Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 47

Pj Bupati Garut Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Sukaresmi, Pastikan Penanganan Cepat

0

GARUTTERKININEWS.COM – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4.2 yang melanda wilayah Kabupaten Garut pada Sabtu pagi (7/12/2024). Salah satu lokasi yang disambangi adalah Kecamatan Sukaresmi, Minggu (8/12/2024).

Dalam kunjungannya, Barnas menyampaikan belasungkawa kepada para penyintas dan menegaskan perlunya langkah cepat dalam penanganan pascagempa. Ia meminta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk segera mendata kerusakan secara detail guna memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat waktu.

“Harus ada bantuan yang dibutuhkan, seperti rumah ini, yang sudah tidak layak ditempati. Jika tetap dihuni, saya khawatir akan membahayakan penghuninya. Kita akan diskusikan langkah cepat agar rumah ini aman,” ujarnya saat meninjau salah satu rumah yang rusak berat.

Barnas juga menjelaskan bahwa Pemkab Garut sedang melakukan verifikasi data untuk menentukan apakah kondisi ini perlu ditetapkan sebagai tanggap darurat. Keputusan ini penting sebagai dasar pencairan dana tak terduga (BTT).

“Untuk BTT itu ada aturannya, jadi kita akan mengikuti aturan dulu, kalau ini nanti dianggap tanggap darurat baru BTT itu bisa dikeluarkan, tapi kalau kita ada potensi-potensi anggaran yang nanti bisa menyelesaikan, BTT tidak keluar, jadi akan kita diskusikan dengan semua aparat di Kabupaten Garut,” tandasnya.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut per 7 Desember 2024 pukul 19.00 WIB, gempa ini mengakibatkan kerusakan pada 113 rumah yang tersebar di tujuh kecamatan: Bayongbong, Tarogong Kaler, Sukaresmi, Cikajang, Samarang, Pasirwangi, dan Cisurupan.

Di Kecamatan Sukaresmi, dua fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, sementara di Kecamatan Cisurupan, satu fasilitas ibadah terdampak gempa. Pemkab Garut berkomitmen memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan kondisi warga terdampak bencana ini. (R Agus Sopian)

Pemkab Garut Gelar Rakor Pasca Gempa Magnitudo 4.2

0

GARUTTERKININEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Garut pada Sabtu pagi (7/12/2024) dengan episenter terletak pada koordinat 7.24 LS dan 107.72 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km BaratDaya Kabupaten Garut, Jawa Barat pada kedalaman 5 km. Gempa tersebut sempat mengejutkan warga di beberapa kecamatan, seperti Cisurupan, Sukaresmi, Pasirwangi, dan Samarang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menyampaikan bahwa Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, telah menginstruksikan untuk melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan, khususnya di daerah yang menjadi pusat gempa.

“Kita mintakan informasi segera dari para camat, saat itu juga para camat langsung dengan jejaringnya dengan para kepala desa, dengan RW dan RT melakukan pemantauan di lapangan,” ujar Didit.

Didit mengungkapkan hingga saat ini pihaknya terus melakukan _updating_ data untuk jumlah rumah rusak hingga kepala keluarga (KK) dan jiwa yang terdampak.

Didit menambahkan, tim dari BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) Garut telah bergerak untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi, termasuk pemenuhan logistik, obat-obatan, serta layanan kesehatan.

Proses pendataan kerusakan rumah dan jumlah warga terdampak terus dilakukan. Didit berharap data verifikasi dapat diselesaikan malam ini, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan kebijakan pimpinan, termasuk kemungkinan menetapkan masa tanggap darurat.

“Kita lihat hasil penilaian enumerator di lapangan, jika sekarang SK sudah ditetapkan, besok pagi sudah mulai bekerja,” kata Didit.

Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saepuloh, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, meskipun gempa terasa, dampaknya tidak terlalu masif.

Beberapa rumah mengalami kerusakan, kemungkinan akibat struktur bangunan yang kurang kokoh. Namun, kata Aah, pihaknya memastikan pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang terdampakl.

“Jangan khawatir, kita pasti ada di tengah-tengah mereka, ada apa-apa silahkan laporan kepada pimpinan di sana pimpinan wilayah, baik kepala desa maupun ke para camat,” tandasnya.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyatakan, bahwa pada Hari Sabtu, 07 Desember 2024 pukul 07:12:21 WIB, wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,2. Episenter terletak pada koordinat 7.24 LS dan 107.72 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 19 km BaratDaya Kabupaten Garut, Jawa Barat pada kedalaman 5 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif. (R Agus Sopian)

Menghapus Sekat Perbedaan, Fatayat NU Garut Gelar Festival Toleransi dan Kebebasan Beragama

0
Pelaksanaan Festival Toleransi sebagai Ruang Ekspresi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (7/12/2024).
Pelaksanaan Festival Toleransi sebagai Ruang Ekspresi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (7/12/2024).

GARUTTERKININEWS.COM – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut mengadakan Festival Toleransi sebagai Ruang Ekspresi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Acara ini berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (7/12/2024).

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, memberikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Toleransi memberikan ruang bagi penampilan kesenian serta diskusi lintas budaya dan agama yang dapat memperkuat kerukunan di masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat baik dilakukan. Saya berharap acara seperti ini terus diselenggarakan untuk menciptakan komunikasi dan toleransi yang baik. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan keamanan dan kedamaian di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Maskut juga menekankan pentingnya menjaga akidah masing-masing dalam menjalankan kegiatan lintas iman semacam ini. “Ke depan kembangkan acara-acara seperti ini tentunya dengan memperhatikan akidah masing-masing di keyakinannya,” ucapnya.

Ketua Pelaksana, Ai Sadidah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkuat nilai kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Acara ini melibatkan Fatayat NU bersama Jaringan Komunitas Lintas Iman dari Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya.

Festival yang berlangsung dua hari ini mengusung tema “Bersatu Dalam Toleransi, Damai Dalam Harmoni”. Berbagai kegiatan seperti diskusi dan penampilan kesenian menjadi bagian dari rangkaian acara.

Ai Sadidah berharap festival ini mampu menciptakan ruang dialog yang inklusif, mempererat persaudaraan, serta menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Menurutnya, keberagaman Indonesia, baik dalam budaya maupun keyakinan, adalah kekuatan yang harus dijaga.

“Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa keberagaman ini menjadi kekuatan, bukan pemecah belah. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa kebebasan beragama dan berkeyakinan bukan sekadar hak yang dilindungi undang-undang, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk saling menghormati,” tandasnya.

(R Agus Sopian)

Ratusan Peserta Ramaikan Gowes Ceria, Menutup Rangkain HKN ke-60 di Garut

0
Pelaksanaan Gowes Ceria yang berlangsung di Halaman Art Center, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (7/12/2024).
Pelaksanaan Gowes Ceria yang berlangsung di Halaman Art Center, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (7/12/2024).

GTN.COM, Garut – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Gowes Ceria yang berlangsung di Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (7/12/2024). Acara ini menjadi penutup rangkaian kegiatan HKN ke-60 tingkat Kabupaten Garut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirodjudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Gerak Bersama Sehat Bersama”, yang bertujuan mengajak masyarakat untuk rutin bergerak dan berolahraga demi menjaga imunitas tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

“Kegiatan ini sejalan dengan tema HKN ke-60, yaitu mengajak masyarakat untuk terus bergerak melalui olahraga agar tubuh tetap sehat,” ujarnya.

Rute yang dilalui peserta Gowes Ceria dimulai dari depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, menuju Situ Bagendit, dan berakhir di halaman Art Center, Jalan Proklamasi.

Lebih dari 800 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Garut, seperti Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Bandung.

“Dengan gowes ini mengajak masyarakat untuk terus berolahraga, untuk mencapai hidup yang lebih sehat, karena salah satu faktor penting dari kesehatan itu adalah berolahraga,” tandasnya.

(R Agus Sopian)

KPU Garut Selesaikan Rapat Pleno Rekapitulasi Pilkada 2024, Paslon 02 Pilbup Garut dan Paslon 04 Pilgub Jabar Raih Suara Terbanyak

0
Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Garut pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (5/12/2024).
Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Garut pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (5/12/2024).

GTN.COM, Garut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut resmi menyelesaikan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024. Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (5/12/2024).

Berdasarkan hasil Rapat Pleno, pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Abdusy Syakur Amin – drg. Luthfianisa Putri, unggul dengan perolehan 915.780 suara atau 66,31%. Sedangkan paslon nomor urut 01, dr. Helmi Budiman – Yudi Lasminingrat, meraih 466.365 suara atau 33,69%. Total suara sah tercatat sebanyak 1.381.145, dengan suara tidak sah sebanyak 38.809, sehingga total suara keseluruhan (suara sah dan tidak sah) mencapai 1.419.954.

Sementara itu, pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub), paslon nomor urut 04, Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan, meraih suara tertinggi dengan perolehan 854.948 suara atau 62,78%. Mereka unggul dari tiga paslon lainnya, yakni:

• Paslon nomor urut 01, Acep Adang Ruhiat – Gitalis Dwinatarina, dengan 205.363 suara (15,08%);
• Paslon nomor urut 02, Jeje Wiratadinata – Ronal Suryapradja, dengan 120.166 suara (8,82%); dan
• Paslon nomor urut 03, Ahmad Syaikhu – Ilham Akbar Habibie, dengan 181.436 suara (13,32%).

Ketua KPU Garut, Dian Hasanudin, mengungkapkan rasa syukur karena proses rekapitulasi berjalan lancar sesuai target waktu. Ia menyebut seluruh berita acara telah ditandatangani oleh saksi maupun komisioner KPU Garut,

“Dan kita juga sudah menyerahkan kepada masing-masing saksi. Dan tidak ada kejadian khusus selama rekapitulasi,” ujar Dian.

Selanjutnya, KPU Garut akan menyerahkan hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten (Model D) kepada KPU Provinsi Jawa Barat untuk tahap rekapitulasi di tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Dian memastikan bahwa hasil Pilbup Garut segera dapat diakses masyarakat melalui situs resmi KPU.

“Dan untuk pemilihan Bupati SK perolehan suaranya sudah kita bacakan tadi ya, dan dalam waktu dekat mungkin besok (6/12/2024) sudah bisa diakses oleh semua masyarakat ada di web KPU,” tambah Dian.

*Partisipasi Pemilih Naik*
Dian juga mengungkapkan tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Garut mencapai 70,83%, meningkat dibandingkan Pilkada sebelumnya. Namun, ia menyoroti angka surat suara tidak sah yang masih cukup tinggi, yakni 4% untuk Pilgub dan 2,7% untuk Pilbup.

“Mudah-mudahan ke depan dalam proses pelaksanaan pemilihan angka partisipasinya kian naik dan surat suara tidak sahnya semakin berkurang,” kata Dian.

*Transparansi Proses Pemilu*
Sebagai bentuk transparansi, rekapitulasi suara disiarkan langsung melalui kanal YouTube KPU Kabupaten Garut. Dian menyebut langkah ini merupakan kolaborasi dengan Diskominfo Garut untuk memastikan masyarakat dapat memantau proses pemilu secara langsung.

“Sehingga dalam proses rekapitulasi ini kami informasikan ke banyak pihak ya termasuk juga kita dibantu oleh Diskominfo berkenaan dengan _live streaming_, sehingga masyarakat diharapkan mengetahui termasuk juga berkaitan dengan mekanisme yang kami laksanakan selama dalam proses rekapitulasi,” tandasnya. (Asopian)

Pj Bupati Garut Cek Lokasi Banjir Lumpur di Jalan Garut-Cikajang

0

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir lumpur di Jalan Raya Garut-Cikajang, Kecamatan Cisurupan, Jumat (6/12/2024). Banjir lumpur yang terjadi sehari sebelumnya ini mengakibatkan kemacetan parah akibat tertutupnya jalan oleh material lumpur.

Barnas mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut yang disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi, buruknya penyerapan air, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya melihat karung-karung bekas pertanian dibuang begitu saja ke saluran air. Selain itu, banyak material seperti pasir, batang pohon, dan bambu yang menyumbat saluran, menyebabkan air meluap ke jalan,” ujarnya di sela-sela peninjauan di Ciharemas.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. “Transportasi terganggu, aktivitas masyarakat tidak lancar. Ini adalah akibat ulah manusia. Mari kita semua bekerja keras untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan yang bahu-membahu membersihkan material lumpur walaupun di tengah kondisi hujan deras.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Barnas menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, agar mempercepat proses pembersihan material lumpur dengan memastikan kebutuhan para petugas, termasuk konsumsi, terpenuhi.

Barnas juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut untuk mengecek daerah dataran tinggi yang bisa ditanami tanaman untuk meningkatkan daya serap air. Ia juga mengajak masyarakat untuk berhenti membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, agar hal serupa tidak terjadi di kemudian hari.

“Jadi insha Allah kita akan rapatkan dan yang paling penting aksi yang kita dulukan. Mudah-mudahan Cisurupan Garut lancar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menyatakan pihaknya akan melakukan pembersihan saluran Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pengangkutan lumpur di sepanjang jalan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kita akan mengimbau juga kepada masyarakat untuk bisa bersama-sama menjaga bagaimana menjaga kondisi lingkungan, agar kemudian tidak mengakibatkan dampak lingkungan yang jauh lebih buruk,” tandasnya. (Asopian)

KPU Garut Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pilkada 2024

0
Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Garut pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (5/12/2024).
Pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Kabupaten Garut pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (5/12/2024).

GTN.COM, Garut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat kabupaten untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Garut pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (5/12/2024).

Ketua KPU Garut, Dian Hasanudin, menegaskan bahwa rapat pleno ini merupakan tahapan penting dalam Pilkada 2024. Tahapan ini, kata Dian, adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pemilu di Kabupaten Garut.

“Rapat pleno ini dilaksanakan secara terbuka dan semua pihak bisa mengakses, melihat, bahkan juga kami juga mengundang beberapa pihak untuk ikut serta dalam proses rapat pleno ini, sehingga semua bisa diperlihatkan secara transparan,” ujar Dian.

Dian mengungkapkan bahwa logistik pemilu dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah terkumpul sejak Senin (2/12/2024). Awalnya, sinkronisasi dan rapat pleno dijadwalkan pada 3-4 Desember 2024. Namun, karena alasan teknis, kegiatan tersebut baru dapat digelar hari ini.

Meski waktu maksimal pengumpulan logistik ke KPU Provinsi Jawa Barat tanggal 6 Desember 2024, lanjut Dian, pihaknya menargetkan agar rapat pleno ini bisa diselesaikan hari ini, sehingga bisa segera disampaikan ke provinsi untuk dilaksanakan rekapitulasi di tingkat provinsi.

“Sejauh ini xalhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar, baik itu saksi semua hadir, termasuk juga Bawaslu hadir komplit, dan teman-teman PPK juga hadir,” tandasnya.

Dalam rapat pleno tersebut, PPK dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut membacakan hasil perolehan suara pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Garut. Hingga pukul 13.45 WIB, 21 kecamatan telah menyelesaikan pembacaan hasil rekapitulasi suara.

KPU Garut juga memfasilitasi masyarakat untuk menyaksikan proses rapat pleno secara langsung melalui _livestreaming_ di kanal YouTube KPU Kabupaten Garut. (R Agus Sopian)

Ratusan Personel Polres Garut Amankan Sidang Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pilkada Serentak 2024

0

GTN.COM, Garut – Polres Garut menyiagakan ratusan personel pengamanan pada sidang pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Garut tahun 2024 tingkat KPU Garut di Hotel Santika Cipanas Garut, Kamis (5/12/2024).

Sebanyak 229 personel Polres Garut dibantu Kodim 0611 Garut, Dinas Perhubungan dan Satpol PP disiagakan untuk memastikan lancarnya sidang pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pilkada serentak tahun 2024.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., mengatakan pihaknya di dukung Kodim 0611 Garut, Dinas Perhubungan dan Satpol PP melaksanakan pengamanan tahapan sidang pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara untuk memastikan salah satu tahapan pilkada serentak tahun 2024 ini berjalan dengan tertib, lancar dan kondusif.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masing-masing pendukung pasangan calon untuk menghormati hasil sidang pleno ini dengan tetap mengedepankan rasa saling menghargai demi terwujudnya persatuan dan pilkada yang aman dan damai.” Ujarnya.

(R agus Sopian)

Pj. Bupati Garut Panen Perdana Ikan Hasil Program Serikandi-Biru

0

GTN.COM, Garut – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), menghadiri panen perdana ikan hasil Program Serikandi-Biru (Sistem Usaha Mandiri-melalui Budidaya Ikan di Perairan Umum), di Kampung Dayeuhandap, Kecamatan Garut Kota, Rabu (4/12/2024).

Program Serikandi-Biru, yang mengusung konsep Sistem Usaha Mandiri melalui budidaya ikan di perairan umum, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Barnas menjelaskan, program ini memiliki nilai strategis karena ikan merupakan sumber protein tinggi yang dapat mendukung kecerdasan keluarga.

Barnas menerangkan program ini dilakukan secara _cross cutting_ atau dilaksanakan bersama-sama dengan melibatkan berbagai SKPD. Atas hal tersebut, Barnas berterima kasih dan mengapresiasi Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, yang telah menginisiasi program Serikandi-Biru ini.

“Ini tentunya memiliki nilai ekonomis tinggi, di mana pada hari ini kita sudah melaksanakan panen, nah tentu panen ini menggembirakan karena kita tidak lagi membeli ikan dari luar, tapi menikmati ikan yang dipanen oleh seluruh warga masyarakat,” ujar Barnas.

Ia juga menyoroti dampak positif program ini terhadap lingkungan, seperti membersihkan saluran air yang sebelumnya dipenuhi sampah, sekaligus meningkatkan produktivitas. Lebih jauh, program ini dinilai dapat menekan angka prevalensi stunting dan kekurangan gizi di Garut.

“Hari ini kita memetik hasil yang saya saksikan, yang memang kalau kita lihat ini perkembangan 3 bulan itu menghasilkan 300% dari jumlah tanam awal, nah artinya sesuatu pencapaian yang luar biasa dan tentunya kita semua bahagia,” katanya.

Barnas menambahkan, Program Serikandi-Biru juga berperan dalam pemberdayaan perempuan. Program ini melibatkan ibu-ibu setempat dalam pengelolaannya, memberikan mereka kegiatan yang produktif dan meningkatkan kebahagiaan.

“Ini program hebat, program keren, program unggul, hasilnya juga sehat, dan tentu akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Barnas.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengungkapkan, hasil panen program ini meningkat hingga hampir 300% dari jumlah awal. Dengan program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi protein hewani yang bersumber dari ikan masyarakat secara mandiri.

“Misalnya, di salah satu lokasi dengan ukuran saluran air 10 x 3 meter, kami menanam 22 kilogram benih ikan dan berhasil memanen hingga 61 kilogram,” jelas Beni.

Ia juga mencatat bahwa program ini dilaksanakan di 10 lokasi tahun ini, semuanya disambut antusias oleh masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, program ini mendukung pemenuhan kebutuhan gizi di lingkungannya sendiri.

Beni berharap program Serikandi-Biru dapat diperluas ke wilayah lain sebagai bagian dari strategi mendukung program makan bergizi yang akan dimulai tahun depan.

“Ke depan, kami ingin seluruh kebutuhan bahan baku untuk pemenuhan gizi, termasuk protein hewani dari ikan, dapat dipenuhi secara mandiri di lingkungan masyarakat sendiri,” tandasnya.

“Jadi kami berharap seluruh kebutuhan bahan baku untuk pemenuhan program makan bergizi, ini bisa dipenuhi secara mandiri di lingkungan sendiri,” tandasnya.

Program Serikandi-Biru menjadi salah satu inovasi Garut dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, dan perbaikan lingkungan. (R Agus Sopian)

Polres Garut Serahkan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Ke Kejaksaan Kasus Penganiayaan Guru Ngaji Oleh Oknum Ormas

0

GTN.COM, Garut – Kasus seorang oknum ormas yang bertikai dengan guru ngaji di Garut akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Garut.

IH (37) seorang oknum anggota ormas yang terlibat pertikaian dengan Harun Arasyid guru ngaji di Garut, Jawa Barat, akhirnya harus diborgol aparat kepolisian. Ia di tetapkan tersangka karena bukti serta keterangan saksi telah dinyatakan cukup untuk di limpah ke Kejaksaan.

Polisi menyebut bahwa kasus guru ngaji versus ormas itu terjadi pada bulan November tahun 2023 lalu, dimana oknum ormas terlibat perselisihan dengan guru ngaji.

“Hari ini kita lakukan tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan terkait terjadi keributan antara keduanya, saling lapor, jadi dua duanya kita proses,” kata AKBP M Fajar Gemilang, Kapolres Garut, Rabu (4/12/2024).

Motif saling lapor ini bermula saat sekelompok ormas ingin mendapat akses berjualan di tempat pembangunan proyek di wilayah Suci Kecamatan Karangpawitan.

Sekelompok ormas tersebut tak diberi izin oleh RW setempat, kemudian terlibat cekcok dan terjadi dengan adik pelapor.

Guru ngaji yang juga di laporkan ormas terlebih dahulu telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Garut, sementara oknum ormas yang juga di laporkan oleh Guru Ngaji kini tinggal menunggu persidangan.

Yang bersangkutan datang ke proyek ingin membuka warung tapi di larang sehingga terjadi keributan. Pasalnya 351 penganiayaan, yang satunya sudah sidang di pengadilan.

“Kasus saling lapor antara oknum ormas versus guru ngaji berjalan agak lama karena kami beberapa berusaha melakukan musyawarah atau restorative justice, akan tetapi kedua belah pihak tidak saling memaafkan, sehingga kasus ini harus lanjut ke meja hijau.” Pungkas Kapolres. (**)