Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 62

KPU Garut Gelar Rapat Koordinasi Tahapan Pencalonan Pilkada 2024

0
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedi Mulyadi, membuka secara resmi Rakor Tahapan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024, yang dilaksanakan di Ballroom Kassiti Fave Hotel Garut, Jum'at (9/8/2024).
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedi Mulyadi, membuka secara resmi Rakor Tahapan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Garut Tahun 2024, yang dilaksanakan di Ballroom Kassiti Fave Hotel Garut, Jum'at (9/8/2024).

GTN.COM, Garut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahapan Pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Garut 2024 di Ballroom Kassiti Fave Hotel Garut pada Jumat (9/8/2024). Acara ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedi Mulyadi.

Rakor ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan partai politik. KPU juga mengundang tiga narasumber dari Bappeda, Dinas Kesehatan, dan KPP Pratama Garut untuk memaparkan persiapan yang harus dilakukan oleh bakal pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada 2024.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Garut atas kelancaran pelaksanaan Pemilu legislatif, yang akan diikuti dengan pelantikan anggota legislatif pada 13 Agustus 2024. Ia mengungkapkan bahwa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini, pemerintah daerah sudah melaksanakan beberapa kewajibannya.

Dedi berharap Pilkada Garut dapat berlangsung lancar, khususnya bagi partai politik yang mengusung calon kepala daerah, agar dapat menghasilkan pimpinan yang amanah.

“Insya Allah kita mendukung barangkali (untuk) menunjang kelancaran, adapun teknis mangga silahkan barangkali KPU sesuai dengan ketentuan regulasi yang ada, untuk melaksanakannya, ya kita berdoa diberikan kelancaran,” ujar Dedi.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Garut, Dian Hasanudin, mengatakan, jika sebelumnya KPU Kabupaten Garut telah melaksanakan _roadshow_ ke – 9 partai politik yang ada di Kabupaten Garut, untuk menyosialisasikan terkait Peraturan KPU (PKPU) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

Ia menambahkan bahwa KPU akan mengadakan rapat koordinasi persiapan pendaftaran pada 24 Agustus 2024. Dalam rapat tersebut, KPU akan menyusun jadwal pendaftaran bakal Paslon yang berlangsung dari 27 hingga 29 Agustus, guna menghindari bentrokan dan memastikan kelancaran proses.

“Mudah-mudahan sudah ada LO ataupun para bakal pasangan calon begitu ya, sehingga di tanggal 24 itu kita sekalian akan menyusun jadwal pendaftaran,” tutur Dian.

Dian berharap semua pihak, baik KPU sebagai penyelenggara maupun para bakal Paslon, memiliki kesiapan yang sama dalam menyongsong Pilkada serentak 2024.

“Kami tidak berharap ada perbaikan-perbaikan ataupun Persyaratan-persyaratan yang kurang ketika proses pendaftaran dilaksanakan,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Garut, Didit Fajar Putradi, memaparkan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Garut 2025-2029, yang akan menjadi pedoman penyusunan visi-misi para bakal Paslon sesuai PKPU Nomor 8 Tahun 2024. Didit menekankan pentingnya keselarasan visi Paslon dengan rencana pembangunan dari tingkat nasional hingga daerah.

Ia menjelaskan dalam masing-masing pembidangan tersebut sudah terurai apa saja masalahnya, yang tentunya didukung dengan data pendukung, sehingga terdapat berbagai macam rekomendasi yang bisa menjadi bahan referensi bagi penyusunan visi-misi para bakal calon kepala daerah.

Adapun beberapa rekomendasi dalam RPJMD Kabupaten Garut 2025-2029, lanjut Didit, berdasar pada permasalahan yang masih dihadapi oleh Pemkab Garut, yang terbagi dalam 3 pembidangan utama yaitu perekonomian dan sumber daya alam, infrastruktur dan kewilayahan, serta pemerintahan dan pembangunan manusia.

“Harapannya tentu saja dari partai manapun semuanya para calon kepala daerah itu dapat memiliki visi yang bukan hanya sekadar bukan sama, tapi memang sebangun dengan apa yang sekarang digariskan mulai dari tingkat nasional, tingkat provinsi, maupun tingkat kabupaten kota,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Leli Yuliani, juga memberikan paparan mengenai pedoman teknis pemeriksaan kesehatan bakal Paslon berdasarkan Keputusan KPU Nomor 1090 Tahun 2024. Ia mengungkapkan bahwa pemeriksaan para bakal paslon ini meliputi pemeriksaan fisik, tes laboratorium, hingga pemeriksaan psikologis.

Berdasarkan asesmen yang dilakukan, dr. Leli mengungkapkan bahwa di Kabupaten Garut belum ada rumah sakit yang memenuhi syarat untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, salah satunya disebabkan karena belum tersedianya alat untuk _Magnetic Resonance Imaging_ (MRI) dan juga _Nerve Conduction Velocity_ (NCV). Untuk hal itu, pihaknya akan merekomendasikan tiga rumah sakit di Jawa Barat untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan para bakal calon.

“Kita akan memberikan rekomendasi kepada KPU tiga rumah sakit ya di daerah lain lah di Jawa Barat, yang nanti akan menjadi pilihan bagi KPUD untuk tempat pemeriksaan calon kepala daerah,” tambah dr. Leli.

Ia menjelaskan, jika sudah ditetapkan satu fasilitas kesehatan (faskes) oleh KPU Kabupaten Garut dari tiga rekomendasi yang diberikan oleh Dinkes Kabupaten Garut, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan (faskes) tersebut, agar nantinya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bisa berjalan dengan lancar.

“Harapannya, semua bakal calon dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan baik, agar tidak ada kendala dalam proses ini,” tutup dr. Leli. (Asopian)

Dukung Program Garut _Zero Waste_, Bappeda Kabupaten Garut Gelar Penyuluhan Pengelolaan Sampah

0
Pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Lingkungan Melalui Pengurangan dan Pengelolaan Sampah dalam rangkaian kegiatan Kamis Jumat Bersih yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (9/8/2024).
Pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Lingkungan Melalui Pengurangan dan Pengelolaan Sampah dalam rangkaian kegiatan Kamis Jumat Bersih yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum'at (9/8/2024).

GTN.COM, Garut – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut mengadakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Lingkungan dengan fokus pada Pengurangan dan Pengelolaan Sampah sebagai bagian dari program Kamis Jumat Bersih. Acara tersebut digelar di Aula Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Jumat (9/8/2024).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menjelaskan, kegiatan ini adalah salah satu upaya mendukung program unggulan Kabupaten Garut, yaitu Garut _Zero Waste_, yang dijalankan melalui program Kamis Bersih dan Jum’at Bersih. Setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki wilayah binaan masing-masing, dengan Bappeda Kabupaten Garut bertanggung jawab atas wilayah di sepanjang Jalan Pembangunan.

Pihaknya berinisiatif untuk berbagi beberapa hal yang dapat dilakukan dengan tidak hanya melakukan bersih-bersih di jalan, namun juga melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan program Garut Zero Waste.

“Tahap kedua itu di lanjutkan dengan tahap yang ketiga di mana kita sudah mulai _sounding_, sudah mulai bersosialisasi pada warga masyarakat, kita betul-betul ingin mewujudkan kemandirian masyarakat nantinya dalam mengelola sampah,” ucap Didit.

Ia menambahkan, kegiatan ini dimulai dari Kelurahan Jayawaras sebagai pilot project, yang kemudian akan diperluas ke kelurahan-kelurahan lain di area Jalan Pembangunan. Didit berharap, melalui penyuluhan ini, masyarakat dapat menekan jumlah sampah yang dihasilkan dan mengolah sampah secara mandiri di rumah, sehingga tidak ada lagi sampah yang keluar dari rumah tangga.

“Program Kamis dan Jumat Bersih tidak hanya sekadar kegiatan membersihkan jalan, tetapi memiliki tahapan yang diakhiri dengan kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah, bahkan mampu memanfaatkan nilai guna dari sampah yang dikelola,” jelas Didit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai bahwa pengelolaan sampah sangat erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini sedang meningkat di Kabupaten Garut.

Menurut dr. Leli, salah satu cara efektif untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD adalah melalui pengelolaan sampah yang baik, sesuai dengan prinsip 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bergantung pada fogging, karena metode ini hanya membunuh nyamuk dewasa tanpa mencegah kemunculan jentik baru.

“Jadi dimulai dari pencegahannya dulu, dan itu memang harus diawali dari masyarakat, keikutsertaan masyarakat seperti itu,” katanya.

Di tempat yang sama, Lurah Jayawaras, Yoyo, turut mengucapkan terima kasih kepada Bappeda Kabupaten Garut atas pelaksanaan penyuluhan ini di wilayahnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain, khususnya di Kelurahan Jayawaras, agar program Garut _Zero Waste_ dapat lebih merata di seluruh wilayah. (Asopian)

Pemkab Garut Bertekad Berantas Miras Hingga Nol Persen

0
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko.

GTN.COM, Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayahnya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menyampaikan hal ini usai mengikuti Rapat Persiapan _Car Free Day_ yang berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Kamis (8/8/2024).

Menurut Eko, upaya pemberantasan miras di Garut didasari oleh Peraturan Daerah (Perda) yang diperkuat dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Bupati, Dandim, dan Kapolres.

“Karena memang pimpinan-pimpinan kita baik Pak Dandim, Pak Kapolres, maupun Bupati, ini memahami betul dan menyadari bahwa setiap tindak kejahatan di Garut, tindak pidana di Garut banyaknya diawali dari mengkonsumsi miras,” ucap Eko.

Eko menegaskan, pihaknya akan terus mencari dan memusnahkan miras dalam bentuk apapun melalui kerja sama antara Satpol PP, TNI, dan Polri. Target yang ingin dicapai adalah 0% peredaran miras di Kabupaten Garut.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa dalam SKB tersebut juga disebutkan tindakan tegas terhadap penjual miras yang melakukan pelanggaran berulang. Jika ditemukan penjualan miras berulang, bangunan yang digunakan akan dirubuhkan tanpa surat peringatan, termasuk melakukan penyegelan terhadap bangunan milik pribadi atau sewa.

Eko l mengungkapkan, pihaknya baru-baru ini telah menyegel sebuah bangunan yang digunakan sebagai bunker penyimpanan miras

“Kemarin kita sudah menyegel bangunan yang kita temukan di bawahnya itu ada bunker tempat penyimpanan miras, itu sudah kami segel diawali dengan sesuai SOP perintah untuk mengeluarkan barang-barang berbahaya, mudah terbakar, mudah busuk, dan jaringan listrik sudah aman baru kita segel,” ungkapnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Garut dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari miras. (Asopian)

Penemuan Mayat di Dalam Sumur Gegerkan Warga Sukatani Cisurupan

0

GTN.COM, Garut – Warga Kampung Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria di dalam sumur, Jumat (09/08/2024).

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, M.I.K., M.H., S.I.K., melalui Kapolsek Cisurupan Polres Garut Iptu Asep Saepudin., S.H., mengatakan Korban yang di ketahui bernama Asep (58) warga Kecamatan Cisurupan, di temukan oleh seorang warga Ayi (52), pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Saksi Ayi (52) awalnya hendak mengambil air dari sumur yang berada di Desa Sukatani. Saat menurunkan timba, Ayi mencium bau tidak sedap dan melihat air dalam sumur berubah warna. Curiga dengan kondisi tersebut, Ayi  kemudian memanggil tetangganya, Iman (28), untuk memastikan apa yang terjadi.

“Menggunakan senter, keduanya mencoba melihat ke dalam sumur dan menemukan sosok mayat yang mengambang. Terkejut dengan temuan tersebut, Ayi dan Iman segera melaporkan kejadian ini kepada pihak Polsek Cisurupan,” kata Asep.

Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan petugas Damkar Garut. Korban berhasil di angkat dari sumur dan segera di bawa ke RSUD dr. Slamet Garut untuk di lakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian.

“Saat ini jenazah masih di RSUD dr. Slamet dan Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.” Pungkas Asep. (Asopian)

Pemkab Garut Gelar Rakor Persiapan Revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang

0
Sekda Nurdin Yana memimpin Rakor Persiapan Revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang, di Ruang Rapat Rachman Ruchendae Mall Pelayanan Publik (MPP) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (8/8/2024).
Sekda Nurdin Yana memimpin Rakor Persiapan Revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang, di Ruang Rapat Rachman Ruchendae Mall Pelayanan Publik (MPP) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (8/8/2024).

GTN.COM, Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang pada Kamis (8/8/2024). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Rachman Ruchendae Mall Pelayanan Publik (MPP) Garut ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana.

Dalam rakor tersebut, Nurdin Yana menyampaikan bahwa Pemkab Garut tengah mengintensifkan persiapan revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat bagian Selatan, Pemkab Garut berpeluang mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp87 miliar.

Meski demikian, Nurdin menegaskan bahwa ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi oleh Pemkab Garut untuk memperoleh bantuan tersebut. Salah satunya adalah terkait pembangunan pasar sementara bagi pedagang yang saat ini menempati Pasar Rakyat Cikajang.

“Makanya kita kejar, ini kita dalam kerangka mempersiapkan prasyarat yang harus ada, sehingga nanti saya tugaskan beberapa kepala dinas untuk melakukan pemenuhan atas prasyarat yang disyaratkan oleh Perpres terkait dengan pemberian bantuan dari pusat ini, tentu (penekanan dalam rakor ini) yang pertama adalah agar prasyarat itu segera masuk, kita punya deadline tanggal 25 itu harus selesai,” ujar Nurdin.

Ia mengungkapkan bahwa revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang seharusnya dilakukan tahun lalu, namun anggaran untuk kegiatan tersebut belum tersedia. Nurdin menambahkan bahwa pemerintah pusat baru-baru ini kembali berkunjung ke Garut dan mengindikasikan bahwa bantuan untuk revitalisasi pasar ini akan dimasukkan dalam revisi Perpres 87 Tahun 2021.

  1. “Harapannya, semua dinas dapat bekerja sama untuk memenuhi prasyarat ini. Bantuan ini sangat besar dan APBD kita terbatas, sehingga jika berhasil, kita dapat membangun pasar dengan baik,” tutup Nurdin. (Asopian)

Kunjungi Musibah Kebakaran di Banjarwangi, Yudha Puja Turnawan Minta PJ Bupati Garut Melakukan Kolaborasi Pendanaan dari CSR

0

GTN.COM, Garut – Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan Yudha Puja Turnawan mengunjungi dua lansia yang mengalami musibah kebakaran di Kampung Cietog, RT 03 RW 03, Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Kamis (08/08/2024) sore.

Dalam kunjunganya Yudha Puja Turnawan didampingi Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif, Iwan Setiawan wakil ketua DPC PDI Perjuangan Garut, Ceng Imam ketua PAC PDI Perjuangan Banjarwangi, dan Maoludin Latif Kepala Desa Kadongdong.

Yudha Puja Turnawan mengatakan, bahwa kebakaran tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB pagi tadi. Ada dua rumah yang habis terbakar.

“Yang pertama milik emak komah lansia yang tinggal seorang diri. Rumah kedua miliki emak Saja’ah seorang lansia yang tinggal bersama anaknya yang penyandang disabilitas tuna wicara dan tuna rungu yang bernama ibu hanifah. Ibu hanifah sendiri mengalami luka bakar di wajah dan tangannya,” kata Yudha dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Yudha, selain kedua rumah milik lansia yang kebakar, ada Satu rumah yang hanya sebagian terbakar milik pak ade abdulloh.

“Kedatangan saya untuk menguatkan hati dan meringankan beban ketiga keluarga yang terkena musibah dengan memberikan santunan uang dan sembako,” ujarnya.

Yudha Pastikan dirinya akan berkoordinasi dengan kemensos RI agar ada assestment untuk kedua lansia yang kehilangan tempat tinggal, apalagi emak saja’ah tinggal bersama anaknya yang penyandang disabilitas.

“Saya berharap pemkab garut yang dipimpin PJ Bupati Pak Barnas Adjidin bisa segera melakukan kolaborasi pendanaan dari dana CSR atau dari lembaga pengumpul dana unat seperti BAZNAS agar ada bantuan buat kedua lansia yang kehilangan tempat tinggal. Juga pemkab garut bisa menggerakan segenap SKPD yang ada program bantuan bagi warga garut yang terkena musibah,” pungkasnya. (Asopian)

Polsek Pasirwangi Gelar Bakti Sosial Kepada Korban Tersengat Listrik

0

GTN.COM, Garut – Polsek Pasirwangi Polres Garut laksanakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan berupa kursi roda dan sembako kepada sdr. Pendi warga Desa Padaasih yang menjadi korban sengatan listrik. Rabu (07/08/2024).

Sdr. Pendi ini mengalami luka yang cukup parah karena tersengat listrik pada tanggal 24 juli 2024 ketika sedang memperbaiki listri di arap rumahnya.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., melalui Kapolsek Pasirwangi Polres Garut Iptu Wahyono Aji, S.H., M.H., mengatakan akibat dari kejadian tersebut korban tidak dapat berjalan sampai saat ini, keluarga sudah 3 kali membawa ke RSHS Bandung untuk berobat, kata Wahyono Aji.

Di harapkan dengan adanya bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban beserta keluarganya, ujar Wahyono Aji.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, serta sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap warga yang membutuhkan bantuan, terutama yang terkena musibah.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban yang di rasakan oleh keluarga korban. Kami, dari kepolisian, selalu berkomitmen untuk hadir dan peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujar Aji. (Asopian)

Tiga Rumah Warga Hangus Terbakar Di lahap Sijago Merah di Kadongdong Banjarwangi Garut

0

GTN.COM, Garut – Rumah milik Komah, Sajaah dan rumah milik Ade yang berlokasi di Kampung Cietog RT 03/RW03 Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat ludes terbakar tidak tersisa, Kamis (08/08/2024).

Kepala Desa Kadongdong Kecamatan Banjarwangi Maulidin Latip saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp membenarkan atas kejadian kebakaran yang menimpa 3 rumah milik warganya tersebut.

” Ya benar rumah tiga orang warga tadi sekira pukul 07.30 hangus terbakar, tidak ada satupun barang milik warga terselamatkan,” jelas Kades kepada garutterkininews.com

Mauludin menambahkan, kerugian akibat kebakaran belum bisa ditaksir, begitu juga penyebab kebakaran sedang di selidiki oleh pihak berwajib.

”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 1 orang luka luka. untuk sementara para korban selamat dievakuasi dan di ungsikan kepada tetangga terdekat,” kata Mauludin juga setelah terjadi kebakaran pihaknya segera berkoordinasi dengan Forkofimcam Bsnjarwangi.

”Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat desa agar berhati-hati dalam pencegahan kebakaran sebelum meninggalkan rumah terlebih dahulu memeriksa kembali dan memastikan peralatan listrik tidak menyala, dan kompor dalam keadaan mati. “Agar waspada untuk rumah yang ditinggalkan cek kompor gas, lepas tabung gas, dan cek kelistrikan,” pungkasnya. (Asopian)

Pemda Provinsi Jawa Barat Gandeng Media Komunitas Informasikan Program Pembangunan

0
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan arahan pada kegiatan Media Gathering dengan Media Komunitas dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, bertempat di Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu, 7 Agustus 2024
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan arahan pada kegiatan Media Gathering dengan Media Komunitas dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, bertempat di Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu, 7 Agustus 2024

GTN.COM, Garut – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggandeng media komunitas untuk menginformasikan berbagai program pembangunan di Jabar.

Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman mengatakan, kolaborasi dengan media komunitas berbasis media sosial itu juga bisa menjadi alternatif untuk menyerap aspirasi masyarakat yang tidak tertampung oleh media arus utama.

“Kita akan sinergi untuk berbagai kebaikan di Jabar, termasuk pembangunan di semua bidang,” kata Herman saat menghadiri _media gathering_ dengan media komunitas di Hotel Grand Sunshine, Kabupaten Bandung, Rabu (7/8/2024) malam.

_Media gathering_ yang diselenggarakan oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda Jabar itu dihadiri  24 media komunitas dari 20 kabupaten/kota di Jabar.

Media komunitas tersebut mayoritas dikelola oleh generasi muda, di antaranya infomjlk, infobekasi, aboutcirebonid, infobandungbarat, bogor24update, dan infocimahi.

“Mereka adalah anak-anak muda pegiat media sosial yang luar biasa,” ucap Herman.

Media komunitas merupakan media yang digunakan oleh masyarakat di wilayah tertentu untuk bertukar informasi.

Materi yang disampaikan melalui Instagram, Facebook, maupun X itu biasanya terkait kondisi di satu wilayah yang informasinya dari masyarakat tersebut.

“Kami juga akan merangkul mereka untuk menerima aspirasi terkait kondisi di wilayahnya,” kata Herman.

Ia berharap ke depan akan terjalin komunikasi yang harmonis antara media komunitas dengan para pimpinan daerah di Jabar.

Selain itu kolaborasi dengan media komunitas ini juga dapat menjaring isu-isu dan permasalahan marginal di kabupaten/kota.

“Media komunitas ini dapat menjadi corong publikasi informasi dan program pemerintah ke masyarakat di Jabar,” sebut Herman.

Dalam _media gathering_ tersebut, media komunitas diberikan berbagai materi oleh Good News from Indonesia (GNFI) dan Asosiasi Media Sosial dan Siber Indonesia (AMSINDO).

Direncanakan hari ini, Kamis (8/8/2024),  mereka akan dijamu makan siang sekaligus beraudiensi dengan Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin di Gedung Pakuan. (Asopian)

Diskominfo Garut Hadiri Podcast Juara Ngontek, Bahas Teknologi dan SPBE

0
Diskominfo Kabupaten Garut, yang diwakili oleh Kabid IKP, Dang Sani Imansyah, dan Sub Koordinator Pengelolaan Informasi Bidang IKP Diskominfo Kabupaten Garut, Hanif Alfajar, menghadiri acara Rapat Koordinasi Diskominfo se-Jawa Barat, yang dilaksanakan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (7/8/2024).
Diskominfo Kabupaten Garut, yang diwakili oleh Kabid IKP, Dang Sani Imansyah, dan Sub Koordinator Pengelolaan Informasi Bidang IKP Diskominfo Kabupaten Garut, Hanif Alfajar, menghadiri acara Rapat Koordinasi Diskominfo se-Jawa Barat, yang dilaksanakan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (7/8/2024).

GTN.COM, Garut – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut menghadiri Rapat Koordinasi Diskominfo se-Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Rabu (7/8/2024). Diskominfo Garut diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Dang Sani Imansyah, dan Sub Koordinator Pengelolaan Informasi Bidang IKP, Hanif Alfajar.

Rapat Koordinasi ini dikemas dalam bentuk Podcast bertajuk “Podcast Juara Ngontek (Ngobrolin Teknologi)” yang membahas berbagai isu terkait peningkatan indeks kinerja Diskominfo. Dua isu utama yang dibahas adalah penerapan teknologi _blockchain_ oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengamankan data penting dan komitmen Diskominfo se-Jawa Barat untuk meningkatkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dalam siaran pers Humas Jabar, Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Ika Mardiah, yang menjadi narasumber pada sesi pertama, mengungkapkan bahwa penerapan teknologi _blockchain_ merupakan langkah maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.

Implementasi ini merupakan langkah maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terpercaya.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menghadirkan layanan publik yang aman, nyaman, dan terpercaya. Implementasi teknologi blockchain merupakan salah satu upaya kami untuk mewujudkan komitmen tersebut,” ujar Ika.

Pada sesi kedua, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, membahas komitmen Diskominfo se-Jawa Barat untuk meningkatkan Indeks SPBE. Dalam kesempatan ini, dilakukan penandatanganan komitmen bersama peningkatan SPBE dan komitmen peningkatan persentase respon aduan masyarakat melalui SP4N Lapor.

Saat ini, Indeks SPBE Jawa Barat berada di angka 4.14 poin, dengan target peningkatan menjadi 4.5 poin. Indeks SPBE kabupaten/kota yang rata-ratanya 3.38 poin juga ditargetkan meningkat menjadi 3.8 poin.

Herman optimis target tersebut mampu dicapai selama komitmen bersama dijalankan dengan baik. “Dengan meningkatnya indeks SPBE, pelayanan publik di kabupaten/kota akan lebih cepat, lebih murah, lebih mudah, dan lebih baik. Ini semata-mata kami orientasikan untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (Asopian)