _Car Free Day_ (CFD) dan Jalan Sehat yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (3/9/2024).
Pelaksanaan Rapat Persiapan _Car Free Day_ (CFD) dan Jalan Sehat yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (3/9/2024).

GTN.COM, Garut – Kegiatan Car Free Day kembali digelar pada Minggu, 8 September 2024. Kegiatan ini bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia dan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menyampaikan bahwa CFD akan dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, dengan rute dari perempatan Rutan Garut hingga Asia Toserba.

“CFD ini menjadi salah satu upaya kami untuk mendorong masyarakat berolahraga dan berinteraksi,” ujar Bambang, usai memimpin rapat persiapan Car Free Day (CFD) dan Jalan Sehat di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Tarogong Kidul, Selasa (3/9/2024).

Sedangkan untuk rute Jalan Sehat, peserta akan memulai perjalanan dari Alun-alun Garut, melewati Jalan Ahmad Yani – eks Bioskop Intan – Jalan Gunung Putri – Jalan Ciledug – Jalan Ranggalawe – Kiansantang – kembali di Alun-alun Garut.

“Ya tentu saja pihak terkait dengan pelaksanaan ini, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh SKPD termasuk dari Satlantas Polres dan kodim 0611 Garut,” ungkapnya.

Seperti pelaksanaan Car Free Day sebelumnya, acara tersebut juga akan menghadirkan stand pelayanan publik dari beberapa instansi, termasuk Disdukcapil, DPMPT, dan instansi vertikal seperti layanan SIM, STNK, dan Samsat. Selain itu, imbuh Bambang, peserta Jalan Sehat akan diarahkan untuk berbelanja di Pasar Baru sebagai bagian dari konsep acara.

“Tambahan konsep tersebut yaitu ada rencana belanja di PKL, di Pasar Baru. Jadi nanti kita akan arahkan juga peserta jalan santai untuk berkunjung ke pasar baru,” ucap Bambang.

Sebagai penunjang, Pemkab Garut menyediakan empat lokasi kantong parkir, yakni di Ex Bakorwil, Lapangan Kodim 0611/Garut, Islamic Center, dan Stasiun Kereta Api. Bambang berharap acara ini dapat menjadi sarana masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi secara sehat.

“Tentu ini harapannya sebagai sarana masyakarat untuk berolahraga dan berinteraksi lah, jadi silakan saja untuk berkunjung ke Car Free Day maupun ke Jalan Santai,” tutupnya.

(Asopian)

Satlantas Polres Garut Gelar Ramchek Kendaraan Umum di Terminal Guntur

0

GTN.COM, Garut – Polres Garut melaksanakan kegiatan Ramp Check kepada kendaraan angkutan umum sebagai upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Garut, Selasa (03/09/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi pelaksanaan di Terminal Guntur.

Berbagai pihak terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, termasuk Kasat Lantas Polres Garut, Kbo Sat Lantas Polres Garut, Kanit Gakum, Kanit Kamsel Lantas, personil Satlantas Polres Garut, dan personil penguji laik kendaraan dari Dishub Kab.Garut.

Kegiatan ramchek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan pengecekan administrasi dan kelayakan kendaraan angkutan umum yang beroperasi di daerah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, para petugas melakukan pengecekan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan serta kondisi fisik kendaraan, seperti lampu sein dan kendaraan yang sudah melebihi batas usia.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Garut IPTU Aang Andi Suhandi, S.A.P., mengatakan Kegiatan ramchek ini adalah upaya kami untuk meminimalisir angka kecelakaan di wilayah Polres Garut, sehingga para penumpang dapat merasa aman dan nyaman dalam perjalanan mereka.

Himbauan ini juga mengajak para sopir bus untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan mereka sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama di jalan raya.

“Kami berharap kolaborasi antara kepolisian dan para pengemudi dapat terus berlangsung untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Garut,” ujar Aang.

(Asopian)

Pemkab Garut Instruksikan Camat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Zona _Megathrust_

0
Sekretaris Daerah ex officio Kepala BPBD Kabupaten Garut (Foto : Dok. Diskominfo Kab. Garut).
Sekretaris Daerah ex officio Kepala BPBD Kabupaten Garut (Foto : Dok. Diskominfo Kab. Garut).

GTN.COM, Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengambil langkah dalam rangka kesiapsiagaan di zona _megathrust_ , terutama di daerah pesisir pantai wilayah selatan Garut, meliputi wilayah pesisir Kecamatan Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cikelet, Mekarmukti, Pakenjeng, Kecamatan Pameungpeuk. Langkah dimaksud dituangkan dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, pada Senin (26/8/2024).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengingatkan kesiapsiagaan wilayah-wilayah di Zona &Megathrust_ Indonesia, yang berpotensi dilanda gempa besar dan tsunami. Surat tersebut juga merujuk pada Surat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor: B-399/BNPB/D-II/BP.03.03/08/2024 tertanggal 23 Agustus 2024.

Melalui surat itu Sekda Nurdin Yana mengimbau para camat untuk mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan guna mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami.

Selain melakukan pengecekan kembali kesiapan alat-alat peringatan dini, sistem komunikasi kebencanaan, dan memastikan jalur evakuasi, serta lapangan/bangunan Tempat Evakuasi Sementara/Akhir (TES/TEA), para camat diinstruksikan untuk menyosialisasikan, mengedukasi serta meningkatkan literasi kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman risiko gempa bumi dan tsunami. Meski demikian masyarakat diminta agar tetap tenang namun tetap waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Dalam rangka kesiapsiagaan, para camat diminta untuk mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya yang ada di wilayahnya masing-masing, mulai dari sumber daya manusia, sumber mata air, peralatan, logistik, dan lain-lainnya.

Camat juga diminta untuk mengoptimalkan peran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Forum Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA), Forum Pengura Risiko Bencana (FPRB), serta relawan bencana.

Untuk koordinasi penanganan darurat bencana, masyarakat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Garut melalui Call Center di nomor 0852-2061-1117.

(Asopian)

Polisi Selidiki Tiga Remaja Yang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Peundeuy Garut

0

GTN.COM, Garut – Polres Garut melakukan penyelidikan terhadap kasus minuman racikan yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut, Minggu (1/9/2024).

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Narkoba AKP Usep Sudirman, S.H., mengatakan kejadian tersebut di Desa Peundeuy Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut.

Lanjut Usep, kejadian berawal ketika pada hari jumat (30/8/2024) di TKP 9 orang berkumpul dan meracik minuman yang di campur dengan alkohol 70 %, minuman energi dan campuran lainnya.

Kemudian ke 9 orang tersebut minum bersama sama, akibat dari mengkonsumsi minuman racikan tersebut efeknya terasa pada hari minggu.

Dari 9 orang, 3 orang yang meninggal dunia yaitu DA (16), AA (22) dan PN (17) yang semuanya merupakan warga Kecamatan Peundeuy.

Sementara yang masih di rawat RYI (17) di rawat di PKM Peundeuy dan AA (19) di rawat di RSUD Garut.

Sementara itu 4 orang sudah di perbolehkan pulang adalah MF (19) RM (18), W (19) dan IU (16) yang semua juga merupakan warga Kecamatan Peundeuy.

“Hasil pemeriksaan sementara para saksi bahwa Alkohol 70 % tersebut di beli melalui toko online, saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk kasus tersebut.” Pungkas Usep.

(Asopian)