Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 63

Hari Keluarga dan Anak Nasional: Pj Bupati Garut Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

0
Pelaksanaan pemberian apresiasi dan penganugerahan Program Bangga Kencana pada momentum Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/8/2024).
Pelaksanaan pemberian apresiasi dan penganugerahan Program Bangga Kencana pada momentum Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/8/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memberikan apresiasi dan penganugerahan Program Bangga Kencana pada perayaan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tingkat Kabupaten Garut. Acara ini berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/8/2024).

Pj Bupati Garut menekankan pentingnya perayaan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional. Menurut Barnas, keluarga memiliki peran vital dalam pendidikan, kesehatan, dan moral anak-anak, yang diharapkan mampu menghasilkan generasi unggul.

“Keluarga harus memberi pendidikan, kesehatan, ilmu, dan akhlak sehingga anak-anak yang lahir menjadi anak yang unggul,” ujar Barnas. Ia menegaskan bahwa keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang baik pula. Keluarga yang bisa membina anaknya maka akan menghasilkan anak yang unggul.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa, menjelaskan bahwa Hari Keluarga merupakan upaya pemerintah untuk menyosialisasikan peran keluarga dalam mengatasi persoalan yang menghambat pembangunan. HARGANAS ditetapkan pada 29 Juni setiap tahunnya.

“Untuk mewujudkan SDM berkualitas, peran seluruh stakeholder dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting sangat penting,” kata Fazar. Ia menambahkan bahwa pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari peningkatan kualitas keluarga, sehingga dapat menimbulkan rasa aman, tentram, serta harapan masa depan yang lebih baik.

Fazar juga menyebutkan tiga indikator penting dalam menciptakan keluarga berkualitas: ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga. “Dari ketiga indikator tersebut, akan tercipta keluarga yang tangguh dan berdaya saing,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, berharap peringatan HARGANAS dan HAN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Karena sejatinya peringatan HARGANAS dan HAN ini bukan hanya momentum pesta perayaan saja, tetapi lebih jauh agar memberikan output dan outcame yang dapat dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Garut,” ujar Yayan.

Yayan menerangkan, maksud dari diselenggarakannya kegiatan ini salah satunya adalah mensinergikan visi, misi, serta komitmen dan perspektif terhada program kependudukan, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak di Kabupaten Garut.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta dari berbagai stakeholder. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh DPPKBPPPA Kabupaten Garut di antaranya adalah pembuatan klip video penanganan stunting di tiap kecamatan, pemilihan duta generasi berencana terbaik, dan berbagai kegiatan lainnya. (Asopian)

Polsek Singajaya Evakuasi Laka Lantas Elf Mikrobus Masuk Jurang

0

GTN.COM, Garut – Polsek Singajaya Polres Garut evakuasi korban laka lantas kendaraan Elf Mikrobus Nopol Z 7851 DB yang masuk ke dalam jurang. Rabu (07/08/2024) pukul 12.30 Wib.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kapolsek AKP Anas Nasrudin mengatakan kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Desa antara desa Pancasura – Desa Sukamulya Tepatnya di Kampung Cibancet Desa Pancasura Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut.

Lanjut Anas, kejadian bermula ketika Mikrobus Nopol Z 7851 DB yang di kemudikan oleh Asep Sudrajat (40) datang dari arah desa pancasura menuju kearah desa sukamulya sewaktu melintasi jalan lurus menurun di duga rem tidak berfungsi dengan baik sehingga menabrak Kendaraan mitsubishi pick up Nopol D 8320 WB yang di kemudikan Nandang yang pada saat itu sedang berhenti di kiri jalan.

Setelah menabrak kendaraan Pick Up, kendaraan Mikrobus terpental ke sebelah kanan dan terperosok ke jurang sedalam sekitar 6 meter.

Akibat kejadian tersebut 3 orang mengalami luka – luka yaitu Pengemudi Asep Sudrajat warga Banjarwangi, Pengemudi Pick Up Nandang (61) warga Singajaya dan Sifa Rahma (20) Warga Singajaya.

Polsek Singajaya bersama dengan PKM Singajaya dan Damkar segera melakukan evakuasi kepada para korban, setelah di evakuasi Nandang dan Sifa di rujuk ke RSU dr. Slamet.

“Sampai malam ini kendaraan Mikrobus masih berusaha di evakuasi oleh Anggota Polsek Singajaya bersama dengan Damkar dan warga.”Pungkas Anas. (Asopian)

BPBD Garut Gelar Jambore Relawan di Situ Bagendit

0
Pelaksanaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana yang bertempat di objek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (7/8/2024).
Pelaksanaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana yang bertempat di objek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (7/8/2024).

GTN.COM, Garut – Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki beragam ancaman bencana di antaranya bencana alam, bencana non alam, maupun bencana sosial. Berdasarkan kajian, Kabupaten Garut memiliki 14 jenis ancaman bencana yang memerlukan penanganan dari semua pihak.

“Hasil kajian dari BNPB menunjukkan bahwa Indeks Risiko Bencana (IRB) Kabupaten Garut Tahun 2023 adalah sebesar 147.39, dan termasuk ke dalam risiko bencana tinggi,” ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, Rabu (7/8/2024), usai membuka Jambore Relawan Penanggulangan Bencana di objek wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi.

Bambang juga menerangkan, bahwa hingga tanggal 30 Juni Tahun 2024, tercatat di Kabupaten Garut telah terjadi sebanyak 124 kejadian bencana yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah yang meliputi tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.

“Melihat kondisi tersebut, tentunya perlu dilakukan berbagai upaya penanggulangan penanganan bencana yang terarah, menyeluruh, dan terpadu, baik pada tahap pra bencana, tanggap darurat, maupun pasca bencana,” lanjutnya.

Salah satu upaya penting adalah pendidikan dan pelatihan kebencanaan bagi relawan. Bambang berharap jambore ini dapat meningkatkan kompetensi relawan dalam manajemen penanggulangan bencana, teknik SAR dalam air _(water rescue)_, serta teknik evakuasi dan pertolongan darurat.

“Kegiatan jambore relawan dalam rangka penanggulangan bencana tahun 2024 diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi relawan penanggulangan bencana khususnya pada topik manajemen penanggulangan bencana teknik SAR dalam air atau _water rescue_, serta teknik pengevakuasi dan pertolongan gawat darurat pada korban terdampak bencana,” ujarnya.

Penanganan bencana, kata Bambang, tidak hanya bisa diselesaikan oleh satu pihak saja namun memerlukan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefullah, menyatakan bahwa jambore ini bertujuan meningkatkan kompetensi relawan dalam manajemen penanggulangan bencana untuk menunjang peran dan fungsi relawan penanggulangan bencana, khususnya pada keadaan darurat bencana. Kegiatan ini diikuti oleh 161 peserta dari berbagai organisasi dan diisi oleh pemateri dari BPBD Garut, FAJI Jawa Barat, FAJI Garut, BMKG, dan PMI Cabang Garut.

“Tujuannya, peningkatan kompetensi relawan penanggulangan bencana pada topik manajemen penanggulangan bencana, teknik SAR dalam air serta teknik evakuasi pertolongan pertama kegawatdaruratan pada korban terdampak bencana,” ungkapnya. (Asopian)

Polres Garut Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Mantap Praja Lodaya 2024

0

GTN.COM, Garut – Dalam rangka persiapan pengamanan pemilihan gubernur/wagub, bupati/wabup atau pilkada, Polres Garut menggelar kegiatan rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral Ops Mantap Praja Lodaya 2024, Selasa (06/08/2024).

Rakor ini diselenggarakan di Aula Mumun Surachman Mapolres Garut. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Asda 1 Bidang Pemerintahan (mewakili Pj Bupati Garut) Drs. Bambang Hafid, Kepala Kejaksaan Negeri Garut Dr. Halila Rama Purnama, S.H., M.Hum., Dandenpom III/2/Garut Letkol CPM (K) Wiana Warsanah, S.H., Waka Polres Garut Kompol Dhoni Erwanto S.Si., S.I.K., M.H., M.I.K., Ketua KPU Kab. Garut Dian Hasanudin, S.E., Ketua Bawaslu Kab. Garut Ahmad Nurul Syahid, S.Pd.I., serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.

Kapolres Garut dalam sambutannya mengapresiasi kerja sama semua pihak yang telah berkontribusi menjaga kondusifitas daerah. Beliau menjelaskan bahwa operasi Mantap Praja adalah upaya Polri dan seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman selama pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Garut.

Lanjut ia menambahkan jika rakor ini bertujuan untuk menyelaraskan komunikasi, membangun persepsi yang sama, serta mengevaluasi kesiapan dalam menghadapi pemilukada 2024.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya sinergi antar instansi dengan memenuhi standar minimum kesiapan, yakni Asta Siap, yang meliputi kesiapan dokumen, posko, pelatihan, kondisi kamtibmas, masyarakat, pers, sarpras, dan anggaran.

Kabag Ops Polres Garut Kompol Maolana, menguraikan langkah-langkah Polres dalam Pengamanan Pilkada 2024 di Garut, termasuk kesiapan administrasi, posko, pelatihan, serta keterlibatan masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan mengenai kesiapan pengamanan Pilkada Tahun 2024, dengan tujuan utama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Garut. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada 2024 khususnya di wilayah Kabupaten Garut. (Asopian)

Pemkab Garut Terima Kunjungan 37 Peserta Pelatihan JFP Kemenkes untuk Penanganan Stunting

0
Pelaksanaan kunjungan lapangan peserta pelatihan JFP tingkat Pertama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (6/8/2024)
Pelaksanaan kunjungan lapangan peserta pelatihan JFP tingkat Pertama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (6/8/2024)

GTN.COM, Garut – Kabupaten Garut menjadi lokasi kunjungan lapangan 37 peserta pelatihan Jabatan Fungsional Perencana (JFP) Tingkat Pertama yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerja sama dengan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kegiatan ini berlangsung di Aula Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (6/8/2024).

Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan ini dan akan memanfaatkannya untuk memperkaya alternatif kebijakan publik dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Garut, karena menurutnya melalui kunjungan lapangan ini para JFP Kemenkes akan memotret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, khususnya terkait upaya pemerintah daerah dalam mengatasi stunting.

“Potret ini nanti hasilnya akan dirumuskan dan didiskusikan. Kemudian, akan menjadi rekomendasi yang bermanfaat untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Garut guna menurunkan angka stunting secara optimal,” ujar Didit.

Didit berharap kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting. Menurutnya, bantuan potret dari para peserta pelatihan akan memperkaya strategi intervensi stunting yang telah dilakukan.

Di sisi lain, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN (P2KASN) Kemenkes RI, Dwi Meilani, mengapresiasi Pemkab Garut yang menerima kunjungan ini dengan hangat. Dwi menjelaskan, peserta pelatihan adalah JFP yang sedang menjalani pelatihan untuk menjadi perencana pertama, dengan bantuan dari Bappenas dan Unpad.

Pihaknya memilih Kabupaten Garut karena banyak praktik baik dalam penanganan stunting yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Garut.

“Maksud dan tujuannya yang pertama meningkatkan kompetensi teman-teman dulu nih para perencana karena ini adalah bentuknya pelatihan,” jelas Dwi.

Selain itu, kegiatan ini memberikan juga kepada peserta sudut pandang yang berbeda bagaimana mengatasi sebuah permasalahan, sehingga dengan kegiatan ini dapat membangun jejaring antara pusat dan daerah untuk bersinergi dalam penanganan stunting di masa depan.

Ketua Program (Prodi) Magister Ekonomi Terapan (MET) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unpad, Bayu Kharisma, juga menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat merasakan langsung proses perencanaan di daerah dan mengimplementasikan teori yang didapatkan dalam kelas.

“Mereka tidak hanya menerima konsep perencanaan di kelas, tetapi juga menerapkannya untuk mengatasi masalah seperti stunting, pengangguran, inflasi, dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut,” tandas Bayu. (Asopian)

Pj Bupati Garut Ajak SKPD dan Mayarakat untuk Makmurkan Masjid

0
*Ca Pj. Bupati Garut memberikan arahan dalam Apel Pagi Gabungan di lingkungan Pemjan Garut, Senin (05/08/2024)
Pj. Bupati Garut memberikan arahan dalam Apel Pagi Gabungan di lingkungan Pemjan Garut, Senin (05/08/2024)

GTN.COM, Garut – Dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan Pegawai Pemerintah baik ASN maupun non ASN serta mendukung terciptanya nilai-nilai ASN BerAKHLAK, Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, mengajak jajarannya untuk memakmurkan masjid. Ia menekankan pentingnya salat berjamaah, termasuk salat subuh, baik di lingkungan kerja maupun di tempat tinggal masing-masing.

Barnas Adjidin mengajak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut untuk menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Agung Garut. Ia juga mengajak semua pihak untuk memakmurkan masjid, baik di lingkungan kerja maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan salat berjamaah, termasuk salat subuh.

“Saya meminta para Camat untuk mengimbau aparatnya baik desa atau tokoh masyarakat atau siapapun untuk bisa memeriahkan masjid tersebut minimal salat subuh,” kata Pj. Bupati Garut, saat memimpin Apel Pagi Gabungan, di Lapang Setda Kabupaten Garut, Senin (05/08/2024).

Upaya ini, imbuh Barnas, bukan sesuatu yang tidak ada tujuan untuk lebih mendekatkan dan berserah diri lagi kepada Allah SWT dalam rangka menjalankan tugas kehidupan baik untuk diri sendiri maupun keluarga dan masyarakat sekitar.

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kebersamaan dan kekhusyukan dalam beribadah, serta mempererat tali silaturahmi antar pegawai di lingkungan Pemkab Garutz, dan jamaah di lingkungan masjid berada.

Ajakan tersebut kini telah dituangkan dalam Surat Himbauan bernomor 400.8.2.9/3167/Kesra, tanggal 1 Agustus 2024, tentang Himbauan Memakmurkan Masjid. (Asopian)

Penjabat Bupati Garut Serahkan Beragam Penghargaan di Apel Gabungan

0
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memimpin apel gabungan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (5/8/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memimpin apel gabungan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (5/8/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memimpin apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (5/8/2024).

Dalam apel tersebut, Pj. Bupati Barnas Adjidin menyerahkan berbagai penghargaan, di antaranya SAKIP Awards kepada 10 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan 10 Kecamatan, penghargaan kepada Juara Kontes Ternak tingkat Provinsi Jawa Barat, penghargaan bagi Juara Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-12 tingkat Provinsi Jawa Barat, Bantuan Bacaan Buku Bermutu Tahun 2024, Kartu Kredit Daerah, serta santunan JKM perangkat desa, santunan JKK meninggal dunia, dan santunan kepada 15 ribu pekerja rentan.

Dalam arahannya, Barnas menyatakan kebanggaannya atas banyaknya penghargaan yang diterima oleh Kabupaten Garut. Ia mengajak semua pihak untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi tersebut demi kemajuan masyarakat Garut.

Barnas menekankan pentingnya penghargaan SAKIP Awards sebagai wujud akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan.

“Tentunya ini adalah sesuatu yang harus disikapi, harus dipertanggungjawabkan, dan harus ditingkatkan, demikian juga SKPD-SKPD lain untuk terus memacu diri agar kita semua menjadi yang terbaik dalam penyelenggaraan SAKIP,” ucap Barnas

Selain itu, Barnas juga mengapresiasi prestasi Kabupaten Garut dalam Festival Anak Sholeh Indonesia ke-12 dan Kontes Ternak tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan anak-anak Garut yang soleh dan solehah serta kerja keras Dinas Peternakan dan Perikanan yang berhasil membawa nama baik Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah anak-anak kita banyak yang soleh dan solehah, dan tentunya bukan banyak saja, tapi seluruh anak bangsa Kabupaten Garut ini menjadi manusia yang soleh dan solehah,” lanjutnya.

Barnas juga menyinggung terkait penghargaan yang diraih oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskannak) Kabupaten Garut dalam Kontes Ternak Tahun 2024. Menurutnya, tentu hal ini bukan pekerjaan yang mudah, melainkan hasil dari ketekunan dan kesungguhan untuk mencapai apa yang dilombakan.

“Terima kasih kepada dinas peternakan atas prestasi yang dicapai, yang tentunya akan membawa nama Kabupaten Garut menjadi kabupaten yang baik,” katanya.

Mengenai bantuan bacaan bermutu, Barnas menekankan pentingnya membaca sebagai sumber ilmu yang bermanfaat. “Dengan ilmu kita akan lebih terang, dengan ilmu kita tidak melakukan kesalahan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Barnas juga menyinggung penyerahan Kartu Kredit Pemerintah Daerah sebagai langkah menuju akuntabilitas keuangan yang lebih transparan. Ia berharap ke depan semakin banyak perangkat daerah yang menggunakan kartu kredit Pemda.

“Sekarang baru 2 perangkat daerah mungkin tahun depan bisa bertambah dan terus bertambah, sehingga seluruhnya kita bisa melakukan segala sesuatu melalui kartu kredit Pemda,” katanya.

Terakhir, Pj. Bupati Garut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga penerima jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Ia berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas jaminan yang diberikan, yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak inginkan, keluarga bisa dijamin kehidupannya untuk mmendapatkan (hak) ahli waris,” tandasnya. (Asopian)

Kapolres Garut Turut Hadiri Kegiatan Launching Relokasi Sementara Pkl Kabupaten Garut

0

GTN.COM, Garut – Bertempat di Garut – Bertempat di Jl. A. Yani – Pasar Baru, Kel. Ciwalen, Kec. Garut Kota, Kab. Garut, telah dilaksanakan kegiatan Launching Relokasi Sementara Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jl. A. Yani ke Pasar Baru, Senin pagi (05/08/2024).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kadis Indag Kab. Garut, Drs. Ridwan Efendi, S.TPP., M.Si.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk PJ Bupati Garut Drs. H. Barnas Adjidin, M.M., M.Pd, Sekda Kab. Garut Dr. H. Nurdin Yana, M.H., M.Si, Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K, Dandim 0611/Garut Letkol Czi Dhanisworo, S.Sos, serta wakil dari berbagai instansi pemerintah dan masyarakat.

Rangkaian acara meliputi pembukaan, do’a, pembacaan Ketua Tim Penataan dan Pemberdayaan PKL, sambutan, pengguntingan pita, dan peninjauan lokasi relokasi oleh Kapolres Garut bersama Forkopimda Kab.Garut lainnya.

Dalam sambutannya, perwakilan PPKLG menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kab. Garut dan semua pihak yang telah mendukung proses relokasi ini. Mereka juga berharap agar Jl. A. Yani tidak digunakan sebagai tempat parkir setelah relokasi dan menginginkan adanya tempat yang pasti untuk PKL (pedagang kaki lima) di masa depan.

PJ Bupati Garut menegaskan pentingnya relokasi ini sebagai langkah awal sebelum penataan permanen yang akan dilakukan pada tahun 2025. Ia juga menekankan bahwa Jl. A. Yani tidak akan digunakan untuk parkir dan meminta ASN untuk berbelanja di Pasar Baru selama dua minggu ke depan sebagai bentuk dukungan kepada PKL.

Lanjut Pj Bupati menyebutkan jika relokasi dari Jl. A. Yani ke Pasar Baru ini adalah langkah sementara, dengan rencana penataan permanen untuk PKL yang akan ditentukan di masa mendatang. (Asopian)

Sekda Garut Imbau Warga Meriahkan HUT ke-79 RI dengan Kreativitas dan Tradisi Daerah

0
Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana (Foto : Dok. Diskominfo Kab. Garut)
Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana (Foto : Dok. Diskominfo Kab. Garut)

GTN.COM, Garut – Seluruh masyarakat diimbau untuk menyemarakkan HUT ke-79 Kemerdekaan RI dengan memasang umbul-umbul, poster, spanduk, baliho, atau hiasan lainnya mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2024. Selain itu, masyarakat diminta untuk mengibarkan bendera merah putih secara serentak di lingkungan masing-masing.

Dalam suratnya bernomor 400.14.1.1/3162/PKP perihal Pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2024, Kamis (1/8/2024), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengimbau masyarakat untuk menjadikan perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI sebagai momentum pendidikan dan hiburan, serta untuk mendukung pelaksanaan Pilkada 2024 yang damai, aman, dan kondusif. Panitia tingkat kabupaten juga mendorong partisipasi dan kreativitas masyarakat dalam menyelenggarakan acara-acara peringatan, mengedepankan hiburan khas daerah/tradisional, sehingga hakikat peringatan dari, oleh, dan untuk masyarakat dapat terwujud.

Rangkaian acara peringatan dimulai pada Senin, 12 Agustus 2024, dengan pemancangan bambu runcing berbendera merah putih di pusara Makam Almarhum Bapak Marman bin Suro Sentono di Kampung Kiarangelay, Desa Situgede, Kecamatan Karangpawitan. Selanjutnya pada Kamis, 15 Agustus 2024, akan dilaksanakan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Garut di Gedung Pendopo Garut.

Acara pokok dimulai pada 16 Agustus 2024, dengan digelar rapat paripurna DPRD Garut dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, diikuti pada malam harinya dilaksanakan upacara Taptu dan pelepasan pawai obor di eks Bakorwil Priangan, serta Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Tenjolaya Garut.

Pada hari H, 17 Agustus 2024, terdapat lima agenda kegiatan utama, yakni Upacara Peringatan HUT ke-79 di Alun-Alun Garut, penyerahan remisi dan syukuran, defile pasukan upacara dan pawai massa di halaman Gedung KNPI Garut, gelar senja, dan upacara penurunan duplikat bendera pusaka di Alun-Alun Garut.

Selain itu, panitia tingkat kabupaten akan menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan keagamaan, bakti sosial, olahraga, seni dan hiburan, serta berbagai lomba. Detail acara tambahan ini akan diumumkan kemudian oleh panitia kerja. (Asopian)

Tim Pemberdayaan dan Penataan PKL Kabupaten Garut Dampingi LPKL-G Lakukan Pengundian 314 Lapak

0
Pelaksanaan Pengundian Nomor Tempat Usaha dalam rangka Penataan PKL di Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Intan Sineplek Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (3/8/2024).
Pelaksanaan Pengundian Nomor Tempat Usaha dalam rangka Penataan PKL di Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Intan Sineplek Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (3/8/2024).

GTN.COM, Garut – Tim Pemberdayaan dan Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kabupaten Garut turut hadir mendampingi pelaksanaan Pengundian Nomor Tempat Usaha yang dikoordinir oleh Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKL-G) dalam rangka Penataan PKL di Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Intan Sineplek Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (3/8/2024). Pengundian secara mandiri ini melibatkan 314 PKL yang selama ini melakukan usahanya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menyatakan bahwa pengundian nomor lapak bagi para pedagang ini dilakukan bagi para PKL yang akan menempati tempat baru di Jalan Pasar Baru. Pengundian nomor ini direncanakan selesai pada hari ini, sehingga esok harinya diharapkan bisa mulai dilakukan pemindahan ke lokasi baru.

“Harapannya nanti rekan-rekan yang menempati lokasi baru bisa dengan tertib perpindahan dengan swadaya tentu saja dibantu oleh kami jajaran pemerintah daerah dengan tim, kami di Tim Pemberdayaan dan Penataan PKL Kabupaten Garut,” ucapnya.

Ridwan mengatakan, dalam kesempatan ini hadir 314 PKL yang sebelumnya menempati sepanjang Jalan Ahmad Yani. Ia menanggapi keluhan-keluhan para PKL, di mana nantinya akan menjadi catatan penting, serta dijadikan bahan pertimbangan dalam perumusan perencanaan program pemberdayaan PKL ke depannya.

Ridwan menyebut, pihaknya memiliki beberapa program pemberdayaan PKL di antaranya mulai dari perizinan, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga fasilitasi label halal bagi para pedagang di sektor kuliner.

“Ke depan mudah-mudahan pemerintah daerah ataupun juga pihak-pihak terkait yang bisa diajak kerja sama katakanlah lembaga keuangan misalkan nanti bisa bekerja sama dengan para PKL dalam akses permodalan,” lanjutnya.

Ridwan menyatakan, pemerintah daerah melalui Pj. Bupati Garut telah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran, agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) turut membantu para PKL dengan berbelanja di lokasi baru yaitu Jalan Pasar Baru.

“Pemerintah daerah dalam hal ini Pak Bupati sudah mengeluarkan kebijakan mengeluarkan surat edaran untuk para ASN di lingkungan Pemda Garut dan juga BUMD itu untuk berbelanja di PKL Pasar Baru khususnya yang sudah melaksanakan program relokasi di saat sekarang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menyampaikan, pihaknya hadir bersama Tim Pemberdayaan dan Penataan PKL mendampingi dalam proses pengundian nomor lapak PKL. Menurut Eko, pelaksanaan relokasi PKL ini melibatkan banyak pihak mulai dari Disperindag ESDM, Bappeda, hingga Satpol PP Kabupaten Garut.

“Di antaranya mulai dari perencanaan, perencanaan itu ada teman-teman Bappeda sampai tugas Indag juga, ini yang memikirkan bagaimana ingin pemberdayaannya, bagaimana ini penataannya itu dari teman-teman Indag, nah Pol PP itu tugasnya diujung yaitu penertiban,” tambah Eko.

Eko menekankan, bahwa dalam kegiatan ini pihaknya tidak melakukan penertiban melainkan membantu dalam hal pemindahan lapak PKL. Ia berharap, agar pelaksanaan relokasi ini dapat berjalan lancar sesuai dengan konsep yang telah ditentukan, yaitu pemindahan secara mandiri yang dilakukan oleh para PKL. Tak hanya itu, ia juga berharap agar relokasi PKL ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para PKL di Kabupaten Garut.

“Ini adalah masyarakat Garut, masyarakatnya Pak Bupati, kami mendukung sekali, sangat mendukung sekali, mudah-mudahan berjalan lancar tanpa harus ada penertiban dari Pol PP, itu aja harapannya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Rony Ahdiyat – Pengurus Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG), menyampaikan harapannya agar apa yang telah dijanjikan oleh PJ Bupati Garut bisa terlaksana, mulai dari pemberdayaan hingga bantuan akses permodalan. Rony menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sejauh mana pemindahan relokasi PKL ke Jalan Pasar Baru ini berjalan lancar.

“Kami akan evaluasi dan kami akan laporkan kepada tim pemberdayaan yang dibentuk oleh Pak Bupati, dan kami akan komunikasi terus dengan tim pemberdayaan sejauh mana relokasi tersebut,” pungkasnya.

(Asopian)