Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 65

Pemkab Garut Terima Bantuan CSR untuk Penanganan Bencana dari PT. Star Energy Geothermal

0

GTN.COM, Garut – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menerima bantuan _Corporate Social Responsibility (CSR)_ dari PT Star Energy Geothermal. Penyerahan diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Herman Suryatman, disaksikan Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, di Ruang Rektor Universitas Garut, Jalan Prof. K. H. Cecep Syarifuddin, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (30/7/2024).

Sekda Jabar, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa bantuan logistik senilai 225 juta rupiah ini ditujukan untuk penanganan bencana alam di Provinsi Jawa Barat.

“Kita ketahui bahwa 27 kabupaten kota di Jawa Barat itu rawan bencana, dan Star Energy Group alhamdulillah siap menjadi mitra untuk menyiapkan logistik dalam mengatasi bencana alam di Jawa Barat ini,” ujarnya.

Herman merinci bahwa bantuan yang diterima berupa 3.000 sak semen senilai 225 juta rupiah. Sebanyak 1.000 sak semen senilai 75 juta rupiah di antaranya telah diserahkan kepada Pj. Bupati Garut, Barnas Adjidin, untuk penanganan bencana di Kabupaten Garut.

“Ini mungkin tahap pertama. Saat ini kami menerima 3.000 sak semen senilai 225 juta rupiah, dan 1.000 sak semen senilai 75 juta rupiah sudah kami serahkan ke Kabupaten Garut. Sisanya akan kami distribusikan ke kota/kabupaten lainnya,” jelasnya.

Herman juga menjelaskan bahwa seluruh perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan CSR. Menurutnya, bantuan CSR sangat membantu pemerintah karena dalam membangun daerah, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBD, namun juga memerlukan modal sosial, salah satunya CSR.

“Tidak ada cerita negara maju hanya dengan APBN atau APBD. APBN dan APBD hanya stimulus, dan yang paling utama adalah modal sosial yang luar biasa ada di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan-kebutuhan di lapangan, seperti memperbaiki jalan, membuat tanggul, atau hal lainnya dalam rangka penanganan bencana.

“Hari ini waktunya kita membangun dengan superteam, gotong royong, tapi tentu pemerintah harus amanah, pemerintah harus di depan, sabilulungan. Pemerintah harus memberikan contoh, itu yang kami lakukan,” tandasnya.

(Asopian)

Pj. Bupati Garut Dampingi Sekda Jabar Lepas 1.136 Mahasiswa KKN Universitas Garut

0

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam acara pelepasan 1.136 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. Acara pelepasan ini berlangsung di Kampus I Universitas Garut (Uniga), Jalan Prof. Cecep Syarifuddin, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (30/7/2024).

KKN ini mengusung tema “Menggali dan Membangun Potensi Desa Bersama KKN UNIGA 2024”, dengan melibatkan sejumlah fakultas, yakni FISIP, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas MIPA, dan Fakultas Teknik. Selain itu, dari Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan, Fakultas Komunikasi dan Informasi serta Fakultas Kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Barnas Adjidin mengucapkan terima kasih kepada Sekda Jawa Barat yang selalu memotivasi Kabupaten Garut, khususnya para mahasiswa, untuk bekerja keras dan cerdas. Ia menekankan bahwa kehadiran Sekda Jabar memberikan motivasi bagi mahasiswa dalam melaksanakan KKN di lingkungan masyarakat.

“Ini merupakan sesuatu langkah baru yang punya tematik, tematiknya kita tidak seluruh masalah kita selesaikan tapi ada dua yaitu bagaimana stunting zero, terus bagaimana kemiskinan ekstrem zero, nah tentu ini semua harus dikolaborasikan dan tentu kita juga harus mencari langkah-langkah strategis yang cepat,” ucap Pj Bupati Garut.

Barnas menjelaskan bahwa penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem memerlukan kerja sama dari semua sektor. Sasaran penanganan stunting adalah ibu hamil dan ibu pasca hamil. Ia berharap agar Kabupaten Garut dapat mencapai target zero new stunting.

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, mengapresiasi Universitas Garut yang telah menginisiasi program KKN Tematik ini. Meskipun berlangsung hanya satu bulan, ia melihat ini sebagai titik masuk dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem secara komprehensif.

Herman menyoroti bahwa literasi adalah persoalan utama dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Melalui KKN, mahasiswa bersama perangkat desa, pemerintah kecamatan, dan kader di lapangan diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terkait isu ini.

“Untuk zero new stunting, sebelum kelahiran (dan) setelah kelahiran, ibu hamilnya kita edukasi agar mengkonsumsi tablet tambah darah. Tablet tambah darahnya sudah tersedia di puskesmas,” tambahnya.

Selain membangun dan menggali potensi desa, Herman menitipkan pula tema khusus untuk KKN Tematik UNIGA 2024, yakni pencegahan _stunting_ dan penanganan kemiskinan ekstrem.

“Insyaallah dengan KKN tematik UNIGA ini, _stunting_ dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan kita stimulus untuk diturunkan,” ungkap Herman Suryatman.

Rektor Universitas Garut, Abdusy Syakur Amin, menjelaskan, tema penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem dipilih karena isu tersebut tengah menjadi permasalahan utama di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Kita punya banyak mahasiswa dengan idealisme dan semangat yang bisa bergerak langsung ke masyarakat, terutama generasi Z. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan soft, diharapkan mereka bisa lebih efektif,” tandas Abdusy Syakur.

Abdusy juga berharap anak didiknya dapat membantu Pemda Provinsi Jabar dalam mengurangi _stunting_ dan kemiskinan ekstrem.

“Adik-adik bisa lebih fokus dari hal tersebut tentu tanpa mengabaikan hal-hal lain. Jangan lupa bersilaturahmi dengan pemerintahan kecamatan, desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Jaga keselamatan, kesehatan, komunikasi dengan semua pihak,” tuturnya.

(Asopian)

 

Dandim 0611/Garut Ikuti dialog Interaktif dengan KASAD dalam Rangka Peresmian Program Manunggal Air TNI AD 2.664 titik sumber.

0

GTN.COM, Garut – Dialog Interaktif peresmian 2664 titik sumber air program TNI AD Manunggal Air secara Virtual dengan Kasad Jendral TNI Maruli Simanjuntak,M.Sc dilaksanakan dengan sukses. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, mulai dari Danrem 062/Tn diwakili Kasrem Letkol Inf Hamzah Budi Susanto, S.E., Kapolres Garut AKBP Mohamad Fajar Gumilang, S. I. K., M.H., M.I.K., Bupati Garut diwakili Sekda Garut Drs. H Nurdin Yana, MH., M.Si., Kajari Kab. Garut Dr. Halila Rama Purnama, SH, M, Hum., hingga perwakilan masyarakat setempat. Bertempat Kp. Ciharinem, Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024)

Dalam acara tersebut, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M. Sc., memberikan sambutan dan apresiasi atas upaya TNI AD dalam menginisiasi program Manunggal Air untuk memperbaiki infrastruktur sumber air di berbagai daerah. Kasad juga mengajak seluruh pihak terkait untuk terus mendukung program ini guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kasad menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam menjaga ketersediaan air sebagai kebutuhan pokok masyarakat dan pertanian. Peresmian 2.664 titik sumber air diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Kasad juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, termasuk PT Pertamina yang turut berkontribusi. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Peresmian program PJSL ini merupakan salah satu langkah dalam mewujudkan percepatan pembangunan dengan menyediakan sarana dan fasilitas air bersih bagi masyarakat. TNI AD berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan PT Pertamina dalam program-program seperti PLTS, RTLH, dan air bersih guna mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan energi,”

Peresmian 2664 titik sumber air tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Selain itu, kehadiran para pejabat dan masyarakat juga menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya TNI AD dalam membangun keberlanjutan lingkungan hidup.

Dandim 0611/Garut Letkol Czi Dhanisworo,S.Sos juga berharap Dengan kerja sama antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, diharapkan program Manunggal Air dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Garut. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga sumber daya air yang bersih dan berkelanjutan di wilayah ini.

Kegiatan dialog interaktif ini juga dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menjalin komunikasi yang baik antara TNI AD dan masyarakat. Dengan adanya kesempatan untuk berinteraksi secara langsung, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat dalam mendukung program-program kemanusiaan seperti ini.

Selain itu, partisipasi dari berbagai pihak seperti Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat setempat juga menunjukkan keseriusan dan dukungan dalam mensukseskan program-program kemanusiaan yang dilakukan oleh TNI AD. Hal ini menunjukkan bahwa kerjasama lintas sektor sangat penting dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat.

Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam acara peresmian ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Program-program seperti ini juga sejalan dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang harus terus ditanamkan dalam setiap komponen masyarakat.

Kegiatan dialog interaktif tersebut berjalan lancar dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Program-program seperti ini menunjukkan dedikasi TNI AD dalam mendukung kesejahteraan rakyat dan pembangunan negara. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

(Asopian)

BKD Kabupaten Garut Serahkan Sertifikat Uji Kompetensi kepada 600 PNS

0
Penyerahan sertifikat uji kompetensi yang dilaksanakan di Aula Kantor BKD Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).
Penyerahan sertifikat uji kompetensi yang dilaksanakan di Aula Kantor BKD Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).

GTN.COM, Garut – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut menyerahkan sekira 600 sertifikat hasil uji kompetensi uji kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Penyerahan sertifikat tersebut dilaksanakan di Aula Kantor BKD Kabupaten Garut, Jalan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).

Sekretaris BKD Kabupaten Garut, Doni Adam Mochammad Ramdan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transparansi setelah pihaknya mengadakan uji kompetensi sebanyak dua kali sebelumnya.

“Penyerahan sertifikat ini adalah wujud transparansi setelah kami menyelenggarakan uji kompetensi,” ujarnya.

Doni menjelaskan bahwa uji kompetensi yang telah dilaksanakan adalah aspek penting dalam manajemen talenta di lingkungan Pemkab Garut.

“Manajemen talenta sendiri itu tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pegawai itu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri, dan juga untuk berkontribusi secara maksimal sesuai dengan potensi dan kompetensi yang dimilikinya,” tambahnya.

Ia berharap hasil uji kompetensi ini tidak hanya sekadar angka, melainkan cerminan kemampuan dan potensi setiap pegawai sehingga mereka dapat terus berkembang. Menurutnya, uji kompetensi diharapkan mampu membantu setiap pegawai mengidentifikasi potensi dan kompetensinya masing-masing.

“Atasan langsungnya bisa menempatkan pegawai sesuai kompetensi mereka sehingga di ujungnya nanti semua bisa berkontribusi sesuai kompetensi dan meningkatkan manajemen ASN. Ini akan berkontribusi pada pembangunan Garut ke depan,” lanjut Doni.

Doni juga mengimbau para ASN di lingkungan Pemkab Garut untuk terus mengembangkan potensinya, karena kompetensi saat ini menjadi kunci untuk memperkecil kesenjangan potensi.

Ia juga mengingatkan kepada PNS yang belum melaksanakan uji kompetensi untuk segera mengikuti apabila ada kesempatan.

“Bagi yang belum mengikuti uji kompetensi, diharapkan untuk segera mengikuti ketika ada kesempatan lagi. Ini penting bagi BKD untuk bahan pemetaan potensi dan kompetensi seluruh pegawai,” tandasnya.

(Asopian)

PORKAB Garut 2024 Resmi Ditutup, Tarogong Kidul Juara Umum Tiga Kali Berturut-Turut

0
Pelaksanaan penutupan PORKAB Garut Tahun 2024 berlangsung di SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu sore (28/7/2024).
Pelaksanaan penutupan PORKAB Garut Tahun 2024 berlangsung di SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu sore (28/7/2024).

GTN.COM, Garut – Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Garut Tahun 2024 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah ,(Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, pada Minggu sore (28/7/2024) di SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul. Kecamatan Tarogong Kidul berhasil mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Penutupan PORKAB Garut Tahun 2024 ini berlangsung dengan meriah, dihadiri oleh Bupati Garut Periode 2014-2024, Rudy Gunawan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Penutupan PORKAB kali ini dimeriahkan dengan penampilan dari Dewan Kesenian Garut (DKG). Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan piala bergilir dan pengembalian bendera PORKAB Garut dari Ketua KONI Kabupaten Garut kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Garut.

Sekda Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyatakan bahwa pelaksanaan PORKAB yang berlangsung dari 21 hingga 28 Juli 2024 telah berhasil mendapatkan bibit-bibit atlet unggulan yang akan dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2026, dengan babak penyisihan pada tahun 2025.

“Penyisihan kemudian masuk Porprov, sehingga mudah-mudahan dengan demikian kesiapan mental, fisik, maupun prestasi sudah mereka torehkan hari ini. Tinggal kita mempersiapkan ini, jangan sampai hari ini selesai, justru hari ini awal keberangkatan mereka,” kata Nurdin.

Nurdin berpesan kepada para atlet untuk terus menjaga stamina dan tidak berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih, melainkan terus berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

“Mudah-mudahan dengan starting poin (PORKAB), besok atlet-atlet kita akan berprestasi di kancah yang lebih luas, di provinsi maupun tingkat nasional yang akan kita laksanakan beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin, merasa bersyukur dan berbahagia atas kesuksesan penyelenggaraan PORKAB kali ini. Ia menyebutkan bahwa PORKAB 2024 merupakan pelaksanaan kelima setelah tahun 2002, 2010, 2014, 2016, dan 2021.

“Saya melihat bahwa ini adalah kolaborasi semua elemen masyarakat, bukan hanya masyarakat olahraga tapi juga elemen yang lain, yang pasti tadi dari Dewan Kesenian Garut,” ucap Syakur.

Syakur juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu, termasuk TNI Polri yang berperan dalam pengamanan selama pelaksanaan PORKAB.

Berikut 10 besar peraih medali di PORKAB Tahun 2024 :

– Juara 1 diraih oleh Kecamatan Tarogong Kidul dengan meraih 34 emas, 13 perak, 33 perunggu.
– Juara 2 diraih oleh Kecamatan Karangpawitan meraih 28 emas, 28 perak, 33 perunggu.
– Juara 3 diraih oleh Kecamatan Bayongbong meraih 18 emas, 19 perak, 15 perunggu.
– Juara 4 diraih oleh Kecamatan Garut Kota meraih 18 emas, 18 perak, 25 perunggu.
– Juara 5 diraih oleh Kecamatan Pakenjeng 17 emas, 22 perak, 10 perunggu.
– Juara 6 diraih oleh Kecamatan Samarang meraih 17 emas, 12 perak, 9 perunggu
– Juara 7 diraih oleh Kecamatan Cilawu meraih 10 emas, 10 perak, 22 perunggu
– Juara 8 diraih oleh Kecamatan Cisompet meraih 10 medali emas, 6 perak, 7 perunggu.
– Juara 9 diraih oleh Kecamatan Sukaresmi meraih 10 medali emas, 5 perak, 3 perunggu.
– Juara 10 diraih oleh Kecamatan Tarogong Kaler meraih 9 emas, 8 perak, 7 perunggu.

(Asopian)

Pemdes Talagajaya Banjarwangi Kebut Hotmix Jalan Desa, Permudah Aktivitas Lancar Mobilitas

0

GTN.COM, Garut – Pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas atas kebutuhan warga masyarakat untuk di lintasi sehari hari, untuk mempermudah aktivitas dan memperlancar mobilitas warga, Seperti halnya Pemerintah Desa (Pemdes) Talagajaya Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat,

Pemerintah Desa Talagajaya Kecamatan Banjarwangi, Sedang merealisasikan pembangunan Hotmix Jalan sesuai papan informasi pekerjaan tersebut Volume panjang 1.150 meter, lebar 2,5 meter, tebal 3 cm, pagu anggaran Rp 477.476.700 ,- Sumber anggaran Dana Desa tahap 2 tahun 2024. Pelaksana pembangunan tersebut, Tim Pelaksana Desa Talagajaya.

Sekretaris Desa Talagajaya Kecamatan Banjarwangi Asep Suryono mengatakan, anggaran Dana Desa tahap 2 tahun 2024 di alokasikan kegiatan pelaksanaan pembangunan Hotmix Jalan kampung kubang menuju kampung Citalaga, Cisadap,” Kata Asep, Saat dihubungi garutterkininews.com, Sabtu (27/07/2024).

Ditempat terpisah, Atang Somantri warga Citalaga merasa bangga dengan pembangunan Hotmix jalan desa yang ada diwilayah jalur kubang menuju Citalaga, Cisadap sehingga aktivitas akan lebih mudah serta bisa memperlancar mobilitas warga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Talagajaya terutama kepada Pak Kades yang telah merealisasikan pembangunan Hotmix jalan ke Kampung kami,”Ungkapnya. (R Agus Sopian)

Sat Reskrim Polres Garut Tangkap Guru Les Komputer Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

0

GTN.COM, Garut – Sat Reskrim Polres Garut berhasil menangkap seorang guru les komputer yang diduga melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial OM (38) merupakan warga Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (25/7/2024).

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim AKP Ari Rinaldo, menjelaskan bahwa pelaku telah melakukan perbuatan cabul tersebut sejak tahun 2018 di rumahnya.

“Modus operandi yang digunakan oleh pelaku adalah dengan berpura-pura memberikan pelajaran atau les komputer di rumahnya. Setelah melakukan perbuatan cabul, pelaku memberikan uang sebesar Rp20 ribu kepada korban dan meminta agar korban tidak memberi tahu siapa pun,” kata Ari.

Polsek Singajaya bersama Sat Reskrim Polres Garut segera mengamankan pelaku beserta barang bukti setelah menerima laporan dari warga.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan 3 orang korban yang semuanya masih di bawah umur.” Ujar Ari. (Asopian)

Pj. Bupati Garut Luncurkan Program Pencegahan dan Penanggulangan Kerentanan Pangan “Pegang Tangan”

0

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meresmikan program “Pegang Tangan” – akronim dari Pencegahan dan Penanggulangan Kerentanan Pangan di Kabupaten Garut. Acara tersebut dilaksanakan di Lapang Bola Sukahurip, Kecamatan Cigedug, Kamis (25/7/2024).

Dalam sambutannya, Barnas menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai aspek vital. Ia menyebutkan bahwa satu desa di Kecamatan Cigedug menjadi lokus intervensi kerentanan pangan karena adanya masalah air.

“Tadi dikatakan bahwa masalahnya adalah air, tentu kita harus mencari solusi. Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk memetakan lokasi-lokasi prioritas, setelah tersedianya data kemudian perlu ada kajian cepat,” ujar Barnas.

Ia menekankan pentingnya kajian oleh ahli di bidangnya agar kerentanan pangan di Kabupaten Garut dapat diatasi. Menurutnya, intervensi dan pembiayaan akan berbeda di setiap daerah, dan ia berharap kajian tersebut selesai tahun ini agar aksi dapat dilakukan pada 2025.

“Sehingga tidak ada kejadian-kejadian kerentanan pangan di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Yani Yuliani, menuturkan bahwa Desa Cintanagara di Kecamatan Cigedug adalah salah satu dari lima desa yang menjadi lokasi intervensi kerentanan pangan. Ia menekankan bahwa intervensi ini dilakukan kepada desa-desa yang rentan pangan, bukan rawan pangan.

“Ini rentan bukan rawan, artinya masih memungkinkan mengakses pangan tetapi ada faktor lain yang menghambat, seperti ketersediaan air bersih dan penyedia pangan,” jelas Yani.

Yani menerangkan, rentan pangan dimaksudkan akses pangan masih memungkinkan dan mencukupi

“Tetapi ada indikator lain atau faktor-faktor lain yang memang menghambat untuk memperoleh akses tersebut, seperti ketersediaan air bersih, kemudian juga penyedia pangan yang ada di wilayah,” tutur Yani.

Program “Pegang Tangan” membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan integrasi lintas sektor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurut Yani, setelah kegiatan ini akan disusun rencana aksi yang melibatkan berbagai OPD, seperti PUPR dan Dinas Kesehatan bersama-sama melakukan upaya-upaya untuk pencegahan dan penanggulangan kerentanan pangan.

“Contohnya PUPR (dan) Dinas Kesehatan, PUPR ini nanti bertanggungjawab di dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat, yang memang itu salah satu indikator menampilkan wilayah ini menjadi potret wilayah yang rentan pangan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Yani, pihaknya akan segera menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang, meski demikian menurutnya upaya-upaya atau kegiatan yang sifatnya pelayanan kepada masyarakat harus terus berkesinambungan.

“Kita berharap bahwa di wilayah Kabupaten Garut ini tidak ada wilayah yang rentan pangan, sehingga semua masyarakat bisa mudah mengakses pangan dan terpenuhi sarana prasarana yang mendukung ketersediaan pangan,” tandasnya.(***)

Parkir Liar Jadi Sorotan Pj. Bupati Garut dalam Operasi Patuh Lodaya 2024

0
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meninjau secara langsung pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya yang dilaksanakan di Jalan Rumah Sakit Umum (RSU), Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/7/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meninjau secara langsung pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya yang dilaksanakan di Jalan Rumah Sakit Umum (RSU), Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/7/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meninjau langsung pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya di Jalan Rumah Sakit Umum (RSU), Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (24/7/2024).

Dalam pemantauannya, Barnas menyoroti ruang parkir dmdi wilayahnya. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati, beberapa ruang parkir telah ditentukan agar parkir kendaraan tidak mengganggu lalu lintas. Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas yang melarang parkir di tempat tertentu dan meminta Polres untuk menindak parkir liar.

“Tentunya ini harus ada juga sosialisasi di masyarakat baik itu himbauan-himbauan, agar berparkir di tempat yang sudah disiapkan,” ucapnya.

Barnas juga menyampaikan bahwa di area pelayanan publik tidak boleh ada pungutan parkir karena merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut. Ia menambahkan bahwa pendapatan dari parkir ditargetkan sebesar 2 miliar rupiah untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Garut.

“Kalaupun itu kewenangan Dishub, nanti itu harus hasilnya harus menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah), tidak boleh untuk perorangan atau suatu lembaga rumah sakit, gak boleh itu. Jadi harus ke pemerintah,” tegasnya.

Barnas menyatakan bahwa operasi ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Operasi ini dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Garut dengan bantuan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut. Fokus utama operasi ini adalah penertiban lalu lintas, termasuk menindak kendaraan-kendaraan yang tidak laik jalan.

Barnas menjelaskan bahwa kondisi kendaraan yang tidak laik dapat dilihat dari fisik kendaraan, seperti ban yang sudah gundul, yang sangat membahayakan bagi penumpang.

“Kita lihat KIR-nya yang ditangkap-tangkap ini sudah habis. Padahal KIR itu gratis, kebayang kalau bayar, gratis aja tidak dilakukan, nah tentu ini sangat membahayakan bagi penumpang, bagi dirinya sendiri maupun masyarakat, itu kurang lebih,” ucapnya.

Pj Bupati Garut juga mengapresiasi Polres Garut yang terus menerus melaksanakan operasi patuh di Kabupaten Garut. Ia berharap operasi seperti ini dapat terus dilaksanakan karena masih banyak kendaraan, terutama motor, yang memiliki knalpot bising atau tidak sesuai spesifikasi.

Barnas juga menyoroti banyaknya motor yang tidak memiliki surat kelengkapan. Ia mengingatkan bahwa kendaraan yang turun ke jalan harus laik dan bersurat untuk menghindari tindakan kejahatan.

“Ada banyak faktor ya, yang pertama apakah ini suatu kejahatan, ataukah memang dia itu tidak membayar pajak dan lain sebagainya, karena kalau masih turun ke jalan seharusnya bersurat, kalau turun ke jalan harus laik,” lanjutnya.

Barnas mengingatkan agar kendaraan yang akan digunakan oleh masyarakat harus tertib, ternasuk kelengkapan kendaraan seperti spion dan plat nomor.

Barnas berharap melalui penegakan ini, keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Kabupaten Garut dapat terwujud dengan lebih baik.

Selama operasi gabungan, sejumlah pelanggaran terdeteksi, termasuk mobil pick up sebanyak 10 kendaraan dan mobil angkot sebanyak 5 kendaraan yang habis masa uji berkala. Selain itu, terdapat 6 angkot dan 4 elf yang habis masa Kartu Pengawasan (Trayek), serta 1 kendaraan elf dengan pelanggaran syarat teknis.

Operasi ini juga menilang 12 sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi dan 2 angkutan kota yang tidak memiliki surat kelengkapan kendaraan. (Asopian)

Truk Bermuatan Genting Tanah Terguling Menimpa Rumah Warga di Banjarwangi Garut

0

GTN.COM, Garut – Kecelakaan tunggal terjadi di Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (24/07/2024) Sebuah truk bermuatan genting tanah terguling dan menimpa sebuah rumah warga.

Kapolres Garut AKBP Mohamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif, SH.,  mengatakan kecelakaan yang melibatkan truk Mitsubishi jenis FE 049 bernomor polisi E 8202 VD itu terjadi sekira pukul 10.50 WIB, ketika sedang melaju dari arah Majalengka menuju Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi.

“Truk tersebut dikemudikan oleh Omon (58), warga Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka,”katanya.

Dikatakan Amirudin, menurut keterangan pengemudi, penyebab terjadinya kecelakaan diduga akibat selip ban depan sehingga truk mundur ke belakang dan kendaraan terguling ke arah kiri bagian jalan. Badan truk tersebut kemudian menimpa atap sebuah rumah warga milik Komariah.

“Dalam peristiwa kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, pengemudi truk pun dalam keadaan selamat. Namun kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp10 juta,” kata dia.

Amirudin menyampaikan, aparat Polsek Banjarwangi selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga melakukan pendataan identitas kepada penumpang dan saksi.

“Saat ini petugas bersama warga sekitar berusaha menarik truk tersebut dengan menggunakan derek manual,” ujarnya. (Asopian)