Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 35

Tertib atau Ditertibkan? Bupati Garut Beri Pesan Tegas kepada PKL

0
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ciledug, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (7/3/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ciledug, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jumat (7/3/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ciledug, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Jumat (7/3/2025). Peninjauan ini bertujuan untuk melihat kondisi serta suasana aktivitas PKL di kawasan tersebut, mulai dari Toko Ek Bouw Jaya hingga area dekat PKPN Garut.

Dalam kunjungannya, Syakur turut mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, mengingat permasalahan PKL merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami ingin melihat suasana dan kondisi di lapangan, karena ini bukan hanya tanggung jawab Bupati atau Satpol PP saja, tetapi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Saat meninjau lokasi, Syakur menyempatkan diri berbincang dan ben cengkrama dengan para pedagang. Ia mengungkapkan bahwa banyak di antara mereka telah lama menetap dan berjualan di area tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau para pedagang untuk menertibkan diri sebelum pemerintah mengambil langkah penertiban.

“Jadi mending menertibkan diri daripada kita tertibkan, saya juga mengimbau kepada masyarakat terkait dengan kebersihan dan keindahan di sekitar ini,” katanya.

Syakur berharap para PKL memiliki kesadaran untuk tidak mengganggu ketertiban umum. Ia menambahkan, pihaknya akan mengadakan diskusi lebih lanjut guna mencari solusi terbaik terkait penataan PKL di Jalan Ciledug.

“Nah ini akan kita diskusikan seperti apa, yang pasti harus ada solusinya, tapi bukan juga berarti bahwa ini jadi tanggung jawab kita, kita utamakan beberapa hal terutama ketertiban,” pungkasnya.

(R Agus Sopian)

Pemkab Garut Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1446 H, Ikuti Kebijakan Pemprov Jabar

0
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut mengikuti apel pagi dengan seragam khas berwarna cokelat. Pemkab Garut resmi menyesuaikan jam kerja ASN selama bulan Ramadan 1446 H, mengacu pada kebijakan Pemprov Jabar, guna mendukung kelancaran ibadah puasa sekaligus menjaga produktivitas pelayanan publik.
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut mengikuti apel pagi dengan seragam khas berwarna cokelat. Pemkab Garut resmi menyesuaikan jam kerja ASN selama bulan Ramadan 1446 H, mengacu pada kebijakan Pemprov Jabar, guna mendukung kelancaran ibadah puasa sekaligus menjaga produktivitas pelayanan publik.

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Garut resmi menyesuaikan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan 1446 H. Penyesuaian ini mengacu pada kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bupati Garut Nomor: 100.3.4.2/1439/BKD Tahun 2025.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Garut menyampaikan bahwa perubahan jam kerja ini bertujuan untuk mendukung kelancaran ibadah puasa bagi ASN sekaligus menjaga produktivitas pelayanan publik.

Berikut jam kerja ASN selama Ramadan :
• Bagi Perangkat Daerah dengan 5 Hari Kerja:
– Senin – Kamis: 06.30 – 14.00 WIB (istirahat 11.30 – 12.30 WIB)
– Jumat: 06.30 – 14.30 WIB (istirahat 11.30 – 13.30 WIB)

• Bagi Perangkat Daerah dengan 6 Hari Kerja:
– Senin – Kamis & Sabtu: 06.30 – 12.00 WIB
– Jumat: 06.30 – 11.30 WIB

Penyesuaian jam kerja ini mulai berlaku pada Senin, 10 Maret 2025. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan ASN tetap dapat menjalankan tugasnya secara optimal tanpa mengurangi kesempatan beribadah di bulan suci Ramadan.

Pemkab Garut menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah wajib mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

(R Agus Sopian)

Unsur Pemerintah Anggota DPRD hingga Masyarakat Terjun Langsung Bersihkan Drainase di Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul

0

GARUTTERKININEWS.COM – Unsur Pemerintahan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), hingga masyarakat setempat, terjun langsung membersihkan drainase atau saluran irigasi yang berlokasi di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (5/3/2025).

Pembersihan dilakukan karena adanya sumbatan di irigasi tersebut dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah Kelurahan Sukajaya pada Senin malam (3/3/2025).

Dalam kesempatan ini, nampak hadir Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Margiyanto, hingga Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi.

Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, mengapresiasi gotong-royong yang dilakukan oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga masyarakat dalam membersihkan drainase perkotaan ini.

Ia berharap Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam konteks efisiensi, bisa merealokasi anggaran dari perjalanan dinas atau efisiensi lainnya, untuk perbaikan irigasi maupun drainase perkotaan, karena menurutnya ada beberapa irigasi ataupun drainase perkotaan yang sudah rusak hingga adanya sedimentasi penumpukan sampah dan diperlukan normalisasi.

“Nah harapan itu Pak Bupati di Tahun 2025 ini efisiensi anggaran terutama dari perjalanan dinas semua SKPD termasuk di DPRD Garut, kemudian dialihkan untuk kepentingan perbaikan drainase dan irigasi, yang Badama saja rusak berat, Irigasi Badama tahun kemarin sudah rusak berat, tambah dengan banjir kemarin tambah kerusakannya, dan ini perlu perbaikan di tahun ini, karena kasian petani, itu mungkin dari saya, mari kita kokohkan gotongroyong semua pihak,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, menuturkan, kejadian banjir di wilayah Kelurahan Sukajaya merupakan kejadian tahunan. Ia menerangkan, jika terjadi hujan dengan intensitas sangat tinggi, maka biasanya akan terjadi air meluap.

Mawardi mengatakan ketika debit air tinggi kemudian saluran tidak mampu menampung air karena adanaya sedimentasi, air biasanya meluap dan mengalir ke jalan, sehingga akibat kejadian banjir kemarin, kata Mawardi, yang terdampak cukup berat yaitu jalan yang rusak dan pesawahan yang tergenang.

“Jadi sebetulnya kalau dampak kepada masyarakat yang ke rumah dan sebagainya itu tidak terlalu membahayakan tidak terlalu berat, hanya yang menjadi dampak itu sekarang jalan sama sawah, dengan sedimentasi, kemudian juga pertanian padinya yang sudah gede itu habis (dan) kemungkinan gagal panen,” tutur Mawardi.

Ia juga mengapresiasi Gerakan Bersama Penanganan Bencana Hidrometeorologi yang diinisiasi oleh Kepala dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Garut, menurutnya, melalui gerakan ini, tidak hanya aparatur pemerintah yang terjun, namun semua pihak termasuk masyarakat ikut terlibat dalam gerakan tersebut.

“Karena selama ini yang terjadi mohon maaf ada sumbatan sedikit saja masyarakat kadang-kadang abai, sehingga mereka selalu mengandalkan petugas, selalu mengandalkan pemerintah setempat, tanpa dia juga ada kesadaran belum ada muncul kesadaran, mungkin dengan kegiatan seperti ini kita ingin memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk bisa bersama-sama mengatasi masalah, karena tidak ada masalah yang bisa diatasi dengan bareng-bareng seperti itu,” kata Camat Tarogong Kidul.

Di tempat yang sama, Lurah Kelurahan Sukajaya, Dayat, menuturkan, air meluap tat kala warga sedang melaksanakan salat tarawih. Ia memaparkan akibat bencana tersebut, setidaknya 60% wilayah Kelurahan Sukajaya terdampak, bahkan sedikitnya 5 hektare lahan sawah terendam dan terancam gagal panen.

Ia berharap gerakan bersama yang digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Garut ini, biza menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan.

Terakhir, Ketua RW 04 Kampung Astana Girang, Beni Nurbayani, mengatakan, pihaknya mewakili warga setempat, mengapresiasi dan menyambut antusias adanya gerakan bersama ini. Ia berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan dan berkelanjutan.

“Ya tentunya harapannya setelah kegiatan ini ada tindaklanjut ya dari dinas terkait, bagaimana ini merupakan akses vital saluran air dari atas ke bawah, ini berdampak kepada warga, selain mungkin jalan rusak ada juga beberapa rumah yang tergenang, sehingga ini perlu ada penanganan untuk bisa adanya pembangunan pelebaran drainase (atau) perbaikan saluran air seperti itu,” tandasnya.

(R Agus Sopian)

Bupati Garut Lakukan Monitoring Gerakan Bersama Mitigasi Bencana Hidrometrologi

0
Pelaksanaaan Monitoring Gerakan Bersama Mitigasi Bencana Hidrometrologi di Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (5/3/2025).
Pelaksanaaan Monitoring Gerakan Bersama Mitigasi Bencana Hidrometrologi di Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (5/3/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, lakukan Monitoring Gerakan Bersama Mitigasi Bencana Hidrometrologi yang bertempat di Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (5/3/2025).

Syakur menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, dimana pemerintah dan masyarakat memiliki kewajiban yang sama dalam mitigasi bencana.

Ia menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan saling mengingatkan satu sama lain. Karena bencana tidak hanya disebabkan oleh faktor alam tapi bisa oleh faktor manusia.

“Bencana itu dipengaruhi bukan hanya dipengaruhi faktor alam tetapi adanya faktor dari ulah manusianya,” ungkapnya.

Ia berharap, agar masayarakat bersama-sama meningkatkan pengetahuan menyangkut tentang kebersihan dan pengelolahan sampah yang benar.

“Saya berharap, masyarakat Kabupaten Garut menjadi sehat, lingkungan bersih, aman, dan tentram,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (BPBD) Badan Penanggulangam Bencana Daerah Kabupaten Garut, Aah Anwar, menyampaikan, kegiatan ini merupakan gerakan bersama dalam mitigasi bencana. Hal tersebut menindaklanjuti rencana Bupati, yang mana kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 53 lokasi, meliputi 42 Kecamatan dan 11 Kelurahan Garut kota.

Ia menerangkan, acara ini dilaksanakan atas kerja sama semua pihak dan berharap acara ini bisa berlangsung lancar dan memberikan dampak positif.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyampaikan kegiatan bersih-bersih ini turut diikuti mulai dari Camat Garut Kota, Lurah, perangakat daerah hingga RW dan RT serta stakeholder lainnya.

“Kita lakukan pembersihan ini karena, kalau misalkan mengandalkan pemerintah itu berat sekali jadi kita harus gotong-royong,” ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya akan mengusahakan melakukan pembangunan saluran air yang memungkinkan air tidak ke wilayah permukiman warga.

Ia mengajak kepada masyarakat agar bersama membiasakan diri untuk buang sampah pada tempatnya.

“Ayo kita sama-sama buang sampah yang benar dengan sampah tersebut dikumpulkan terlebih dahulu lalu di buang,” ungkapnya.

Terakhir, ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Garut agar menyiapkan pengelolaan sampah yang mampu menjangkau di tingkat RT/RW hingga tingkat Desa.

“Jadi sampah itu tidak ada alesan dibuang ke sungai atau sembarangan dan bila itu terjadi petensi air akan tersumbat mengakibatkan banjir,” tuturnya. (R Agus Sopian)

Polres Garut Ringkus Perampok Ratusan Tabung Gas LPG di SPBE Banyuresmi

0

GARUTTERKININEWS.COM – Polres Garut berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di kawasan Agen LPG PT. ELPIJI Garut Ma’soem dan PT. Muawanah Al Ma’soem, Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Kejadian tersebut terjadi pada saat dua orang korban, Rais Prayoga dan  Sutisna, sedang tidur di tempat kerja mereka.

Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin, S.H., mengatakan kasus ini bermula ketika pada hari Kamis tanggal 27 Februrari 2025 sekitar pukul 03.00 WIB, empat orang pelaku yang mengenakan masker mendatangi lokasi dan langsung menyekap kedua korban. Pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam dan di duga senjata api.

Setelah berhasil melumpuhkan para korban, pelaku kemudian membawa kabur barang-barang milik perusahaan serta milik pribadi para saksi, di antaranya tabung gas, uang perusahaan, handphone, dan sepeda motor milik korban.

“Setelah menerima laporan, tim dari Sat Reskrim Polres Garut bergerak cepat untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Kedua pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian ini berhasil kami tangkap dan dua pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran.” Ujar Kasat Reskrim.

Identitas pelaku di ketahui sebagai NN berusia 54 tahun, warga Kampung Cipanengah, Kota Sukabumi, dan WP berusia 39 tahun, warga Kampung Tegal Gede, Kabupaten Garut.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp. 58.072.000 (lima puluh delapan juta tujuh puluh dua ribu rupiah).

Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti 139 buah tabung gas, 2 unit mobil Daihatsu Granmax (blindvan dan pickup), 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX, Senjata tajam jenis karambit dan Alat-alat yang di gunakan pelaku seperti obeng, tang, kunci busi, dan kunci ring pas.

Atas tindakannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan, yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., menyatakan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan kasus ini dan berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada masyarakat agar melapor jika mengetahui adanya tindak kriminal di sekitar mereka.

(R Agus Sopian)

Serentak di Seluruh Kecamatan, Gerakan Bersama Pemkab Garut Fokus pada Mitigasi Bencana

0

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan mencanangkan Gerakan Bersama Penanganan Bencana Hidrometeorologi sebagai upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat terkait ancaman bencana. Kegiatan ini akan dilaksanakan serentak pada Rabu (5/3/2025) di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, dengan pusat kegiatan di Kampung Goler, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bayongbong.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana. Ia berharap Gerakan Bersama ini dapat menjadi contoh praktik terbaik (best practice) bagi masyarakat dalam mengurangi risiko bencana di masa depan.

“Apa yang kami lakukan ini diharapkan dapat menjadi best practice atau teladan bagi masyarakat dalam mencegah bencana di masa yang akan datang,” ujar Syakur seusai mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan bencana di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (4/3/2025).

Gerakan Bersama ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Garut dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, yang kerap terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem.

(R Agus Sopian)

Polisi Lakukan Pengejaran Lima Orang Perampok Gondol Ratusan Tabung Gas LPG di Banyuresmi

0

GARUTTERKININEWS.COM –  Pada hari Kamis 27 Februari 2025 telah terjadi pencurian dengan kekerasan sekitar pukul 06.00 Wib di Gudang Agen Elpiji PT Elpiji Garut Masoem Di Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin, S.H., mengatakan pelaku berjumlah 5 orang yang masuk melewati benteng dan langsung menuju mess lalu para pelaku menyekap kedua karyawan yang sedang tidur sambil mengancam menggunakan golok.

Kemudian para pelaku membuka secara paksa rantai pintu dari dalam tidak lama kemudian masuk dua jenis Kendaraan R4 Jenis pick up dan minibus, lalu para pelaku mengambil Tabung gas yang ada diatas mobil truk dengan cara dipindahkan ke mobil yang sudah dipersiapkan.

“Kami langsung mendatangi tkp setelah menerima laporan kejadian tersebut, mengumpulkan informasi dari korban, cctv dan para saksi yang ada di lokasi kejadian, untuk saat ini para pelaku dalam pengejaran Sat Reskrim Polres Garut.” Ujar Kasat Reskrim saat wawancara kepada media, Senin (03/03/2025).

Akibat dari kejadian ini barang yang diambil para pelaku dinataranya  2 buah tabung gas 12 kg, 136 buah tabung gas 5.5kg, uang Rp 959.000, satu unit sepeda motor jupiter MX, satu buah Hp LG, satu buah Helm KYT, dan satu buah hp Oppo A38 dengan total kerugan sekitar Rp 58.072.000.

(R Agus Sopian)

HMI Komisariat IAIPI Garut Jalin Silaturahmi dengan Koramil 1111 Tarogong

0
Ketua Umum HMI Komisariat IAIPI Garut, Sail Maarij , bersama pengurus HMI lainnya berfoto bersama Danramil 1111 Tarogong Kidul, Kapten Infanteri Dedy Syaefulloh, usai melakukan kunjungan silaturahmi di Markas Koramil 1111 Tarogong Kidul, Senin (3/3/2025).
Ketua Umum HMI Komisariat IAIPI Garut, Sail Maarij , bersama pengurus HMI lainnya berfoto bersama Danramil 1111 Tarogong Kidul, Kapten Infanteri Dedy Syaefulloh, usai melakukan kunjungan silaturahmi di Markas Koramil 1111 Tarogong Kidul, Senin (3/3/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Institut Agama Islam Persatuan Islam (IAIPI) Garut melakukan kunjungan silaturahmi ke Koramil 1111 Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Senin (3/3/2025). Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan baik antara HMI dengan TNI serta membangun sinergi dalam berbagai program.

Rombongan HMI Komisariat IAIPI yang dipimpin oleh Ketua Umum Sail Maarij, didampingi Sekretaris Sultan Al Zafrani dan Kepala Bidang KPP Mujiburrohman, disambut langsung oleh Danramil Tarogong Kidul, Kapten Infanteri Dedy Syaefulloh. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas pentingnya hubungan harmonis antara masyarakat sipil dan militer.

Salah satu hasil diskusi adalah rencana kolaborasi dalam penyelenggaraan seminar bertajuk &Mental Health_ untuk Generasi Z. Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap kesehatan mental, seiring dengan meningkatnya tantangan psikologis di era digital.

Ketua Umum HMI Komisariat IAIPI, Sail Maarij, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud komitmen HMI dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk TNI. Sementara itu, Kapten Infanteri Dedy Syaefulloh menyambut baik inisiatif ini dan berharap hubungan baik antara HMI dan Koramil 1111 Tarogong Kidul dapat terus terjalin.

Silaturahmi ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata dari HMI Komisariat IAIPI kepada pihak Koramil sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi yang semakin erat.

(R Agus Sopian)

Abdusy Syakur Pimpin Apel Gabungan Perdana di Lingkungan Pemkab Garut

0
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan Perdana di Lingkungan Pemkab Garut, yang dilaksanakan di Lapangan Setda Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (3/3/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan Perdana di Lingkungan Pemkab Garut, yang dilaksanakan di Lapangan Setda Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (3/3/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan Perdana di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (3/3/2025).

Apel Gabungan kali ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP), hingga pegawai di lingkungan Pemkab Garut.

Dalam sambutannya, Ia menyampaikan, bahwa momen ini merupakan momen 8pertama dirinya tampil di hadapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Garut sebagai Bupati Garut. Meski demikian, lanjut Syakur, sejatinya dirinya bukan orang baru dalam apel gabungan ini, hanya saja dulu menjadi peserta dan sekarang menjadi pembina apel.

“Artinya apa? buat saya bahwa anda semua adalah orang-orang yang saya kenal, orang-orang yang saya cukup kenal dengan baik, dan dekat dengan saya, dan harapan saya ke depan kita bisa bersama-sama,” ujar Syakur.

Syakur memaparkan sebelum menjadi kepala daerah, pihaknya sudah melalui rangkaian kegiatan yang relatif panjang, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), hingga akhirnya dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan beberapa visi misi dan harapannya tentang bagaimana membangun Garut ke depan, dan visi misi serta harapan tersebut, kata Syakur, sejatinya diterima oleh masyarakat Kabupaten Garut, yang dibuktikan dengan banyaknya dukungan dari masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada 2024 lalu.

“Satu sisi dukungan ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami, sisi lain ini adalah tantangan yang berat, karena kita ketahui bahwa kondisi yang sekarang ini kurang menggembirakan, dari peringkat IPM yang kita miliki dan indikator-indikator lain kita masih perlu bekerja keras untuk mencapai cita-cita atau harapan kita, tentu saja pada kesempatan ini saya mengajak kepada semua elemen tentu saja ASN yang sekarang sudah menjadi bagian yang sama dengan kami, kita adalah pelayan masyarakat,” ucapnya.

Bupati Garut menegaskan bahwa dirinya bersama ASN di lingkungan Pemkab Garut berada di sisi atau bidang yang sama, dan yang dihadapi adalah masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan dari Pemkab Garut.

“Sehingga buat saya ke depan tidak ada lagi istilah Bupati dan ASN berbeda (atau) tidak sama, semuanya sama, sehingga apapun yang saya lakukan sejatinya harus mendapatkan dukungan _support_ dari bapak ibu semua, dan saya pun juga akan ikut serta bersama-sama dalam melaksanakan program kegiatan yang bapak ibu laksanakan,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan juga penyerahan penghargaan Lulusan Terbaik Mahasiswa Angkatan XIII Program Studi Profesi Kepamongprajaann Institut Pemerintahan Dalam Negeri Tahun Akademik 2024/2025 kepada Camat Cilawu, Anas Aolia Malik, sebagai Terbaik I dengan IPK 3,89 dan kepada Camat Cisurupan, Mamun, sebagai Terbaik II dengan IPK 3,87.

Tak hanya itu, dilaksanakan juga penyerahan bantuan kegiatan irigasi perpompaan sebesar Ro3.825.000.000 kepada 25 kelompok tani, penyerahan kegiatan _development of integrated farming systems in Upland Areas Project_ Tahun 2025 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan total bantuan sebesar Rp1.921.000.000, hingga penyerahan penghargaan kejuaraan bola voli dan bola basket antar SKPD dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-212 Kabupaten Garut. ( R Agus Sopian)

Bupati Garut Terbitkan Surat Edaran Penyesuaian Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1446 H

0
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut mengikuti apel pagi, Senin (24/2/2025). Pemkab Garut resmi menerbitkan Surat Edaran tentang penyesuaian jam kerja ASN selama bulan Ramadan 1446 Hijriah guna menjaga efektivitas pelayanan publik. (Foto: Dok. Diskominfo Kab. Garut).
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut mengikuti apel pagi, Senin (24/2/2025). Pemkab Garut resmi menerbitkan Surat Edaran tentang penyesuaian jam kerja ASN selama bulan Ramadan 1446 Hijriah guna menjaga efektivitas pelayanan publik. (Foto: Dok. Diskominfo Kab. Garut).

 GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Garut menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/1360/BKD Tahun 2025 tentang penyesuaian jam kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan 1446 Hijriah. Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Garut.

Dalam surat tersebut, Bupati Garut menyatakan bahwa penyesuaian jam kerja dilakukan untuk menjamin kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan efektivitas kinerja ASN selama bulan suci Ramadan.

*Ketentuan Jam Kerja ASN Selama Ramadan*
Berdasarkan isi edaran, jam kerja ASN selama Ramadan dibedakan berdasarkan sistem kerja di masing-masing perangkat daerah:

1. Bagi Perangkat Daerah yang menerapkan lima hari kerja:

– Senin – Kamis: 08.00 – 15.00 WIB (istirahat 12.00 – 12.30 WIB)
– Jumat: 08.00 – 15.30 WIB (istirahat 11.30 – 12.30 WIB)

2. Bagi Perangkat Daerah yang menerapkan enam hari kerja:

– Senin – Kamis, dan Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB (istirahat 12.00 – 12.30 WIB)
– Jumat: 08.00 – 14.00 WIB (istirahat 11.30 – 12.30 WIB)

Selain itu, dalam edaran juga disebutkan bahwa jumlah jam kerja efektif bagi perangkat daerah yang menerapkan lima atau enam hari kerja selama Ramadan wajib memenuhi minimal 32,5 jam per minggu.

*Dasar Hukum Penyesuaian Jam Kerja*
Penyesuaian jam kerja ini mengacu pada berbagai regulasi, antara lain:

– Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN
– Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS
– Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan para ASN di lingkungan Pemkab Garut tetap dapat menjalankan tugasnya dengan optimal tanpa mengurangi kekhidmatan dalam menjalankan ibadah Ramadan. (R Agus Sopian)