Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 25

‎Hadiri Ground Breaking, Anggota DPRD Garut Asep Mulyana Inginkan Pasar yang Nyaman

0

GARUTTERKININEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai rehabilitasi drainase dan jalan di Pasar Rakyat Guntur, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Rehabilitasi tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau _Ground Breaking_ yang dilaksanakan pada Jumat (1/8/2025).

Anggota DPRD Garut Fraksi Gerindra Asep Mulyana mendukung atas rehabilitasi drainase dan jalan pasar rakyat guntur.

“Ya saya mendukung pemerintah setempat menciptakan pasar yang nyaman, baik bagi para pembeli maupun pedagang.,” katanya usai mengikuti acara ground breaking.

‎Sementara itu Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini merupakan respons terhadap masalah-masalah yang selama ini menghambat operasional pasar. Kondisi becek, jalan yang rusak, serta penataan pedagang kaki lima yang tidak teratur, sering kali membuat pengunjung enggan datang.

‎”Kami melihat kondisi Pasar Ciawitali (nama lain Pasar Guntur) relatif kurang kondusif. Drainase seringkali becek, jalanan tidak bagus, dan akses terhambat karena dimanfaatkan oleh PKL. Ini yang kita khawatirkan akan menghambat datangnya pengunjung,” ungkapnya.

‎Bupati Garut berharap rehabilitasi ini dapat menjadikan Pasar Guntur sebagai pasar yang representatif, dengan infrastruktur yang baik, drainase yang berfungsi, jalan yang mulus, serta penataan pedagang yang lebih tertata.

‎”Kami ingin Pasar Ciawitali ke depan menjadi pasar yang representatif, infrastrukturnya baik, drainasenya bagus, jalannya bagus, kemudian juga pedagangnya bisa diatur dengan baik sehingga orang datang senang untuk bisa berkunjung ke Pasar Ciawitali,” tambahnya.

‎Syakur juga menyoroti kapasitas Pasar Guntur yang sudah _over capacity_ sejak dibangun pada tahun 1985. Dengan luas lahan 3,3 hektare dan jumlah pedagang mencapai 3.000 orang, ia mengakui perlunya perluasan atau relokasi pasar di masa mendatang.

‎”Ini menurut saya sudah over capacity. Dalam jangka panjang, kita harus memikirkan perluasan pasar atau relokasi penambahan pasar di tempat yang lebih representatif,” ujarnya.

‎Pemerintah Kabupaten Garut juga berencana untuk memperketat regulasi pendirian pasar-pasar modern. Langkah ini diambil untuk menciptakan persaingan yang lebih adil antara pasar modern dan pasar tradisional.

‎”Di satu sisi pasar modern mendorong investasi, tapi di sisi lain juga menjadi pesaing yang tidak seimbang dengan pasar tradisional. Kita akan cek lagi seperti apa supaya lebih fair,” jelasnya.

‎Selain revitalisasi Pasar Guntur, pemerintah juga telah mengajukan proposal ke pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Cikajang pada tahun 2026. Revitalisasi pasar desa juga akan dilakukan secara bertahap.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menjelaskan secara rinci tentang pekerjaan yang akan dilakukan. Ia menuturkan, bahwa Pasar Guntur telah berdiri sejak 1985, dengan luas lahan 33.000 m² dan luas bangunan 28.000 m².

‎”Dengan jumlah sarana perdagangan yang dapat kami inventarisir saat ini terdiri dari 1.909 kios dan 1.116 los dan 1.022 PKL, pedagang _existing_ yang menempati pasar guntur berjumlah 3.010 pedagang dan pasar ini tidak hanya menjadi tempat jual beli tetapi juga menjadi ruang hidup ribuan pedagang dan pengunjung setiap harinya,” ungkapnya.

‎Ia memaparkan, rehabilitasi drainase akan dilakukan sepanjang 2.400 meter dengan nilai kontrak 779 juta rupiah dan target pengerjaan 120 hari kalender. Sementara itu, rehabilitasi jalan pasar sepanjang 384 meter menelan biaya 674 juta rupiah dengan durasi pengerjaan 90 hari kalender.

‎Ridwan memastikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan akan diawasi secara profesional. Untuk memastikan transparansi dan kualitas, Disperindag ESDM juga telah meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Garut dan Inspektorat Daerah Kabupaten Garut untuk melakukan audit.

‎”Kami akan pastikan bahwa seluruh tahapan ini diawasi secara profesional dan partisipatif. Ini bukan hanya urusan teknis, tapi langkah konkret untuk mewujudkan komitmen Bapak Bupati dalam Garut Hebat,” tutupnya.

( R Agus Sopian )

Bupati Garut Kordinasikan Lintas SKPD untuk Awasi Makanan yang Dikonsumsi Siswa Sekolah

0
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan kerja Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, bertempat di Pamengkang Pendopo, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (29/7/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan kerja Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, bertempat di Pamengkang Pendopo, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (29/7/2025).

GARUTTERKININEWS.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan kerja Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, I Made Bagus Gerametta. Pertemuan yang berlangsung di Pamengkang Pendopo, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (29/7/2025).

‎Kunjungan kerja tersebut membahas upaya bersama dalam menjamin keamanan pangan dan obat di Kabupaten Garut.

‎Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya pemanfaatan obat dan makanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

‎Ia menyoroti beberapa indikasi penggunaan obat yang tidak semestinya, serta perlunya perhatian terhadap makanan yang aman, sehat, dan bergizi untuk mendukung pertumbuhan generasi muda.

‎”Ini suatu kolaborasi yang sangat baik dan penting dalam proses pembangunan, dan kita menginginkan setiap warga sehat,” tegas Bupati.

‎Ia menekankan bahwa kesehatan sangat bergantung pada asupan makanan.

‎”Kalau makanannya benar, sehat, aman, bergizi, itu semua sangat baik untuk kita,” imbuhnya.

‎Sebagai tindak lanjut, Bupati akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) untuk membuat langkah konkret. Hal ini meliputi penyampaian informasi kepada guru tentang pentingnya mengawasi makanan yang dikonsumsi siswa/siswi, demi menjamin makanan mereka sehat, bergizi, dan aman.

‎Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, I Made Bagus Gerametta, menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya ke Garut adalah untuk memaparkan program Kabupaten/Kota Aman Pangan.

‎Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2017 tentang peningkatan efektivitas dan penguatan pengawasan obat dan makanan di seluruh Indonesia.

‎Ia mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam mewujudkan obat dan makanan aman, khususnya di Kabupaten Garut. I Made Bagus Gerametta menambahkan, penilaian keamanan pengawasan obat dan makanan ini akan dimulai pada September 2025. Meskipun penilaian ini dilakukan di seluruh Indonesia, untuk Jawa Barat, ada tiga kabupaten yang diajukan untuk penilaian, salah satunya adalah Kabupaten Garut.

‎Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Garut atas keberhasilan dalam Program Prioritas Nasional (Pro PN) 2023, yang berlanjut sukses pada 2024.

‎”Ada 2 sekolah yang mendapat juara tingkat nasional terkait dengan keamanan pangan jajanan sekolah. Di tahun ini, salah satu sekolahnya masuk ke lima besar tingkat nasional,” ungkapnya bangga.

‎Ia berharap, penilaian keamanan pangan ini dapat berjalan dengan baik dan yakin Kabupaten Garut mampu menerapkannya.

( R Agus Sopian )

Logo HUT ke-80 RI Karya Terbaik Anak Bangsa

0

GARUTTERKININEWS.COM Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang Presiden Prabowo Subianto luncurkan pada Rabu (23/7) merupakan hasil karya terbaik anak bangsa. Logo ini terpilih melalui proses seleksi profesional dalam sayembara nasional terbuka yang digelar sejak 23 Mei hingga 1 Juni 2025.

“Logo ini dipilih langsung oleh Bapak Presiden. Seperti disampaikan Bapak Presiden Prabowo, logo ini karya terbaik anak bangsa yang penuh makna,” kata Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO), Noudhy Valdryno di Jakarta, Jumat (25/7).

Ryno, sapaan akrabnya, menjelaskan Panitia Nasional HUT ke-80 RI yang merupakan kolaborasi Kementerian Sekretariat Negara bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) telah menerima sebanyak 245 karya. Karya-karya itu kemudian dikurasi oleh tim profesional dan pakar desain, sehingga diperoleh lima finalis yang harus mempresentasikan karyanya.

“Satu hasil karya terbaik terpilih dari ratusan kandidat. Berangkat dari semangat “Dimiliki Bersama, Dirayakan Bersama,” jelas Ryno.

Pemenang sayembara logo HUT ke-80 RI adalah Bram Patria Yoshugi. Karya Bram menjadi jawara dari lima besar finalis yang sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ryno mengatakan, makna logo HUT ke-80 RI meliputi angka 8 dan 0 yang membentuk simbol tak terhingga (infinity). Ini melambangkan gerak maju dengan tidak terbatas serta menggambarkan persatuan dan kesinambungan sejarah. Sedangkan warna merah dan putih menegaskan identitas nasional.

“Ada tiga unsur utama yang bentuknya mencerminkan arah perjalanan Indonesia ke depan nanti. Yang pesannya cukup kuat yakni bentuk inti, yang menggambarkan persatuan kita sebagai dasar dari kemajuan bangsa ke depan. Nah ini, Pak Presiden mengharapkan di tengah keberagaman bangsa, ada fondasi kokoh yang menyatukan kita,” ujar Ryno.

Unsur kedua, dari Logo HUT ke-80 RI adalah garis manifestasi (garis putih di bagian dalam). Menurut Ryno, tarikan garis sirkular yang membentuk siluet angka 80 direpresentasikan melalui satu garis kontinu yang mengaksentuasi bentuknya. “Ini menjadi manifestasi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Ketiga, bentuk Utuh. Menurut Ryno, hal itu menggambarkan keterpaduan seluruh elemen membentuk logo yang utuh. Ia mencerminkan gambaran Indonesia yang progresif dan saling terhubung. “Simbol ini menjadi doa yang mengamini sinergi seluruh komponen bangsa dalam mendorong kemajuan yang berkelanjutan dan merata ke seluruh penjuru negeri,” kata Ryno.

( R Agus Sopian )

Polres Garut Amanakan Pria di Cibiuk yang Tebas Tetangga Pakai Gergaji

0

GARUTTERKININEWS.COM — Pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025, Polres Garut melakukan penahanan pada satu orang tersangka dugaan tindak pidana penganiayaan.

Kasat Reskrim AKP Joko Prihatin mengatakan pelaku adalah EF (23) yang merupakan warga Kecamatan Cibiuk, di ketahui sedang berjoget dan meminum minuman keras bersama teman temannya di acara pernikahan yang mengadakan hiburan atau dangdutan.

Kemudian saat pelaku ingin melakukan penukaran uang yang akan di pakai untuk saweran, EF di keroyok oleh beberapa pelaku yang tidak di ketahui identitasnya, kemudian dilerai oleh beberapa orang.

Jajang dan Wahyu yang kebetulan ada di tempat kejadian kemudian membawa EF yang sudah berada dalam keadaan pengaruh alkohol pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi.

Akibat emosi dan di bawah pengaruh alkohol, EF pergi membawa gergaji untuk membalas dendam kepada orang orang yang mengeroyoknya.

“Wahyu dan Jajang mencoba menghalangi pelaku, namun pelaku memberontak dan mengibaskan gergaji itu yang kemudian mengenai Wahyu di bagian kepala dan punggung.” Ujar Kasat Reskrim kepada awak media, Rabu (23/07/2025).

Tak lama setelah kejadian itu, anggota kepolisian Cibiuk datang ke tempat kejadian dan mengamankan pelaku.

Kasus ini menjadi bukti bahwa pengaruh minuman keras dapat mendorong seseorang melakukan tindakan yang tidak rasional.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi alkohol dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin,” pungkas Kasat Reksrim.

( R Agus Sopian )

Polres Garut Gelar Istighosah dan Gema Sholawat untuk Keamanan Daerah dan Doa bagi Almarhum Aipda Cecep Saiful Bahri

0

GARUTTERKININEWS.COM – Dalam upaya menciptakan situasi Kabupaten Garut yang aman, nyaman, damai, sejuk dan kondusif, Polres Garut menggelar kegiatan Istighosah dan Gema Sholawat bertempat di Masjid Nurul Hakim Polres Garut. Minggu (20/7/2025).

Selain sebagai bentuk doa bersama untuk keamanan wilayah, kegiatan ini juga di tujukan khusus untuk mendoakan Almarhum Aipda Cecep Saiful Bahri, S.H., anggota Polres Garut yang gugur dalam tugas saat melakukan pengamanan Pesta Rakyat Garut di Alun-Alun Garut.

Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, di hadiri langsung oleh Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, jajaran anggota Polres Garut, ASN, serta Bhayangkari.

Dalam sambutannya, Kapolres Garut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Aipda Cecep Saiful Bahri dan mengajak seluruh peserta untuk meneladani dedikasi serta semangat pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas negara.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk doa, tapi juga momentum untuk mempererat persatuan, meningkatkan keimanan, dan merenungi kembali pentingnya menjaga stabilitas keamanan daerah dengan semangat kebersamaan,” ujar Kapolres.

Dengan lantunan sholawat dan doa yang menggema, seluruh peserta berharap agar Kabupaten Garut senantiasa di limpahkan keamanan, ketenteraman, serta perlindungan dari segala bentuk gangguan kamtibmas.

( R Agus Sopian )

ASPPA Kabupaten Garut kembali Salurkan Bantuan Paket Beras Untuk Korban Banjir di Sudika Indah Haurpanggung

0

GARUTTERKININEWS.COM  – Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak Kabupten Garut kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dengan menyalurkan bantuan beras bagi korban banjir di Kampung Sudika Indah, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

 

Ketua Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak Kabupaten Garut, Yanti Susanti SP.D mengatakan, penyaluran dilakukan di Kampung Sudika Indah yang diterima secara simbolis oleh Agus Sopian Ketua RT 02 dan masyarakat terdampak banjir Sabtu 28 Juni 2025.
..

“Semoga dengan bantuan beras ini sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir ,” Kata Bunda Yanti Susanti kepada media garutterkininews.com Sabtu (19/07/2025).

Yanti mengatakan, bahwa bantuan beras ini di dukung Oleh Ketua Dewan Pembina ASPPA Nasional Yaitu Bpk DR. H. Syapran Sopyan, SH. M.H, M.M dan Ibu H Oci SH. M.H, M.M

Sementara itu, Ketua RT 02 Agus Sopian mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Aliansi Srikandi Peduli Perempuan dan Anak Kabupaten Garut yang telah menyalurkan bantuan berupa beras.Semoga menjadi amal ibadah Aamiin…

( R Agus Sopian )

Tragedi Pesta Rakyat Garut: Dua Warga dan Satu Polisi Gugur, Kapolda Jabar Pastikan Investigasi Mendalam

0

GARUTTERKININEWS.COM – Suasana duka menyelimuti gelaran pesta rakyat di Kabupaten Garut yang berujung pada tragedi memilukan, Tiga nyawa melayang, terdiri dari dua warga sipil dan satu anggota kepolisian yang gugur saat menjalankan tugas pengamanan. Jumat (18/07/2025).

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut.

“Dari jajaran Polda Jabar, saya menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Telah gugur satu anggota kami dan dua masyarakat yang turut menjadi korban dalam kejadian siang hari ini,” ujar Kapolda saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Menurutnya, jajaran kepolisian telah melaksanakan prosedur pengamanan sesuai standar.

Polres Garut, berdasarkan permintaan Pemerintah Daerah, ditugaskan untuk mengamankan rangkaian kegiatan pesta rakyat, Sebanyak 404 personel gabungan telah dikerahkan, lengkap dengan briefing dan persiapan antisipasi terhadap potensi kerawanan.

“Semua dilakukan sesuai prosedur, dari perizinan, prediksi potensi kerawanan, hingga penempatan personel di lapangan,” tambah Kapolda.

Namun demikian, peristiwa tragis tetap tak terhindarkan, Satu anggota Polsek Karangpawitan Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri gugur setelah mengalami sesak napas akibat terjepit saat mencoba membantu masyarakat dalam kerumunan.

Bripka Cecep saat itu membawa seseorang yang pingsan ke mobil ambulan, setelah kembali bripka Cecep duduk dan pingsan, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Guntur namun tidak tertolong lagi.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui secara pasti kronologi serta kemungkinan adanya unsur kelalaian.

“Kami akan lakukan penyelidikan secara menyeluruh. Ini menjadi perhatian serius, dan kami juga telah berkoordinasi dengan Mabes Polri agar almarhum anggota kami mendapatkan kenaikan pangkat istimewa atas pengabdiannya,” Tutupnya.

Saat ini, pihak kepolisian fokus pada proses penanganan korban dan pemulihan situasi pasca-insiden. Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya evaluasi menyeluruh dalam setiap pelaksanaan kegiatan besar agar keselamatan semua pihak tetap terjaga.

( R Agus Sopian )

TNI-Polri Bersinergi Bersihkan Situ Bagendit, Disaksikan Langsung KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

0

GARUTTERKININEWS.COM  — Sinergi antara TNI dan Polri kembali ditunjukkan dalam aksi nyata melalui kegiatan pembersihan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Si yang hadir di lokasi bersama Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.Ap.

Puluhan personel TNI dan Polri diterjunkan untuk membersihkan area danau menggunakan perahu ponton dan perlengkapan lainnya. Aksi ini merupakan bagian dari program pelestarian lingkungan dan mendukung pemulihan fungsi ekowisata Situ Bagendit.

Kehadiran Jenderal Maruli menjadi penyemangat bagi para personel di lapangan. Beliau secara langsung meninjau proses pembersihan dan memberikan apresiasi atas kekompakan serta kerja keras para anggota TNI dan Polri.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat dan Kabupaten Garut, termasuk Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf Nurul Yakin, Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, serta Ketua DPRD Aris Munandar, S.Pd dan unsur Forkopimcam Banyuresmi.

Masyarakat sekitar pun turut menyaksikan kegiatan tersebut dengan antusias, menunjukkan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan kolaborasi aparat negara.

( R Agus Sopian )

Ketua MPR dan Menag Jadi Saksi Pernikahan Anak Gubernur Dedi Mulyadi

0

 

GARUTTERKININEWS.COM — Suasana haru dan penuh sukacita mewarnai Pendopo Garut, Kabupaten Garut, Rabu (16/7/2025), saat Maula Akbar Mulyadi Putra, anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, resmi mempersunting Luthfianisa Putri Karlina.

Prosesi sakral ijab kabul itu digelar dalam balutan adat Sunda yang kental, dihadiri keluarga besar, kerabat hingga sejumlah tokoh nasional.

Dalam momen penuh kebahagiaan tersebut, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, mengungkapkan doa dan harapannya untuk sang putra dan menantu.

“Semoga semua turut bahagia,” ujar KDM.

Pernikahan ini semakin khidmat dengan kehadiran dua tokoh penting sebagai saksi.

Saksi dari pihak mempelai pria adalah Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sedangkan saksi mempelai wanita adalah Menteri Agama RI Prof. KH. Nasaruddin Umar.

Dalam wejangan pernikahan, Nasaruddin menyampaikan makna pernikahan sebagai ikatan suci yang tidak boleh dicampuri pihak luar.

“Perkawinan ini adalah perjanjian suci. Kalau ada masalah, jangan libatkan orang lain. Hari ini ada persoalan, nanti malam sudah bisa rukun kembali. Itulah berkah pernikahan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan filosofi perkawinan dalam perspektif spiritual dan alam semesta (_macro cosmos_).

Nasarudin menggambarkan hubungan antara langit dan bumi sebagai simbol keindahan dan tata krama dalam berumah tangga.

“Langit sebagai suami tidak langsung menyentuh bumi. Ada mendung, kilat, dan guntur sebelum hujan turun sebagai simbol kehidupan baru,” ungkapnya.

Tak lupa, Nasaruddin juga mengingatkan Maula Akbar untuk selalu mendoakan almarhumah ibunda tercinta.

“Doa anak untuk orang tua sangat mulia. Kematian bukan penghalang untuk terus bersilaturahmi,” pesannya.

Prosesi pernikahan yang diwarnai adat Sunda ini berlangsung hangat dan meriah.

Para tamu turut larut dalam suasana bahagia, menyaksikan langkah awal pasangan pengantin baru ini memulai kehidupan rumah tangga.

( R Agus Sopian )

Sekolah Rakyat, Visi Besar Presiden untuk Putus Kemiskinan Melalui Pendidikan

0

GARUTTERKININEWS.COM – Program Sekolah Rakyat, sebuah gagasan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026, diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Program pada Senin, 14 Juli. Program ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Sekolah Rakyat merupakan implementasi Asta Cita nomor empat Presiden Prabowo. Presiden memahami bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Jangan sampai kemiskinan menjadi warisan,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO), Adita Irawati, Minggu (13/7).

Sekolah Rakyat adalah sekolah gratis berasrama yang diperuntukkan khusus anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Adita menjelaskan hingga saat ini masih banyak keluarga dari kelompok miskin maupun miskin ekstrem -yakni warga dengan kategori desil 1 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Badan Pusat Statistik (BPS)- belum memiliki akses terhadap pendidikan layak, apalagi berkualitas. Hambatan utamanya adalah kondisi ekonomi.

“Sekolah negeri saat ini memang sudah gratis, tetapi bagaimana dengan biaya transportasi? Bagaimana dengan uang jajan, seragam, dan perlengkapan lainnya? Itu semua menjadi beban keluarga. Sementara, untuk makan sehari-hari saja mereka sudah kesulitan,” jelasnya.

Kemiskinan merupakan sumber ketidakmampuan masyarakat untuk mengakses layanan dasar utama seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang layak. Berdasarkan data BPS (2025) jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 24,06 juta orang atau 8,57%. Sebanyak 3.170.003 jiwa masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Persoalan kemiskinan menjadi tantangan dalam upaya menuju visi Indonesia Emas 2045. Kemiskinan sangat mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia, karena kemiskinan akan berdampak pada keterbatasan akses terhadap pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, layanan kesehatan yang memadai, serta pangan dan gizi yang mencukupi.

Ketidakmampuan mengakses pendidikan yang berkualitas akan berdampak pada rendahnya tingkat literasi dan keterampilan, yang selanjutnya membatasi peluang individu untuk mengakses pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan mereka.

Keterbatasan ekonomi menjadi tantangan dalam hal pemerataan pendidikan. Berdasarkan data BPS (2024) capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SMA/SMK sederajat pada rumah tangga kelompok pengeluaran terendah (kuintil 1) sebesar 74,45%, sementara pada kelompok pengeluaran teratas (kuintil 5) capaiannya sebesar 97,37%.

Persentase Anak Tidak Sekolah tertinggi berada pada kelompok umur 16-18 tahun, sebesar 19,20%. Sekitar 730.703 siswa lulusan SMP tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas. Dari jumlah tersebut, 76% keluarga menyatakan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama anak mereka tidak dapat melanjutkan sekolah, sementara 8,7% anak-anak tersebut harus mencari nafkah atau menghadapi tekanan sosial dari lingkungan keluarga mereka.

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2022 mencatat, angka putus sekolah di tingkat SMP mencapai 1,12%, sementara di tingkat SMA mencapai 1,19%.

Hal itu mendorong Presiden menggulirkan Program Sekolah Rakyat. Melalui konsep sekolah gratis berasrama, diharapkan anak-anak dari keluarga rentan dapat menikmati pendidikan yang setara dan berkualitas tanpa terbebani urusan biaya hidup.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat, seluruh kebutuhan siswa akan ditanggung oleh negara,” tegas Adita.

Lebih dari sekadar akses, melalui pemetaan bakat dan potensi siswa, Sekolah Rakyat juga dirancang untuk memberikan keterampilan hidup kepada para siswa, sehingga mereka siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha. Dengan begitu, diharapkan mereka dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan komunitasnya.

“Presiden Prabowo Subianto telah mewanti-wanti para pembantunya bahwa Sekolah Rakyat harus terlaksana dengan tepat, menggunakan cara yang benar, dan benar-benar mencapai tujuannya. Para siswa diharapkan menjadi generasi muda yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Adita. (***)