Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 19

Polres Garut Berikan Kejutan ke Kodim 0611 Garut di HUT TNI ke-80

0

GARUTTERKININEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80, jajaran Polres Garut memberikan kejutan istimewa kepada Kodim 0611 Garut dengan membawa tumpeng sebagai bentuk ucapan selamat dan sinergitas TNI-Polri. Kegiatan tersebut berlangsung di Makodim 0611 Garut, pada Sabtu (5/10/2025).

Kedatangan rombongan Polres Garut yang dipimpin oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Garut ini disambut hangat oleh Dandim 0611 Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal beserta jajaran TNI. Suasana keakraban dan kebersamaan tampak jelas saat jajaran Polri memberikan tumpeng sebagai simbol persaudaraan dan sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dandim 0611 Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas perhatian dan ucapan selamat yang diberikan oleh Polres Garut. “Kami sangat berterima kasih atas kejutan dan perhatian dari rekan-rekan Polres Garut. Ini menjadi bukti nyata bahwa sinergitas dan soliditas TNI-Polri di Kabupaten Garut terus terjalin erat demi menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Polres Garut menegaskan bahwa kejutan tersebut merupakan wujud kekompakan dan kebersamaan antara TNI dan Polri yang selama ini terjalin dengan baik. “Kami berharap hubungan baik ini terus terjaga, sehingga TNI dan Polri dapat selalu bersinergi dalam melindungi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan, ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama untuk TNI yang semakin profesional, modern, dan dicintai rakyat. Kejutan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergitas TNI-Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara.

( R Agus Sopian )

KDM Luncurkan Gerakan “Rereongan Poe Ibu”: Gotong Royong Rp1.000 Sehari untuk Pendidikan dan Kesehatan

0

GARUTTERKININEWS COM – Pemda Provinsi Jawa Barat menginisiasi Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, sebuah gerakan partisipatif berbasis gotong royong yang mengusung nilai kearifan lokal _silih asah, silih asih, silih asuh_.

Gerakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

SE tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 1 Oktober 2025.

SE ini ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemda Provinsi Jabar, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar.

Melalui gerakan ini, KDM – sapaan akrab Gubernur Dedi Mulyadi mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan masyarakat untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial serta memperkuat pemenuhan hak dasar di bidang pendidikan dan kesehatan yang masih terkendala keterbatasan anggaran maupun akses.

Melalui Gerakan Rereongan Poe Ibu, kami mengajak ASN, pelajar, dan masyarakat menyisihkan Rp1.000 per hari. Kontribusi sederhana ini menjadi wujud solidaritas dan kesukarelawanan sosial, demi membantu kebutuhan darurat masyarakat.

Rereongan Poe Ibu menjadi wadah donasi publik resmi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sifatnya darurat dan mendesak dalam skala terbatas, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Prinsip dasar pelaksanaannya adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Gerakan ini dilaksanakan di lingkungan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, instansi pemerintah maupun swasta, sekolah dasar hingga menengah, serta di lingkungan masyarakat RT dan RW.

Dana Rereongan Poe Ibu dikumpulkan melalui rekening khusus Bank BJB dengan format nama rekening Rereongan Poe Ibu – nama instansi/sekolah/unsur masyarakat.

Pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, dan pelaporan dana dilakukan oleh pengelola setempat yang bertanggung jawab penuh terhadap akuntabilitasnya. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan untuk keperluan darurat di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan transparansi, laporan penggunaan dana akan disampaikan kepada publik melalui aplikasi Sapawarga dan Portal Layanan Publik Pemda Provinsi Jawa Barat, serta dapat diumumkan melalui akun media sosial masing-masing dengan mencantumkan tagar resmi #RereonganPoeIbu #nama instansi/sekolah/unsur masyarakat. Monitoring pelaksanaan gerakan dilakukan sesuai lingkup masing-masing.

Di lingkungan perangkat daerah, pengawasan dilakukan oleh kepala perangkat daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Di instansi pemerintah lainnya dan swasta, pengawasan berada di tangan pimpinan instansi.

Di sekolah, pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah dengan koordinasi Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama.

Sedangkan di lingkungan atau RT/RW, dilaksanakan oleh Kepala Desa/Lurah, serta koordinasi keseluruhannya dilaksanakan oleh Camat.

Gubernur KDM juga menghimbau Bupati/Wali Kota serta kepala perangkat daerah untuk aktif mensosialisasikan dan memfasilitasi pelaksanaan gerakan ini kepada ASN, non-ASN, pelajar, pegawai instansi swasta, serta masyarakat luas.

Selain itu, mereka juga diminta untuk memastikan seluruh proses pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, pencatatan, hingga pelaporan dana berlangsung lancar, transparan, dan akuntabel.

Gerakan ini harus berjalan baik agar benar-benar menjadi kekuatan solidaritas masyarakat Jawa Barat. Dengan rereongan, kita wujudkan Jawa Barat istimewa.

( R Agus Sopian )

Kembali, Yayasan Salam Mukti Fundation Garut Berikan Santunan untuk Anak Yatim Wujud Kepedulian Sosial

0

GARUTTERKININEWS.COM – Yayasan Salam Mukti Foundation kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam membantu anak-anak yatim di Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pada Kamis (02/10/ 2025).

Dalam acara yang berlangsung penuh kehangatan, anak yatim menerima santunan berupa alat ibadah dan alat tulis kepada puluhan anak yatim di desa tersebut.

Ketua Yayasan Salam Mukti Foundation Abdul Sobur Menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan wujud nyata dari nilai-nilai kepedulian yang diusung oleh Yayasan Salam Mukti Foundation terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

 

“Kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan keimanan anak-anak yatim, serta memberikan mereka semangat dan motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.

Aksi santunan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian adalah landasan kuat dalam membangun peradaban yang lebih baik.

( R A Sopian )

Bupati Garut Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama Baru

0
Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di Lingkungan Pemkab Garut, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (1/10/2025)
Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di Lingkungan Pemkab Garut, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (1/10/2025)

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melaksanakan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Acara ini digelar di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (1/10/2025).

‎Pelantikan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program promosi dan mutasi di lingkungan Pemkab Garut. Langkah ini diambil untuk mengisi sejumlah jabatan strategis, mulai dari Inspektorat hingga Sekretariat DPRD (Sekwan), yang sebelumnya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan lebih optimal.

‎Dalam amanatnya, Bupati Garut menekankan dua substansi utama di balik kebijakan rotasi dan promosi tersebut. Pertama adalah Pengembangan Pengalaman dan Penguatan Silaturahmi (Tour of Duty). Menurutnya, mutasi merupakan kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperluas pengalaman, menambah wawasan, sekaligus mempererat silaturahmi.

‎“Rasa syukur kita bukan hanya semata karena materi, tapi juga karena kita memiliki ekosistem pekerjaan yang baik, lingkungan kerja yang baik yang akan memberikan rasa nyaman, meningkatkan rasa syukur, dan ujungnya meningkatkan silaturahmi,” ujar Bupati.

‎Ia menambahkan bahwa kekayaan sejati bukan diukur dari materi, melainkan dari persahabatan dan pertemanan yang saling membantu dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

‎Substansi kedua, lanjut Bupati, adalah mencetak staf multitalenta yang bijak dalam pengambilan keputusan.

‎“Kami ingin punya staf yang memiliki kemampuan multitalenta, yang tidak hanya bisa mengenal satu bidang saja tapi juga beberapa bidang sekaligus,” tegasnya.

‎Bupati menilai rotasi jabatan akan memperluas wawasan para pejabat, sehingga lebih matang dan bijak dalam mengambil keputusan. Hal ini juga akan memperkuat soliditas, komunikasi, serta kinerja dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program.

‎“Saya percaya bahwa salah satu kunci dari keberhasilan adalah komunikasi yang baik,” tutupnya.

‎Pelantikan ini diharapkan membawa semangat baru sekaligus peningkatan kinerja di setiap unit kerja Pemkab Garut, demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih optimal kepada masyarakat.

( R Agus Sopian )

Bupati Garut Usulkan Pembangunan Jalan Pamegatan–Banjarwangi pada Rakor Infrastruktur Jabar ‎

0
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Infrastruktur Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Infrastruktur Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Infrastruktur di Provinsi Jawa Barat yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/9/2025).

‎Dalam forum tersebut, Bupati mengajukan usulan strategis terkait pembangunan jalan di Kabupaten Garut.

‎Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan, pihaknya mengusulkan agar pembangunan jalur Pamegatan–Banjarwangi mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ruas jalan ini ditetapkan sebagai prioritas utama Kabupaten Garut tahun 2026.

‎”Jalan itu membutuhkan biaya yang besar, lebih dari 50 miliar,” jelas Bupati. “Maka Pemerintah Kabupaten Garut mengusulkan sebagian jalan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten Garut nantinya dibantu oleh Pemerintah Pusat karena jalan itu merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Garut untuk tahun 2026.”

‎Bupati menambahkan, alokasi yang semula hanya untuk satu ruas jalan kini difokuskan secara spesifik ke jalur Pamegatan–Banjarwangi, sehingga statusnya menjadi proyek infrastruktur yang sangat diprioritaskan.

( R Agus Sopian )

Pemerintah Kabupaten Garut Tetapkan Kasus Keracunan sebagai KLB, Pembiayaan Ditanggung BTT

0
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan peninjauan kondisi terkini penyintas keracunan makanan di Puskesmas Kadungora, Puskesmas Leles, dan RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut, pada Selasa malam (30/9/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan peninjauan kondisi terkini penyintas keracunan makanan di Puskesmas Kadungora, Puskesmas Leles, dan RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut, pada Selasa malam (30/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menetapkan kasus keracunan massal di Kabupaten Garut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan ini disampaikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, usai melakukan peninjauan kondisi terkini penyintas keracunan makanan di Puskesmas Kadungora, Kabupaten Garut, pada Selasa malam (30/9/2025).

‎Penetapan status KLB ini diputuskan setelah Bupati Garut beserta jajaran pejabat tinggi pratama dan Sekretaris Daerah (Sekda) menggelar rapat darurat usai melakukan peninjauan di Puskesmas Kadungora.

‎”Barusan kami melaksanakan rapat dengan Pak Sekda, dengan Bu Kadis, dan juga beberapa pejabat tinggi Pratama. Intinya adalah bahwa kita menegaskan kembali, bahwa karena kondisinya tadi sudah perlu penanganan khusus maka kita nyatakan sebagai KLB,” tegas Bupati Syakur.

‎Dengan ditetapkannya status KLB, imbuh Bupati Garut, Pemkab Garut menjamin seluruh biaya penanganan dan perawatan korban akan ditanggung penuh.

‎”Berarti kemungkinan semua pembiayaan itu akan kita cover melalui BTT (Belanja Tidak Terduga),” ujar Bupati.

‎Selain jaminan pembiayaan, langkah-langkah luar biasa juga segera diinstruksikan untuk memastikan semua korban mendapatkan penanganan medis. Syakur telah memanggil seluruh kepala desa untuk melakukan _sweeping_ (penyisiran) di wilayah masing-masing guna mencari warga yang bergejala agar segera menghubungi puskesmas untuk dijemput.

‎”Jadi jangan sampai kemudian dianggap tidak apa-apa lah, dianggap jauh lah, takut ada biaya lah, sehingga mereka tidak segera ditangani dengan baik,” jelasnya.

‎Hingga Selasa malam, Bupati Garut mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan bahwa total terdapat 131 orang yang mendapatkan perawatan. Para penyintas dirawat di dua lokasi, yakni Puskesmas Kadungora dan Puskesmas Leles.

‎”Ada 131 yang mendapatkan perawatan. Dibagi di dua tempat, disini dan di Leles,” ungkap Bupati.

‎Dari jumlah tersebut, tiga orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena memerlukan penanganan yang lebih intensif, termasuk salah satu di antaranya adalah balita.

‎Mengenai dugaan sumber keracunan, Bupati Garut menyatakan bahwa Pemkab masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut. Sebagai langkah pencegahan dan tindak lanjut, tempat atau dapur yang diduga menjadi penyebab keracunan telah ditutup sementara oleh Pemkab Garut.

‎”Ya kita tutup, karena memang sudah jelas ini sudah ada korban yang relatif banyak,” ujarnya.

‎Ia memastikan bahwa kondisi penanganan medis saat ini terkendali. Ia juga menyampaikan harapannya agar para penyintas dapat segera pulih, serta terlihat beberapa pasien sudah mulai menunjukkan perbaikan kondisi.

‎”Kita lihat beberapa orang sudah kelihatan wajahnya sudah mulai cerah, tapi tetep kita lakukan monitoring sampai 8 jam. Mungkin tengah malem, dan saya berharap mereka itu bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Dan tadi saya lihat beberapa tadi sudah senyum, dan tadi gejala-gejala seperti BAB-nya sudah mulai kurang,” tutupnya.

( R Agus Sopian )

Polres Garut Amankan Pelaku Penganiayaan Akibat Sengketa Lahan di Singajaya

0

GARUTTERKININEWS.COM – Jajaran Unit III Pidum Sat Reskrim Polres Garut berhasil mengamankan seorang pria berinisial A (42), warga Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, yang melakukan tindak pidana penganiayaan dengan senjata tajam terhadap korban bernama Masdar (55).

Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengatakan peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB di wilayah Kampung Panimbang, Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kasus ini dipicu oleh perselisihan antara pelaku dan korban terkait kepengurusan serta kepemilikan lahan kebun peninggalan orang tua mereka yang telah meninggal dunia.

“Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga membacok korban dengan sebilah golok hingga korban mengalami luka sobek pada bagian kepala, pipi kanan, tangan kanan, dan punggung belakang, Atas insiden itu Pelaku kini telah ditahan di Mapolres Garut untuk proses hukum lebih lanjut dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.” ungkap AKP Joko Prihatin, Selasa (30/9/2025).

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat sekitar, mengingat permasalahan keluarga yang berujung pada tindak kekerasan hingga menimbulkan luka serius pada korban.

( R Agus Sopian )

Dinas Kesehatan Garut Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Jantung dengan Pola Hidup CERDIK di Hari Jantung Sedunia 2025

0
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, membuka peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day 2025) di Lapang Makorem 062/Tarumanegara, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Minggu (28/9/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, membuka peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day 2025) di Lapang Makorem 062/Tarumanegara, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Minggu (28/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, membuka peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) 2025 di Lapang Makorem 062/Tarumanegara, Jalan Bratayudha, Kecamatan Garut Kota, Minggu (28/9/2025).

Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit jantung sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia.

Leli Yuliani menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara sekaligus mengungkapkan keprihatinan atas tingginya kasus jantung di Garut. “Berdasarkan data BPJS, terdapat sekitar 7.000 lebih rujukan dari puskesmas ke rumah sakit terkait kasus jantung,” ujarnya.

Penerapan pola hidup CERDIK disebut sebagai upaya penting untuk menekan prevalensi penyakit jantung. Pola ini meliputi:

1. Cek kesehatan secara berkala

2. Enyahkan asap rokok

3. Rajin olahraga

4. Diet sehat dan seimbang

5. Istirahat cukup

6. Kelola stres

“Memang di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut harus melakukan sosialisasi terkait untuk pencegahan terhadap penyakit jantung agar masyarakat mengetahui dan melaksanakannya, dan prevalensi terhadap penyakit jantung menurun,” tegasnya.

Pasien penderita jantung diimbau rutin kontrol, konsisten menjalankan pola CERDIK, aktif dalam komunitas, serta segera mengakses fasilitas kesehatan jika muncul gejala serangan mendadak.

Ketua Panitia, Fadli Amarulloh, melaporkan kegiatan ini diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kalangan, termasuk tenaga kesehatan, kader, dan komunitas. Sebanyak 39 instansi pemerintah maupun swasta turut mendukung acara tersebut. Rangkaian WHD 2025 berlangsung selama sepekan dengan agenda Pelatihan Bantuan Hidup Dasar, screening jantung gratis, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta puncak kegiatan berupa Senam Jantung Bersama.

“Semua kegiatan ini kami rancang bukan hanya sebagai bentuk edukasi saja, tetapi pengalaman nyata untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan jantung,” jelas Fadli.

Ketua YJI Kabupaten Garut, Kadar Lesmana, menyoroti meningkatnya kasus jantung akibat perubahan pola makan dan gaya hidup yang kini bahkan menyerang usia muda. Ia menganjurkan masyarakat melakukan olahraga ringan, seperti berjalan cepat selama 30 menit hampir setiap hari, serta tidak menunda pemeriksaan kesehatan ke fasilitas terdekat.

( R Agus Sopian )

Delapan Bulan Derita KDRT, Polres Garut Tangkap Pelaku

0

GARUTTERKININEWS.COM – Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Garut resmi menahan seorang pria pelaku KDRT berinisial EP (38), warga Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Penahanan ini dilakukan setelah adanya laporan dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya.

Kasus ini berawal dari peristiwa yang terjadi pada Sabtu (14/06/2025) malam, di rumah mereka yang berlokasi di kediaman pelaku.

Menurut keterangan korban, pelaku kerap melakukan kekerasan dengan memukul menggunakan golok bagian tumpul, tongkat portable, serta melempar toples. Bahkan, korban juga sempat diceburkan ke kolam di depan rumah hingga mengalami luka lebam dan sakit di bagian kepala, punggung, tangan, serta kaki.

Korban juga mengaku telah mengalami perlakuan serupa selama delapan bulan terakhir, terutama dipicu oleh rasa cemburu pelaku yang menuduh korban berselingkuh. Karena tidak tahan lagi, korban akhirnya meminta pertolongan warga dan keluarganya, lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Garut.

Dalam proses penyelidikan, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian korban, buku nikah, kartu keluarga, serta keterangan medis dari RSUD dr. Slamet Garut yang memperkuat adanya dugaan tindak kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin menyampaikan bahwa tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Jumat (26/9/2025).

Pelaku sudah kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut. Korban juga mendapat pendampingan dan perlindungan sesuai prosedur yang berlaku, Saat ini, korban masih menjalani pemulihan akibat luka fisik dan trauma psikologis.

“Kami menegaskan untuk menindak tegas setiap bentuk tindak kekerasan dalam rumah tangga di wilayah Kabupaten Garut.” kata Kasat Reskrim kepada awak media.

( R Agus Sopian )

Kodim 0611/Garut Pimpin Karya Bakti Pembersihan Situ Bagendit, Kerahkan Puluhan Rakit

0
Kodim 0611/Garut memimpin kegiatan Karya Bakti pembersihan Situ Bagendit, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (26/9/2025).
Kodim 0611/Garut memimpin kegiatan Karya Bakti pembersihan Situ Bagendit, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (26/9/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Kodim 0611/Garut memimpin kegiatan Karya Bakti pembersihan Situ Bagendit yang berlokasi di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (26/9/2025).

‎Kegiatan bersih-bersih ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mengembalikan keindahan dan fungsi Situ Bagendit sebagai ikon wisata Kabupaten Garut.

‎Koordinator Kebersihan Situ Bagendit, Hendi, menjelaskan bahwa pembersihan sudah dilakukan secara intensif sejak 20 Juli hingga 26 September 2025.

‎”Kurang lebih sudah 2 bulan 4 hari kita melakukan pembersihan Situ Bagendit,” terangnya.

‎Menurut Hendi, hasil pembersihan kini mulai terlihat, dengan pengerjaan yang dilakukan dari Gerbang 1 hingga Gerbang 3. Ia mengajak semua pihak untuk turut menjaga kebersihan kawasan situ yang banyak dipenuhi eceng gondok dan teratai.

‎Dalam kegiatan ini, Hendi juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama tim. Untuk pembersihan di air, panitia menyiapkan 50 rakit yang terdiri dari rakit besar (mampu menampung 10 orang), rakit sedang (4 orang), dan rakit kecil (2 orang). Selain itu, pembersihan juga dilakukan di tepian situ dan area darat sekitarnya.

‎Hendi berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan dan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan tujuan utama pembersihan adalah menjaga nilai destinasi wisata Situ Bagendit agar tetap indah, nyaman, berkelanjutan, dan terpelihara.

( R Agus Sopian )