Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 64

Patroli Samapta Polres Garut Himbau Warga Yang Bermain Layang Layang

0

GTN.COM, Garut – Polres Garut Polda Jabar melaksanakan patroli di sekitar area yang di gunakan untuk bermain layang-layang terutama jalur yang dilintasi saluran listrik tegangan tinggi, Sabtu (3/8/2024).

Lokasi yang menjadi sasaran adalah daerah yang di lintasi saluran listrik di wilayah Kecamatan Garut Kota, Bayongbong, Samarang, Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Samapta AKP Masrokan, SE mengatakan patroli ini untuk memberikan himbauan terkait permainan layang-layang di lakukan di daerah SUTET dan SUTT.

Petugas mengingatkan serta memberikan edukasi kepada warga atau anak anak yang sedang bermain layang-layang agar tidak dekat dengan jaringan listrik SUTET dan SUTT.

Selain itu juga jangan menggunakan media kawat, aluminium foil atau bahan konduktor listrik lainnya pada saat menerbangkan layangan, karena sangat berbahaya.

ā€œPatroli penertiban ini sebagai salah satu upaya meminimalisir potensi gangguan dan potensi bahaya yang menyebabkan listrik terganggu serta membahayakan pengendara sepeda motor yang di akibatkan benang layanganā€ Pungkas Masrokan.

(Asopian)

Kunjungan Tim LO Jabar ke Bappeda Garut Bahas Isu Strategis Pembangunan

0
Pelaksanaan kunjungan Tim _Liaison Officer_ (LO) Percepatan Indeks Pembangunan Makro Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (2/7/2024).
Pelaksanaan kunjungan Tim _Liaison Officer_ (LO) Percepatan Indeks Pembangunan Makro Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (2/7/2024).

GTN.COM, Garut – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut menerima kunjungan Tim Liaison Officer (LO) Percepatan Indeks Pembangunan Makro Provinsi Jawa Barat pada Jumat (2/7/2024). Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, menjelaskan, kunjungan ini membahas lima isu strategis pembangunan. Agus menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut (Pemkab Garut) akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk menangani isu-isu tersebut.

“Tugas kami mencakup persiapan data, analisis permasalahan wilayah, dan penyusunan laporan untuk Pemprov Jabar. Kami akan membahas solusi bersama untuk setiap permasalahan yang muncul,” ujar Agus.

Agus menambahkan bahwa kolaborasi antara perangkat daerah di Pemkab Garut akan diperkuat untuk mengatasi isu-isu strategis, termasuk masalah kemiskinan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang memberikan pembinaan di setiap kecamatan.

“Kami akan memperluas pandangan dan fokus terhadap permasalahan yang ada melalui kolaborasi,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Fasilitasi, Penganggaran, dan Pengawasan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, Iman Tohidin, menyatakan bahwa Pemprov Jabar telah menugaskan OPD tingkat provinsi sebagai LO untuk mempercepat penanganan lima isu strategis di Jawa Barat, yaitu kemiskinan, pengangguran, stunting, inflasi, dan ketahanan pangan.

“Kami ingin berkolaborasi dalam menangani permasalahan di Jawa Barat. Gubernur Jabar memerintahkan OPD yang ditunjuk sebagai LO untuk bekerja sama dengan Kabupaten Garut,” kata Iman.

Iman menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan ini dengan meminta data dari Bappeda Kabupaten Garut terkait lima isu strategis tersebut dan mempelajari permasalahan di Kabupaten Garut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat, khususnya Garut.

“Dengan kerja sama pentahelix, kami berharap bisa mewujudkan Jawa Barat Juara termasuk Garut Unggul,” tandas Iman. (Asopian)

Sat Narkoba Polres Garut Tangkap Pengedar Obat Keras Terbatas

0

GTN.COM, Garut – Satuan Narkoba Polres Garut amankan terduga pelaku Perkara Tindak Pidana Di Bidang Kesehatan, Rabu (31/08/2024).

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kasat Narkoba Polres Garut AKP Juntar Hutasoit, S.H., mengatakan 1 orang tersangka yang terlibat kasus tindak pidana di bidang kesehatan tersebut berinisial ā€œAYā€ (33) warga Kecamatan Limbangan.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain 465 Butir / Pil Obat berwarna putih bertuliskan ā€˜ā€™Yā€, 248 Butir / Pil Obat dengan bungkus warna Silver bergaris warna Hijau.

Selain itu di sita 1 buah Handphone merk REDMI Type A3 Warna Hitam dan 1 lembar percakapan Aplikasi Whatsapp.

Berdasarkan dari hasil interogasi, ā€œAYā€ (33) mengakui bahwa obat – obatan tersebut merupakan miliknya sendiri dan Pelaku mengaku mendapatkan pil jenis Tramadol dan Double Y diperoleh dengan cara online.

Maksud dan tujuan pelaku mendapatkan obat-obatan ini tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk dijual kembali.

Kasus ini sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Unit 1 Satuan Narkoba Polres Garut.

Tersangka ā€œAYā€ (33) akan di jerat dengan Pasal 435 Jo Pasal 436 ayat (1) dan (2) Undang-undang RI No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.

(Asopian)

Lupa Matikan Tungku Dapur, Satu Rumah di Jayabakti Banjarwangi Ludes Terbakar

0

GTN.COM, Garut – Sebuah rumah milik Pudin (60) warga Kampung Cintabakti RT 01/RW 05 Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, ludes dilalap si Jago Merah, Kamis (01/08/2024). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Jayabakti Dede Sutardin, mengatakan, Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Kejadian tersebut terjadi saat pemilik rumah, Pudin menggunakanĀ tungku. Namun, saat ditinggal ke sawahĀ apiĀ yang masih menyala dan membesar membakarĀ  rumah yang terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar.
.

“Dugaan sementara kebakaran akibat tungku lupa dimatikan, api membesar dan merembet ke sejumlah dingding. Akibatnya pemilik alami kerugian puluhan juta,” kata Dede.

Setelah beberapa jam, api berhasil padam. Namun, seluruh isi rumah habisĀ terbakar. Sehingga, akibat peristiwa kebakaran tersebut pemilik rumah mengalami kerugian besar.

“Kami menghimbau kalau mau meninggalkan rumah pastikan semua dalam keadaan aman. Cek semua kelistrikan atau tungku masih ada api atau tidak. Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari sumber api,” tandasnya. (Asopian)

Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kemarau di Garut, Pj Bupati Pimpin Apel Gelar Pasukan

0
Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2024 di Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (1/8/2024).
Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2024 di Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (1/8/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2024. Acara ini berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Kamis (1/8/2024).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Garut menjelaskan bahwa Kabupaten Garut merupakan daerah yang rawan bencana, baik saat musim hujan yang dapat menyebabkan banjir dan longsor, maupun musim kemarau yang rentan terhadap kekeringan.

“Oleh karena itu, kesiapsiagaan menghadapi bencana, baik kekeringan atau bencana lainnya, harus kita siapkan sebaik-baiknya,” tegas Barnas.

Bencana adalah hal yang tidak dapat diprediksi dan dapat menimbulkan kerugian baik materi maupun jiwa. Oleh karena itu, Barnas menegaskan, mitigasi bencana dipandang sangat penting, salah satunya melalui edukasi.

“Kabupaten Garut memiliki wilayah yang cukup luas, sehingga tidak mungkin pemerintah dapat menangani bencana sendirian. Kita harus berkolaborasi dengan TNI, Polri, masyarakat, serta pegiat kebencanaan,” ujarnya.

Barnas juga menyarankan agar rapat koordinasi kebencanaan dilakukan secara berkelanjutan, minimal setiap tiga bulan sekali, untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Selain itu, Barnas mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut memiliki lahan hutan dan pertanian yang luas. Oleh karena itu, mitigasi bencana perlu dilakukan untuk mencegah kebakaran akibat kekeringan.

“Kita harus memitigasi kebakaran hutan yang tentunya akan merugikan kita semua, baik dari segi udara, asap, maupun dampak bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

Sekretaris Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Abud Abdullah, menambahkan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dari aparat, organisasi perangkat daerah, dan relawan dalam menghadapi dampak musim kemarau tahun 2024.

“Dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman dampak musim kemarau berupa kekeringan air bersih dan lahan pertanian, serta kebakaran hutan dan lahan pada puncak musim kemarau tahun 2024 di Kabupaten Garut, serta untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,” tandasnya.

Apel kesiapsiagaan turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Nurdin Yana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aah Anwar Saefullah, para kepala perangkat daerah, dan tamu undangan lainnya. Apel juga mengikutsertakan organisasi kemasyarakatan, seperti PMI, ORARI, RAPI, Pramuka Kwartir Cabang Garut, SIGAB PERSIS, MDMC Garut; dan BAGUNA Kabupaten Garut.

(Asopian)

Pj. Bupati Garut Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-79 RI

0
Pj. Bupati Garut memimpin Rapat Persiapan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Garut, di Aula BPKAD Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (31/7/2024).
Pj. Bupati Garut memimpin Rapat Persiapan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Garut, di Aula BPKAD Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (31/7/2024).

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, memimpin rapat persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Garut, berlangsung di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu (31/7/2024). Rapat dihadiri unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), TNI Polri dan organisasi kemasyarakatan, serta gerakan Pramuka.

Tahun ini perayaan HUT ke-79 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Garut akan diisi berbagai kegiatan, mulai dari acara pokok, kemudian keagamaan, bakti sosial, olahraga, seni dan hiburan, serta berbagai lomba.

Dalam arahannya, Barnas berharap rapat persiapan tersebut dapat memastikan berbagai rencana kegiatan memperingati HUT ke-79 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan sesuai rencana. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan visi yang sama dalam merayakan hari kemerdekaan tahun ini.

“Tentu kita ingin mendapatkan kemeriahan, dan terutama makna daripada 17 Agustus itu sendiri, yakni mempertahankan NKRI dan mencapai tujuan Indonesia emas 2045,” ujar Barnas. Ia juga menambahkan bahwa HUT RI ke-79 merupakan momentum untuk bersama-sama melihat ke belakang dan meraih harapan ke depan.

Selain itu, Barnas berharap rapat ini dapat memetakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-79, meskipun diakui terdapat tantangan anggaran.

“Saya ingin seminggu dari pertemuan ini kita sudah melihat hasilnya dan kegiatan-kegiatan untuk menyambut 17 Agustus sudah dimulai,” ujarnya. Ia juga menekankan agar kegiatan peringatan HUT ke-79 RI berlangsung sukarela dan tidak memaksa.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum (Adum) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, menuturkan, rangkaian kegiatan HUT ke-79 Proklamasi Kemerdekaan RI akan dibagi menjadi dua; acara pokok seperti malam penetapan waktu (taptu) dan Upacara HUT ke-79, serta acara pendukung seperti karnaval, defile, dan berbagai lomba.

Budi juga mengungkapkan perbedaan perayaan tahun ini dengan tahun sebelumnya, yaitu adanya acara pemberian makan kepada 300 siswa-siswi sekolah yang akan dilaksanakan di area Sarana Olahraga (SOR) Kabupaten Garut.

“Pak Pj menekankan bahwa acara ini harus membawa kebahagiaan, meskipun sederhana dan terbatas, tetapi tetap meriah,” tutur Budi.

Acara terdekat dalam rangkaian peringatan HUT ke-79 di Kabupaten Garut adalah pengobatan gratis yang akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

“Harapannya, acara 17 Agustus ini dapat menggembirakan seluruh masyarakat dan diisi dengan kegiatan positif,” tandas Budi.

(Asopian)

Peringatan Hari Koperasi ke-77 di Garut: Dorong Regenerasi dan Inovasi Teknologi

0
Pelaksanaan Tasyakur Peringatan Harkop ke-77 Tahun 2024 tingkat Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Sekretariat Dekopinda Kabupaten Garut, Jalan Aruji Kartawinata, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).
Pelaksanaan Tasyakur Peringatan Harkop ke-77 Tahun 2024 tingkat Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Sekretariat Dekopinda Kabupaten Garut, Jalan Aruji Kartawinata, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).

GTN.COM, Garut – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Diskop UKM) Kabupaten Garut, Rizky Ridznurdhin, menyoroti pentingnya adaptasi koperasi terhadap perkembangan teknologi.

“Koperasi semakin dituntut untuk lebih dinamis, karena mengadopsi peran teknologi. Saya paham kita kadang kesulitan mengadopsi perkembangan teknologi, tapi saya kira kata kuncinya adalah di regenerasi,” jelas Rizky, saat menghadiri acara Tasyakur Peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-77 Tahun 2024 tingkat Kabupaten Garut, yang diadakan di Sekretariat Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Garut, Jalan Aruji Kartawinata, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (30/7/2024).

Untuk menghadapi tantangan ini, Rizky mengajak Dekopinda Kabupaten Garut untuk menarik minat generasi muda agar terlibat dalam koperasi.

“Saya ingin mengajak bapak ibu semua untuk selalu mengajak anak-anak muda yang agak sulit sekarang untuk coba masuk koperasi. Dengan rancangan undang-undang koperasi yang baru, terutama falsafah terkait koperasi multi pihak, ini bisa menjadi momentum bagus untuk menarik anak-anak muda,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Rizky menekankan pentingnya peran koperasi dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Pada tahun tersebut, Indonesia diperkirakan akan berada pada puncak bonus demografi, dengan mayoritas penduduk berada dalam usia produktif.

Rizky juga menyampaikan bahwa Indonesia diproyeksikan masuk ke dalam empat besar ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Proyeksi tersebut akan berhasil dengan perencanaan yang matang dan implementasi yang baik, termasuk dalam pembangunan koperasi di Kabupaten Garut. (Asopian)

Kapolres Garut Berikan Arahan Dalam Apel Besar Bhabinkamtibmas

0
Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K.,
Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K.,

GTN.COM, Garut – Polres Garut menggelar Kegiatan Apel Besar Bhabinkamtibmas yang dihadiri oleh jajaran Polres Garut.

Acara yang berlangsung di Aula Mumun Surachman, Mako Polres Garut, ini dihadiri oleh Waka Polres Garut, Kompol Dhoni Erwanto, S.Si, S.I.K, M.H, M.I.K, beserta para Pejabat Utama (PJU) Polres Garut, Rabu pagi (31/07/2024).

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., dalam arahannya menekankan pentingnya mensyukuri dan menikmati segala bentuk pekerjaan yang sedang di jalani.

Kapolres Garut juga menggarisbawahi bahwa segala bentuk kendala di lapangan merupakan tanggung jawab pimpinan, sementara para Bhabinkamtibmas sebagai pelaksana di lapangan di harapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai arahan pimpinannya.

Peran sentral Bhabinkamtibmas dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi fokus utama, di mana kedekatan dengan masyarakat dan problem solving yang tepat di lingkungan menjadi sangat penting.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan pentingnya melakukan pendekatan dan komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat.

Kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat seharusnya tidak menjadi beban, melainkan memberikan rasa aman dan nyaman.

Kapolres juga menekankan agar bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat pengaruh besar yang dapat di timbulkan oleh media sosial terhadap masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Kapolres Garut dengan anggota Bhabinkamtibmas, serta sebagai langkah cooling system bagi personil dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Garut.

Dengan adanya arahan langsung dari Kapolres, di harapkan para Bhabinkamtibmas dapat lebih termotivasi dan siap menjalankan tugas dengan lebih efektif dan efisien. (Asopian)

Kasus Pembunuhan Disertai Mutilasi di Cibalong Garut Pelaku Dinyatakan Gangguan Jiwa, Proses Hukum Berlanjut

0

GTN.COM, Garut – Kasus mutilasi yang menggegerkan warga Garut ini memasuki babak baru. Erus, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, Rabu (31/07/2024).

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Ari Rinaldo, setelah pihak kepolisian menerima hasil pemeriksaan kejiwaan dari RS Sartika Asih, Bandung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli dan dokter dari rumah sakit, yang bersangkutan ini mengalami gangguan kejiwaan,” Ungkap Ari

Meskipun begitu, kasus ini tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Saat ini, kami masih melanjutkan penanganan kasusnya. Polisi akan segera melengkapi berkas penyidikan untuk diserahkan kepada Kejaksaan agar dapat segera disidangkan,” tambah Ari.

Sekadar diketahui, kasus mutilasi menghebohkan warga Garut di akhir bulan Juni 2024 lalu. Saat itu, hari Minggu, (30/6/2024) warga di kawasan Sancang, Cibalong dihebohkan dengan penemuan jasad lelaki di pinggir jalan.

Hingga saat ini, identitas korban masih belum terungkap. Polisi telah melakukan berbagai upaya, termasuk melacak identitas melalui sistem dan menyebarkan gambar wajah korban kepada masyarakat, namun hasilnya belum membuahkan titik terang.

Proses hukum terhadap Erus akan tetap berlanjut, meskipun dengan penanganan khusus mengingat kondisi kejiwaannya.

“Nanti yang menentukan hukumannya akan seperti apa, itu majelis hakim,” tutupĀ  Ari.

(Asopian)

Rebranding Desa Wisata Berbasis CBT, Pemkab Garut Gandeng UAI untuk Pengentasan Kemiskinan

0
Sekda Kabupaten Garut nenverika sambutan pada Pelaksanaan FGD Penelitian _Rebranding_ Desa Wisata Berbasis CBT dalam rangka Mengatasi Kemiskinan Masyarakat Kabupaten Garut, di Ruang Rapat Wakil Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).
Sekda Kabupaten Garut nenverika sambutan pada Pelaksanaan FGD Penelitian _Rebranding_ Desa Wisata Berbasis CBT dalam rangka Mengatasi Kemiskinan Masyarakat Kabupaten Garut, di Ruang Rapat Wakil Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).

GTN.COM, Garut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyambut baik penelitian yang dilakukan oleh Tim Riset Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) terkait rebranding desa wisata berbasis _Community Based Tourism (CBT)_ di Kecamatan Banyuresmi. Kehadiran tim riset ini, memiliki misi mengembangkan desa pariwisata di Kabupaten Garut.

“Oleh sebab itu sekali lagi kami menghaturkan banyak terima kasih dan ending dari kegiatan ini kami ingin ada bentuk kerja sama yang kita mainkan,” ujar Nurdin Yana dalam acara _Focus Group Discussion (FGD)_ Penelitian _Rebranding_ Desa Wisata Berbasis CBT dalam rangka Mengatasi Kemiskinan Masyarakat Kabupaten Garut, di Ruang Rapat Wakil Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (30/7/2024).

Nurdin menyoroti bahwa UAI sebelumnya membantu masyarakat Batu Malang untuk tidak hanya bergantung kepada produksi apel saja, namun betalih ke sektor jasa pariwisata.

Ia berharap UAI dapat melakukan hal yang sama di Garut, yang memiliki potensi pariwisata seperti gunung, rimba, laut, dan pantai,” ucapnya.

Menurut Nurdin, kerja sama dengan UAI diharapkan dapat mendorong inovasi di desa-desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan pariwisata.

“Melalui pengembangan wisata yang ada di desa-desa, saya kira akan berbanding lurus antara peningkatan pariwisata dengan peningkatan pendapatan masyarakatnya,” harapnya.

Ketua Prodi Mikom UAI, Manik Sunuantari, menambahkan bahwa FGD bertujuan untuk mendiskusikan langkah-langkah _rebranding_ desa wisata berbasis CBT guna mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Luna Aviantrini, Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Margiyanto, perwakilan Diskop UKM Kabupaten Garut, PHRI Garut, perwakilan masyarakat Kampung Adat Dukuh, dan perwakilan Desa Wisata Sindangkasih

Dari hasil diskusi, kata Manik, menyimpulkan perlunya koordinasi dan kemitraan dari berbagai pihak untuk mengentaskan kemiskinan melalui pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan di Garut secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah dengan adanya FGD ini kita bisa menemukan simpul-simpul kemacetan komunikasi, kendala-kendala yang dihadapi dari beberapa dinas, kemudian pelaku usaha, jadi kalau kita gunakan dengan konsep pentahelix itu bisa terurai,” tutur Manik.

Manik juga menjelaskan bahwa penelitian sudah dilakukan sejak Juni lalu dengan penyebaran angket dan wawancara ke berbagai pihak, termasuk melakukan interview ke beberapa dinas hingga pelaku-pelaku usaha lain, dalam rangka menghasilkan model komunikasi wisata desa berkelanjutan dan mendorong ekonomi lokal.

“Kemungkinan kita akan sampai kepada membuat naskah akademik di dalam rangka untuk melakukan rebranding desa wisata di Kabupaten Garut terutama dalam rangka untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Garut,” kata Manik.

Sebagai tindak lanjut, UAI dan Pemkab Garut akan menandatangani _Memorandum of Understanding (MoU)_ untuk sinergi lebih lanjut.

“Harapannya, riset ini dapat membantu meminimalisir kemiskinan dan menciptakan citra positif Garut sebagai destinasi wisata yang unik,” pungkas Manik.

(Asopian)